Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
248. Kematian para dewa


__ADS_3

"Saudara Long, kami mengandalkan mu!" ucap Dewi Phoenix menatap Naga kecil dengan senyum di wajahnya.


Tiga lainnya juga menatap Naga kecil dengan senyum bahagia, dan perlahan sebuah energi menyelimuti naga kecil yang mengurungnya di dalam.


"Tidak! jangan lakukan itu!" teriak naga kecil kepada mereka, tapi ke empatnya tidak melihat lagi ke arah naga kecil.


"Senang menjadi saudara kalian" ucap Dewi Phoenix kepada tiga saudaranya.


"Ayo!" ucap Dewi Phoenix.


Tiga lainnya juga tersenyum, akhirnya ke tiga dewa Dewi itu langsung mengikuti Dewi Phoenix dari belakang.


Swisshh..


"Ini?" wajah Lin Tian kaget saat melihat meteor di langit itu, dia dapat merasakan energi kejam yang berasal dari meteor itu.


Dan dia juga bisa tahu sekali meteor itu meledak di sini maka tidak akan ada yang dapat selamat dari ledakan energi meteor tersebut.


"Sial! jadi begini dewa kematian membunuh dan menghancurkan seluruh makhluk serta dunia saat itu!" ucap Lin Tian setelah sadar bagaimana dunia hancur.


Meteor itu dengan cepat jatuh dan empat dewa Dewi itu menahan meteor itu agar tidak mencapai tanah, tapi semua yang mereka lakukan itu sia-sia karena mereka hanya dapat memperlambat meteor itu bukan menghentikannya.


Karena melihat kalau mereka semua akan mati, kedua kubu yang bertempur malah berbalik dan maju mencoba menahan meteor itu di ikuti dengan Lin Tian yang ikut untuk membantu menahan meteor tersebut.


"Tidak! kita tidak bisa menahannya" ucap Salah satu dewa yang telah bergabung membantu menahan meteor tersebut.


BOOOMMMMM....


Meteor itu tidak bisa lagi di tahan oleh semua dewa disana dan meledak dengan keras, Lin Tian yang tahu akan kematian telah mencapainya merasa takut karena inilah pertama kalinya dia merasakan kematian karena itulah dia dengan pasrah menutup matanya menerima kematiannya sendiri.


BOOMM...


Ledakan itu tidak menghancurkan dunia tersebut tapi bisa di bilang merusak keseimbangan energi yang ada di dunia utama, akibatnya seluruh kultivator yang hidup disana merasakan panas di dalam tubuhnya dan mati dengan kesakitan yang luar biasa, sama seperti mereka menelan racun yang membuat mereka merasakan sakit sebelum kematian.

__ADS_1


"Tidak!" Naga kecil melihat seluruh dewa Dewi yang berusaha menahan meteor itu jatuh dengan keras ke tanah, beberapa dari mereka bahkan sudah mati dan ada yang masih merasakan sakit yang luar biasa sebelum mereka mati mengikuti yang lain.


Naga kecil lepas dari formasi yang menyegelnya, dan berlari ke arah sesosok wanita cantik yang terlihat sekarat di tempat itu. Dia memangku wanita itu, dan melihat kalau wanita itu masih bertahan tapi dia tidak jauh dari kematian.


"Jangan sedih" ucap Dewi Phoenix dengan mencoba tetap tersenyum memandang pria yang dia cintai itu.


"Kenapa?" tanya Naga kecil dengan air mata jatuh membasahi wajahnya.


"Apakah kamu ingat yang aku katakan sebelumnya? Jika kamu masih hidup dan aku telah mati, maka aku harap kamu melupakanku. Dan aku berharap jika ada wanita yang mencintaimu dengan tulus jagalah dia, dan tolong lupakan aku karena dengan begitu aku bisa pergi dengan tenang" ucap wanita yang ada di pelukan naga kecil.


"Aku... Aku.." naga kecil penuh dengan kesedihan dan dia benar-benar tidak ingin kehilangan wanita yang dia cintai ini.


"Aku harap kamu melakukannya" ucap wanita itu yang akhirnya menutup mata dengan senyum.


"Ahhh!"


Naga kecil berteriak histeris, dia merasakan sakit yang luar biasa di hatinya sekarang. Dia tidak menyangka perang ini akan membuat dia kehilangan kekasihnya dan juga saudara-saudari yang telah bersama dengannya selama ini.


"Ho? aku tidak menyangka kamu masih hidup" ucap dewa kematian memandang naga kecil.


"Kenapa? kenapa kamu melakukan semua ini?" tanya Naga kecil memandang dewa kematian dengan kebencian.


"Dunia ini telah hancur dan aku berencana membangun ulang dunia baru, awalnya aku ingin mengajak kalian tapi aku tahu kalian tidak akan mau jadi aku telah merencanakan semuanya secara diam-diam dari kalian selama ini, agar aku dapat melenyapkan kamu dan yang lain dengan satu serangan" jawab Dewa kematian.


Mendengar hal itu naga kecil sangat marah, dia Benar-benar tidak menyangka dari sikap baik hati dewa kematian ternyata semua itu hanyalah sebuah topeng untuk menutupi kekejamannya selama ini.


"Dewa kematian, kamu benar-benar telah keterlaluan" ucap suara yang tiba-tiba muncul.


Saat dewa kematian melihat ke arah suara itu, dia melihat dewa takdir tiba-tiba muncul entah darimana dengan menggunakan sebuah pedang untuk terbang di langit.


"Aku tidak menyangka bahkan dewa takdir yang acuh tak acuh akan keluar dari persembunyiannya" ucap dewa kematian dengan dingin.


"Aku tidak pernah bersembunyi tapi aku hanya mengikuti takdir yang telah ada karena itulah aku tidak pernah keluar serta ikut campur dengan urusan dunia ini, tapi kali ini karena kamu benar-benar telah keterlaluan akhirnya aku harus turun tangan juga" jawab Dewa Takdir dengan tenang.

__ADS_1


"Kenapa kau baru datang?" teriak naga kecil dengan marah melihat ke arah dewa takdir.


"Saudaraku, ini semua adalah takdir! biarkan para saudara kita pergi dengan tenang dan sekarang kita harus menyelesaikan masalah ini dulu sebelum berdebat" ucap dewa takdir mencoba menenangkan naga kecil.


Nega kecil menggertakan giginya dan hanya bisa mengangguk setuju, dia lalu melihat ke arah dewa kematian dan langsung menyerang dengan mengubah wujudnya menjadi naga berwarna biru yang sangat besar.


ROAARR...


BOOMM...


"Leluhur roh, keluarlah" ucap dewa takdir.


Sesaat leluhur roh muncul dan menatap dewa takdir dengan wajah aneh, tapi dewa takdir tidak peduli dengan tatapan aneh dari leluhur roh itu karena dia meminta agar leluhur roh membantu naga kecil di saat dia akan mempersiapkan sesuatu utnuk mengalahkan Dewa kematian.


BOOMM...


BOOMM...


"Kalian berdua benar-benar menyusahkan" ucap dewa kematian dengan kesal karena tidak bisa mengalahkan keduanya.


Tapi tiba-tiba dewa kematian sadar kalau sesuatu hal aneh terjadi, dia melihat ke arah dewa takdir dan wajahnya bergetar dengan ketakutan saat melihat apa yang sedang di persiapkan oleh dewa takdir.


"Apa kamu gila? Kamu ingin memulai peradaban baru lagi sekarang? kamu akan mati dan menghilang setelah melakukan itu!" teriak dewa kematian dengan marah, setengah pakaian birunya telah hancur akibat serangan api biru dari naga kecil dan serangan leluhur roh.


"Itu lebih baik dari pada membiarkan kamu menghancurkan dan memulai dunia hanya ada orang kuat yang bertahan" jawab dewa takdir dengan wajah serius memandang dewa kematian.


Dia lebih memilih menghilangkan peradaban yang sekarang dan memulai peradaban baru dimana tidak ada dia dan dewa lainnya yang ada disini, meskipun mungkin akan ada perbedaan dengan zamannya tapi mungkin itu lebih baik daripada hancur karena dewa kematian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2