
Walaupun dia sangat berat hati untuk melepaskan adinya itu, tapi dia terpaksa harus melakukannya karena dia tahu sikap adiknya yang keras kepala ini.
Meskipun dia tidak mengizinkan adiknya pergi, maka pasti gadis ini akan pergi secara sembunyi-sembunyi, karena itu lebih baik dia memberi izin kepada gadis ini agar nanti dia bisa tahu kondisi dan keadannya secara langsung.
"Terima kasih kakak, kamu yang terbaik" ucap Hunhu sambil memeluk Ye Lihua dan mencium pipinya.
"Kamu ini! sudah dewasa masih saja bersikap seperti anak kecil" ucap Ye Lihua dengan lembut.
"Heheeh, bagaimanapun aku adalah adik kakak dan selamanya akan tetap menjadi adik kakak!" jawab Hunhu dengan lembut dan penuh perhatian.
Entah kenapa perasaan tidak enak Ye Lihua senakin menjadi-jadi tapi karena dia sangat senang dengan kelembutan adik kecilnya ini membuat dia tidak terlalu memikirkan itu. Hunhu akan berangkat besok jadi dia meminta agar kakaknya melihat dia pergi saat itu tentu Ye Lihua menyanggupinya dan akan melihat kepergian adiknya itu besok pagi.
Besok paginya...
Di depan istana, Hunhu dengan menggunakan armor perang yang membuat lekukan indah di tubuhnya terlihat lebih menarik, bahkan Lin Tian memberi Hunhu jempol pertanda dia kagum dengan penampilan Hunhu.
"Hm! dasar pria cabul" ucap Hunhu kepada Lin Tian.
"Gadis kecil! mulutmu kenapa masih tidak bisa berubah?" tanya Lin Tian heran, setiap dia bertemu dengan wanita ini dia selalu saja berakhir dengan perang antar mulut.
Bahkan pernah mereka hanya saling menghina sampai Ye Lihua datang lalu memisahkan mereka agar tidak bertempur lagi, Dan bahkan Ye Lihua pernah menghukum mereka berdua tapi jelas itu tidak membuat Lin Tian dan Hunhu kapok.
"Apa? kamu berani melawanku?" tanya Hunhu dengan sombong.
"Sial! aku berani bertarung dengan sekarang, ayo datang kepadaku gadis kecil" jawab Lin Tian yang terliha memprovokasi Hunhu.
Plak..
Plak..
"Aduh!"
Kepala keduanya di pukul oleh Ye Lihua yang melihat kalau keduanya masih membuat ulah di depan banyak orang, akibatnya Lin Tian dan Hunhu tampak menyedihkan karena di omelin lagi oleh Ye Lihua.
__ADS_1
"Huf.. maafkan aku" ucap Hunhu untuk pertama kalinya kepada Lin Tian.
Lin Tian tercengang dengan ucapan tiba-tiba Hunhu, bagaimanapun gadis ini adalah gadis nakal dan tidak akan semudah itu meminta maaf kepadanya.
"Apa? apa aku salah dengar?" tanya Lin Tian sambil mencubit pipinya.
Plak..
"Aaa! kenapa kamu menamparku?" tanya Lin Tian.
"Tidak.. tidak apa-apa, apakah kamu sekarang mengerti kalau itu bukan mimpikan?" tanya Hunhu yang tadi menampar wajah Lin Tian.
"Iya, aku tahu itu bukan mimpi! tapi kenapa tiba-tiba seperti ini?" tanya Lin Tian dengan tatapan heran.
Hunhu tidak menjawab Lin Tian, dia memeluk Ye Lihua lalu sedikit berbicara dengan suara rendah kepada Ye Lihua. Meskipun Lin Tian tidak mendengar pembicaraan mereka tapi melihat gerakan mulut dua wanita itu saja sudah tahu apa yang mereka berdua katakan.
"Hei! pria bodoh jaga kakakku, jangan biarkan dia sedih" ucap Hunhu setelah selesai dengan Ye Lihua.
"Tenang saja, serahkan penjagaan kakakmu kepadamu" jawab Lin Tian dengan serius, entah kenapa perasannya sama dengan perasaan Ye Lihua tapi dia tidak bisa menjelaskan dimana dan siapa yang dimaksud oleh perasaan aneh ini.
"Hati-hati" ucap Ye Lihua agak tidak ingin Hunhu pergi.
Akhirnya Hunhu pergi bersama dengan beberapa pasukan yang ikut bersama dengannya, Lin Tian dan Ye Lihua melihat kepergian Hunhu sampai jelas kalau dia telah menghilang dari pandangan mereka berdua.
"Apakah dia akan baik-baik saja iya?" tanya Ye Lihua dengan cemas.
"Tenang saja, dia pasti akan baik-baik saja" jawab Lin Tian kepada Ye Lihua.
"Em!"
Ye Lihua mengangguk dengan ucapan Lin Tian, adiknya sangat kuat dan pasti tidak ada masalah berarti di perbatasan sekarang, apalagi perbatasan sangat damai selama ini.
Jadi dia kembali ke ruangannya tanpa ada rasa khawatir lagi, hanya setelah Ye Lihua pergi semua orang baru bubar disaat itu. Tapi Lin Tian masih berdiri memandang ke arah dimana Hunhu menghilang.
__ADS_1
Entah apa tapi perasaannya merasa tidak nyaman sejak Hunhu pergi, cukup lama dia berdiri disana sebelum dia berbalik dan kembali melakukan kegiatan sehari-harinua di istana besar itu.
BOOMM...
Ledakan besar terdengar di seluruh dunia utama, wajah setiap orang disana berubah ketakutan bahkan beberapa dari mereka bisa melihat dari benua tengah ada awan hitam yang perlahan mulai menyelimuti seluruh dunia utama.
Lin Tian yang melihat hal itu tahu kalau kehancuran atau perang sebenarnya telah di mulai, dan kali ini dia datang kesini untuk mengetahu apa yang terjadi sebenarnya sampai-sampai peperangan besar itu terjadi.
Dan dia hanya bisa mendapatkan informasi kalau memang Bai Wutian tiba-tiba menghilang di saat akan adanya pertemuan di benua tengah, lalu ada dewa takdir yang tidak pernah peduli dengan nasib dunia dan malah mengurung diri di dunianya sendiri.
"Ais! apakah kehancuran ini murni karena Pengkhianatan dari salah satu delapan dewa Dewi?" fikir Lin Tian serius.
Dia tiba-tiba Terbang ke langit dan menggunakan mata kaisarnya untuk melihat apa yang terjadi di benua tengah, tapi apa yang dia lihat sungguh membuat dia kaget. Pertempuran besar di mulai dan dia melihat Kalau berbagai ahli kuat sedang bentrok di benua tengah sekarang.
Swisshh..
"aku tidak menyangka kalau pertempuran itu akan sampai ke dunia kita" ucap Ye Lihua yang muncul di samping Lin Tian dengan wajahnya masih tertutup.
"Em! aku merasakan kalau tidak akan lama sebelum kekaisaran malam terlihat dalam bentrok itu" jawab Lin Tian.
"Tidak ada yang dapat kita lakukan sekarang, hanya ada perang cara kita untuk menyelesaikan semuanya karena kemungkinan kalau kita terhindar dari kehancuran sangat tipis" jelas Ye Lihua.
Lin Tian tentu mengerti tentang hal itu tapi dia hanya mengangguk sebagai balasan agar Ye Lihua percaya kepadanya, dan dalam beberapa hari ini.. Si gadis kecil sering mengirimi dia dan Ye Lihua surat mengenai kabarnya yang membuat keduanya merasa lega.
Pertempuran telah hampir terjadi dimana-mana tapi hal itu belum sampai di kekaisaran malam, jadi disana relatif tenang dan tidak ada maslaah berarti. Bahkan Lin Tian sedikit heran karena kekaisaran malam yang tidak terlibat dalam pertempuran itu.
"Apa ini? kenapa hanya disini yang terasa aman?" tanya Lin Tian bingung.
Tapi tiba-tiba saat dia masih dalam fikirannya sesosok pria dengan wajah pucat datang ke istana, Lin Tian melihat sendiri orang itu lalu mengikutinya dari belakang.
"Hm? kenapa dia pucat sspsrti itu?" fikir Lin Tian melihat orang itu sambil mengikutinya dari belakang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...