
Mendengar jawaban dari Lin Tian wajah dewa laut darah berubah, selama ini tujuannya adalah menjadi kaisar langit yang baru karena dia tahu bahkan tuannya tidak tertarik dengan tahta kaisar langit.
Tapi dia berbeda, dia sangat ingin tahta itu bukan karena hal lain tapi karena dia ingin kekuatan yang lebih kuat dari yang lainnya. Dia sangat ingin memiliki kekuatan untuk menguasai takdirnya sendiri tapi sayangnya dia tahu kalau dirinya telah jatuh ke dalam kegelapan.
Saat memikirkan semua yang dia lakukan membuat dia sedih, dia rela bekerja sama dengan dewa penghancur serta menjadi pengikutnya itu semua karena dia ingin kekuatan.
Tapi saat dia memikirkan berapa banyak nyawa yang telah dia bunuh dan dia tumbalian demi kekuatan tiba-tiba membuat dia sadar kalau memang dia telah jauh keluar dari keinginannya.
"Ternyata benar, kekuasaan, kekuatan, dan juga harta bisa membuat seseorang lupa dengan dirinya" ucap dewa laut darah yang terlihat mulai kehilangan keinginan dirinya untuk hidup.
"Memang benar, tiga hal itu akan membuat orang lupa akan jati dirinya jika dia tidak bisa mengendalikannya" tambah Lin Tian sambil mengeluarkan sesuatu, saat dewa laut darah melihat benda yang ada di tangan Lin Tian wajahnya tiba-tiba menjadi kaget, badannya gemetar karena rasa akrab yang ia rasakan.
"Da..darimana kamu mendapatkan benda itu?" tanya dewa laut darah dengan gemetar.
"Apa kamu masih ingat gelang ini?" tanya Lin Tian.
"Tentu saja aku ingat, mana mungkin aku bisa lupa.." ucap dewa laut darah penuh Air mata, gelang itu adalah barang yang dia berikan untuk orang yang dia cintai.
"Aku pernah pergi ke kota laut, dan aku bertemu dengan roh pemilik gelang ini saat aku memeriksa istanamu" ucap Lin Tian dengan serius.
"A...apa? apa dia telah mati? bagaimana mungkin?" ucap dewa laut darah meraung karena tidak percaya.
Lin Tian menghela nafas dan mulai menceritakan pengalamannya di saat pergi ke tempat dewa laut darah, saat dewa laut darah mendengar semua yang di ceritakan Lin Tian wajahnya benar-benar sedih bahkan air matanya tidak dapat berhenti menetes.
"Dia memang orang bodoh! dia bahkan tidak mau menyerah sampai dengan hidupnya dia bahkan tinggal disana menungguku, kenapa? kenapa kamu bodoh sekali" ucap dewa laut darah mengingat sosok cantik yang selalu mengganggu dia dan menemani dia dari kecil.
"Kakak! aku akan menjadi istrimu, aku akan menjadi kuat dan menjadi permaisuri di istanamu" ucap wanita cantik yang tiba-tiba memeluk dewa laut darah di waktu muda saat dia sedang berlatih pedang di rumah kecilnya.
"Kakak! aku mendapatkan ini dari ayah, katanya ini cocok untukmu" ucap gadis itu membawa sebuah buah aneh kepada dewa laut darah.
__ADS_1
Setiap hari yang mereka habiskan mungkin adalah hal terindah dalam hidup dewa laut darah, bahkan meskipun dia merasa kalau gadis itu terlalu banyak bicara tapi sebenarnya dalam hati dewa laut darah sangat senang karena ada dia di sisinya.
Memanggil dia kakak setiap hari, menemani dia berlatih setiap hari bahkan saat dia akan naik ke alam langit dan telah ketahuan membunuh banyak orang sekalipun gadis yang telah menjadi wanita cantik itu pun masih setia berdiri di sampingnya.
"Kakak! aku percaya dengan kakak, jadi tunggu aku! aku pasti akan ke alam langit untuk menemui mu lagi" ucap wanita cantik itu dengan air mata membasahi wajahnya.
Dewa laut darah hanya tersenyum sebagai balasan dari ucapan dan janji wanita itu, dia tahu kalau tidak mungkin bagi wanita itu untuk naik ke alam langit dengan bakatnya. Bahkan dia kalau bukan menggunakan cara kotor untuk menjadi dewa saat itu tidak mungkin dia bisa naik bersama dengan tiga saudaranya yang lain.
"Dia masih mencintaimu, bahkan dia mati-matian berlatih agar dapat bertemu denganmu lagi. Sayangnya dia sadar kalau bakatnya tidak sehebat dirimu dengan begitu agar suatu saat kamu bisa tahu kalau dia masih menunggumu, dengan harapan terakhir itulah dia meninggalkan jiwanya ke dalam gelang itu" ucap Lin Tian.
"Ah...! aku berfikir kalau aku bisa menjadi kaisar langit maka aku bisa melawan takdirku, tapi aku salah! karena aku terlalu terobsesi bahkan diriku lupa kalau ada seorang wanita yang sangat tulus menungguku disana" ucap dewa laut tersenyum sambil menghina kebodohan yang dia lakukan.
Lin Tian yang berdiri disana menghela nafas, dia melihat ke arah pertempuran yang terjadi dan sudah jelas kalau semuanya sudah di menangkan oleh mereka.
Sedangkan lima berandalan telah kembali ke wujud aslinya dan setelah melihat penyesalan dewa laut darah hati kecil mereka menjadi tergerak, mereka berfikir untuk apa mereka menjadi kuat? untuk apa mereka melakukan semua ini?.
Bahkan Cerberus atau Lang kecil terdiam dan memikirkan semua ucapan dari dewa laut darah dengan serius, dia dulu sangat liar bahkan dia menelan sendiri roh alam bawah saat itu. Dan akibatnya dia harus terkurung serta melayani dewa neraka karena apa yang dia lakukan.
Gelang yang ada di tangan Lin Tian hancur dan tiba-tiba cahaya putih masuk ke dalam alis dewa laut darah, cahaya itu berubah menjadi sosok yang sangat dia kenal.
"Kakak!" ucap sosok itu yang membuat dewa laut darah bergetar.
"Kamu..."
Pluk..
"Maafkan aku Ci'er, aku benar-benar salah dan aku benar-benar telah melakukan dosa yang besar terhadap dirimu" ucap dewa laut darah di alam sadarnya sambil berlutut.
"Tidak, kakak tidak pernah salah! Ci'er tahu kalau kakak melakukan semua itu untuk Ci'er" jawab wanita itu dengan senyum lembut.
__ADS_1
"Tapi aku.."
"Kakak! jika kita bereinkarnasi bersama apakah kamu mau menjadi suamiku? apakah kamu mau menjadi pangeran ku meski aku lebih lemah darimu?" tanya wanita itu dengan lembut.
"Aku mau, bahkan jika kita bereinkarnasi sampai seratus kali kamu akan tetap menjadi wanitaku, adikku Ci'er yang ceria" jawab dewa laut darah.
"Em! baguslah, kalau begitu aku pergi dulu kakak" ucap wanita itu.
"Bisakah kita pergi bersama?" tanya dewa laut darah dengan lemah.
"Em! tentu"
"Tunggu sebentar, ini tidak akan lama" ucap dewa laut darah.
"Heheh, pria itu orang baik kakak! jadi berikan dia sedikit kemudahan" ucap si wanita.
"Aku tahu itu".
Dewa laut darah membuka matanya dan menatap Lin Tian dengan senyum terima kasih yang tulus, meskipun ini bukan apa yang dia inginkan tapi ini adalah akhir yang baik untuknya sendiri.
"Aku hanya bisa mengatakan satu hal kepadamu, berhati-hatilah! baik itu terhadap tuanku ataupun orang yang kamu anggap kaisar langit terdahulu" ucap dewa laut darah mengingatkan Lin Tian.
"Aku mengerti, apakah ada yang kamu inginkan" jawab Lin Tian.
"Kalau begitu, bisakah kamu membakar ku?" ucap dewa laut darah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...