
Kabut hitam naik ke langit dan sosok hitam muncul di hadapan Lin Tian dan lima berandalan, tentu melihat sosok hitam itu wajah ke enamnya berubah sangat serius.
"Aku tidak menyangka kalau kau tidak mati!" ucap dewa penghancur melihat Lin Tian dan yang lainnya.
"Oh! jadi kau adalah dewa penghancur? kenapa disaat kepala sembilan yang bodoh ini mati kamu baru keluar? apa dia tidak ada artinya bagimu?" tanya Bai kecil menatap sosok hitam yang dia kenal itu.
"Hahaha, kaisar harimaukah? ternyata kamu masih bisa memulihkan dirimu sampai tingkat seperti itu, padahal sudah lama sejak kau menghilang" ucap dewa penghancur.
"Tch!" Bai kecil terlihat benar-benar tidak menyukai dewa penghancur.
"Sepertinya orang-orang yang aku perintahkan di halangi olehmu" ucap dewa penghancur menatap Lin Tian yang sangat tenang sejak dia muncul itu.
Lin Tian tidak menjawab, dia hanya tersenyum sebagai balasan dari ucapan dewa penghancur itu, melihat Lin Tian diam dewa penghancur agak tidak menyukainya tapi dia kembali tersenyum setelah memikirkan beberapa hal.
"Baiklah! kamu memang kali ini kaisar Langit" ucap sosok itu.
"Oh! sangat jarang kamu mengakui kekalahan mu, ada apa? apa kamu memiliki rencana lain?" tanya Lin Tian.
"Hahaha, sebenarnya kalah atau menang aku tidak peduli karena tujuanku pada akhirnya akan tetap tercapai" jawab dewa penghancur dengan santainya.
Mendengar hal itu wajah Lin Tian sedikit aneh, dia benar-benar tidak mengerti jalan fikiran dari orang misterius ini. jika dia perang bukan untuk menguasai alam langit lalu untuk apa? untuk sementara waktu Lin Tian bahkan tidak bisa menebak apa yang di rencanakan oleh orang itu.
"Nah, apa kamu tahu kalau di dunia ini dulu pernah berdiri zaman kuno?" ucap Dewa penghancur secara tiba-tiba kepada Lin Tian.
Lin Tian yang mendengar pertanyaan itu langsung terdiam, dia memandang dewa penghancur dengan seribu pertanyaan karena bagaimana bisa orang ini mengetahui masalah zaman kuno?, hal tersebut benar-benar telah menghilang jauh dari dulu tapi...
"Sepertinya kamu mengetahui sesuatu, yah! itu lebih bagus tapi juga buruk bagiku" ucap sosok itu.
"Darimana kamu tahu zaman kuno? bukankah zaman itu telah lama menghilang?" tanya Lin Tian bingung.
"Hahaha, zaman itu boleh menghilang tapi kenyataannya pasti masih ada sisa dari zaman kuno itu di dunia ini, dan aku telah menemukan satu tempat yang benar-benar terkait dengan itu" jawab dewa penghancur.
__ADS_1
Lin Tian benar-benar tidak mengerti apa ayng yang sedang di cari oleh orang ini di zaman kuno itu, karena setau dia tidak ada apapun yang berkaitan di zaman kuno itu untuk di cari.
"Aku pergi, sampai jumpa kaisar baru" ucap sosok itu menghilang bersamaan dengan keputusasaan dari kelompok dewa laut yang tersisa.
Lin Tian yang melihat orang itu pergi tidak menghentikannya, karena dia masih mempunyai hal yang harus dia lakukan disini sekarang.
"Kakak?"
"Bunuh semuanya, dan bawah dewa laut darah ke hadapanku" ucap Lin Tian.
"Baik!" lima berandalan langsung pergi dari sisi Lin Tian dan menuju ke tempat perang masih berlangsung, mereka langsung membantu kelompok tiga jenderal serta menangkap dewa laut darah yang sudah panik melihat semua yang terjadi di depannya.
BOomm..
"Kenapa? kenapa?" teriak dewa laut darah memandang ke arah Lin Tian dengan kebencian.
Dia jelas akan berhasil jika Lin Tian dan yang lainnya tidak datang, dia jelas akan menang jika Lin Tian tidak membunuh dewa naga kepala sembilan. Dan dia akan menang jika mereka semua mati di tangan tuannya tapi jelas kalau tuannya sudah tidak menganggap dirinya berguna lagi karena telah gagal disini.
"Kenapa katamu? itu karena kamu telah melakukan banyak dosa!" ucap jenderal Zhao yang pergi menyerang dewa laut darah.
"Hahaha, kau katakan aku banyak dosa? jadi kau berfikir kaisar langit tidak berdosa? apakah kamu benar-benar telah tenggelam dengan sifat baik orang itu sehingga kau tidak bisa melihat kenyataan yang ada!" teriak dewa laut darah dengan emosi, dia tidak peduli lagi dengan hidup dan matinya karena dia sudah menerima kekalahan yang dia dapat sekarang.
Lin Tian yang mendengar ucapan dewa laut darah sedikit mendesah, dia benar-benar tidak mengerti apa yang di lakukan oleh kaisar langit sampai bisa membuat dewa laut darah membenci dan mengkhianati dirinya.
"Kamu tidak pantas menyebut nama kaisar langit!" teriak marah jenderal Zhao, walau dia tidak mengerti maksud dari perkataan dewa laut darah tapi dia bisa merasakan kebencian yang berasal dari dewa laut darah untuk kaisar langit terdahulu.
BOOMM...
"Ugh!"
Dewa laut darah memuntagkan seteguk darah lagi, dia juga terbaring lemah di tanah dengan kedua matanya memandang langit yang ada di atasnya.
__ADS_1
"Ha... sepertinya aku benar-benar gagal, padahal sedikit lagi, dan sedikit lagi aku akan berhasil menghancurkan istana itu" ucap dewa laut darah yang tiba-tiba meneteskan air matanya di hadapan jenderal Zhao yang kaget.
Lin Tian langsung muncul di hadapan dewa laut darah, dia memandangi dewa laut darah dengan ekspresi bingung.
"Apa yang terjadi dulu? dan siapa dewa penghancur itu? bisakah kamu ceritakan padaku?" tanya Lin Tian.
"Uhuk.. uhuk.. aku tidak bisa, semua yang terjadi dulu adalah dosa yang aku lakukan bersama beberapa orang dan hal itu adalah kejadian yang memalukan bagi alam langit".
"Tapi apa? aku dan mereka terpaksa melakukannya karena jika kami tidak melakukan hal itu maka kami dan mungkin seluruh alam langit akan berdampak karena kejadian itu" lanjut dewa laut darah dengan menghela nafas sedih tanpa memandang Lin Tian sedikitpun.
"Apakah itu benar-benar tidak dapat kamu katakan?" tanya Lin Tian dengan serius.
Dewa laut darah menggelengkan kepalanya dan untuk pertama kali dia memandang Lin Tian dengan tatapan yang berbeda dari yang sebelumnya.
"Aku ingin menanyakan satu hal kepadamu, apakah bisa?".
"Tanyakanlah" jawab Lin Tian.
"Untuk apa kamu menjadi kaisar langit? apakah itu karena warisan orang itu? makanya kamu menjadi kaisar langit?" tanya dewa laut darah.
"Tidak! itu tidak ada urusannya dengan warisan kaisar langit, tujuanku untuk menjadi kaisar langit adalah untuk hidup tenang bersama keluargaku dimana kekuatan adalah nomor satu disini" jawab Lin Tian.
"Hanya karena keluargamu?" tanya dewa laut darah dengan serius
"Iya! jika tidak ada warisan kaisar langitpun aku masih bisa menjadi kaisar langit yang sebenarnya, jadi di mataku warisan itu tidak terlalu penting" jawab Lin Tian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1