Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
365. Perang Di Mulai


__ADS_3

Di tata Surya, semua pasukan meteor perak sudah menunggu selama sepuluh hari. Tapi, tidak ada tanda-tanda kalau musuh mereka akan muncul yang membuat mereka mati kebosanan.


Di saat semuanya sedang bosan, singa perak yang masih menunggu dengan tenang tiba-tiba menatap ke depannya dengan wajah gemetar.


"Lari dari sini secepatnya!" teriak Singa perak di ikuti dengan dia langsung mundur menjauh dari tempat dia berdiri sebelumnya.


"Apa yang di fikiran orang ini?" tanya manusia bertanduk banteng yang masih berdiri di tempatnya tidak mendengarkan ucapan Singa perak. sedangkan wanita bersayap kelelawar sudah mundur dengan kapalnya di ikuti dengan beberapa jenderal yang sedikit memiliki kepercayaan dengan singa perak.


"Oi! kenapa kali..."


Swisssshhhhh..


BOOMM...!


BOOMM...


BOOMM..


"Ah!" banyak pasukan yang tidak mengikuti singa perak mundur terkena serangan meriam dari kapal perang. Membuat mereka mati seketika itu, ada sebagian dari mereka selamat tapi terluka parah akibat serangan dari kapal Bai kecil.


Jenderal manusia banteng itu berhasil kabur tapi dia telah kehilangan satu lengannya dan ada dua jenderal utama yang mati akibat serangan yang baru saja terjadi itu.


"Sial! apa yang terjadi?" ucap jenderal banteng itu dengan ngeri melihat tangannya yang hilang.


"Jenderal! pemulihanku terhambat!" ucap salah satu meteor yang lain.


"Apa?" manusia banteng itu juga mencoba memulihkan tangannya tapi semua gagal dan meskipun mulai pulih itu berjalan perlahan.


"Ini, bersiap untuk bertarung!" teriak singa perak langsung mengatur setiap pasukan.


Semua meteor perak mulai mengatur nafas dan kekuatan mereka bersiap untuk melawan musuh mereka. Dari dalam portal keluar sebuah kapal besar yang menjadi milik Bai kecil, saat melihat kapal besar dengan meriam besar itu wajah singa perak terlihat jelek.


Dia merasakan kalau meriam itu di buat dari tubuh mereka sendiri, pantas kalau serangannya sangat berefek kepada mereka apalagi untuk yang di bawah kekuatan dia sendiri.


"Sial! orang-orang ini selalu membuat hal aneh" ucap singa perak aga kesal.


"He? ternyata memang benar bukan mereka menunggu kita!" ucap Bai kecil melihat kalau sudah banyak meteor perak yang menunggu mereka. Mungkin jumlah mereka sekarang hampir sama dengan jumlah pasukan yang di bawa oleh Lin Dong dan Bai kecil.

__ADS_1


"Iya, tapi tidak seharusnya bukan menendang pantatku kakak?" ucap naga kecil masih mengusap pantatnya.


"bukanlah itu karena kamu tidak percaya kepadaku? ayolah, kalian semua siap berperang!" ucap Bai kecil yang mulai serius.


"Iya!".


Lin Dong mengeluarkan semua pasukan yang di bawanya di bawah mata banyak meteor. Singa perak hanya mendengar kalau orang yang muncul hanya empat juta tapi sekarang malah hampir sama banyaknya dengan mereka. Di tambah kekuatan masing-masing mereka sudah sejajar dengan suku mereka sendiri.


"Bunuh!" teriak Lin Dong tanpa menunggu kesiapan suku meteor perak


"Bunuh!" semua pasukan alam langit langsung menyerang setelah menerima perintah dari Lin Dong.


"Serang! jangan biarkan ada yang hidup!" teriak singa perak.


Pasukan Meteor perak juga langsung menyerang, peperangan yang kejampun terjadi di tata Surya itu. Dalam beberapa waktu saja sudah banyak dewa yang tumbang, bahkan dari suku meteor perak hal yang sama ikut terjadi.


"Kakak, mereka sepertinya cocok untukku" ucap naga kecil menunjuk ke arah kelompok jenderal utama.


"Kalau begitu pilih sesukamu!".


"Silahkan!" ucap Bing Zhao memberi izin. Semua wanita itu pun terbang maju menghadapi musuh yang mereka pilih masing-masing.


"Apa kamu menderita?" tanya Bai kecil kepada Bing Zhao dan yang lainnya.


"Haa... Aku sedikit tapi sepertinya kakak pertama dan ketiga lebih kurang parah" ucap Long Aotian melihat Bing Zhao dan Su Kun.


"Ehem! saudara-saudaraku, aku maju duluan". Bing Zhao langsung terbang ke Medan perang tanpa menunggu yang lain menanyainya.


"Tunggu aku kakak!" ucap Su Kun ikut terbang mengikuti Bing Zhao.


"Kalian maju saja duluan, aku sedang menunggu sesuatu" ucap Lin Dong kepada para berandalan dan dewa kuno.


"Baik!" Bai Wutian dan dua lainnya mengangguk dan langsung menuju Medan perang.


sedangkan Lin Dong menghilang dari kapal tanpa diketahui oleh siapapun yang ada disana. Di tempat Huang De dan Huang Sheng ada hal aneh yang terjadi, di perut Huang De tiba-tiba ada pedang hitam yang tertusuk menembus dari punggung ke perutnya.


"Ka..kamu!" Huang De menatap tidak percaya ke arah Huang Sheng.

__ADS_1


"Kenapa? kaget? itu adalah salahmu karena berani mengkhianati ayah! jadi aku terpaksa harus menyingkirkan dirimu" ucap Huang Sheng menatap Huang De dengan dingin.


"Apa? kamu..kamu...!" Huang De melihat perubahan mata Huang Sheng yang telah menjadi emas, jelas kalau Huang Sheng telah mendapatkan kekuatan dari Mata emas.


"Iya, aku adalah perwakilan ayah! atau setengah wujud dari ayah," mengatakan yang sebenarnya kepada Huang De. Mendengar hal itu, Huang De dengan marah mengutuk Huang Sheng.


"Kamu pengkhianat!".


"Hahaha, tidak ada yang dikhianati antara kita! harusnya aku yang memanggilmu sebagai pengkhianat Huang De!" ucap Huang Sheng dengan senyum dingin.


"Gluk! apakah selama ini kamu telah di tugaskan oleh ayah untuk mengawasiku?" tanya Haung De dengan suara penuh kebencian.


"Iya, bisa dibilang begitu! taoj sejujurnya ayah memang mengharapkan perang terjadi di antara suku kita dan makhluk hidup yang hidup di zaman ini" jawab Huang Sheng.


"Kenapa?".


"Karena tuan membutuhkan banyak dewa dan juga energi untuk membuat tubuh baru serta mengembalikan kekuatannya".


Mendengar hal itu, Huang De sangat marah! ternyata selama ini baik dia dan sukunya telah berada di bawah kendali Mata emas. Dan semua gerak gerik dia sebenarnya sudah ketahuan oleh Mata emas, dan Huang Sheng ada untuk mengatur semuanya agar tidak keluar dari rencana mata emas.


"Apakah kamu menganggap ku saudara?" tanya Huang De.


"Tidak! dimataku kamu hanya bidak, tidak lebih dan tidak kurang" jawab Huang Sheng masih tetap tenang.


"Tenang saja, aku hanya akan mengambil kekuatanmu! aku akan membiarkan kamu hidup dan melihat bagaimana luar biasanya ayah kita" ucap Huang Sheng dengan dingin.


"Aku lupa memberitahu kamu kalau sekarang ayah sudah mulai menyatu dengan pemuda yang pernah menyerang ke tata Surya ini dulu, saat tuan telah berhasil maka saat itulah kehancuran dimulai, hahahaa" Huang Sheng terlihat bahagia saat menceritakan semua tentang Mata emas. Yang sudah menjelaskan kalau dia benar-benar adalah kaki rangan dari Mata emas sesungguhnya.


"Jadi maksudmu anakku telah menjadi wadah untuk mata emas itu?" suara dingin muncul di tengah-tengah Huang De yang masih terpuruk dan Putus asa itu.


"Hm? oh! dewa elemenkah? atau apalah aku harus memanggilmu dewa surgawi?" ucap Huang Sheng menatao Lin Dong yang muncul.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2