Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
238. Kekuatan ruang dan waktu


__ADS_3

Mingyun tertawa mendengar penjelasan Lin tain itu, benar dan benar ucapan Lin Tian yang mengatakan kalau takdir seseorang itu diri mereka sendirilah yang memilih.


Ingin menjadi jahat atau baik itu tergantung hati mereka sendiri-sendiri, wajah Mingyun terlihat agak segar setelah mendengar penjelasan Lin Tian. Dia menatap Lin Tian dengan penuh rasa pujian, bagaimanapun pemuda yang terlihat muda ini benar-benar berfikir dalam tentang takdir yang selama ini dia cari kebenarannya.


"Nak, apa kamu ingin menguasai elemen ruang dan waktu?" tanya Mingyun kepada Lin Tian.


"Ruang dan waktu?" ucap Lin Tian serius, kedua elemen ini adalah elemen yang belum pernah ada menguasai.


Bahkan jika Itu Bai Wutian, dia pasti memiliki setidaknya hal yang berbeda dari Mingyun tapi menguasai Elemen ruang dan waktu juga pasti membutuhkan waktu yang lama, sedangkan dia harus segera kembali ke alam langit secepat mungkin.


"Tenang saja, tidak sulit untuk berlatih disini karena waktu disini berbeda jauh dengan seluruh dunia dan alam langit sekalipun!" ucap Mingyun yang mengerti fikiran Lin Tian.


Lin Tian yang mendengar hal itu pun akhirnya mengangguk setuju, dan sejak hari itu Lin Tian berlatih disana bersama dengan Mingyun. Di saat berlatih Mingyun menyuruhnya untuk merasakan energi ruang yang ada disini, karena ruang disini berbeda dengan ruang di tempat lainnya bahkan juga bercampur dengan energi waktu yang membuat perbedaan jauh dengan dunia luar.


Di dalam ruang kosong itu, Lin Tian telah berlatih lebih dari puluhan tahun dan selama itu energi ruang yang ada disana sudah mulai bisa dikontrol olehnya. Apalagi dia juga mendapatkan beberapa teknik ruang seperti pukulan ruang, pedang ruang dan pembalikan waktu.


Teknik waktu yang dicapai Lin Tian dapat membuat dia mengontrol aliran waktu dengan mudah tapi Mingyun melarangnya untuk mengubah apa yang telah terjadi dalam waktu yang lama, seperti mengubah hidup dan mati seseorang yang berada di masa lalu atau mengubah takdir seseorang yang berada di masa lalu.


"Anak ini benar-benar luar biasa, dengan empat energi di dalam tubuhnya maka mungkin untuk mencapai tingkat itu dan mungkin bencana yang terjadi ke depannya bisa di hentikan" ucap Mingyun.


Setelah beberapa tahun berlalu disana, akhirnya Lin Tian membuka matanya dan di keningnya ada lingkaran kecil berwarna hitam dan putih. Tandi di keningnya adalah tanda yang berarti dia telah menguasai hukum ruang dan waktu, dan dia sekarang bisa disebut sebagai dewa takdir yang baru.


"Sudah waktunya untukmu melihat masa lalu nak, dimana dewa sesungguhnya hidup dan kenapa masa saat itu hancur lebur!" ucap Mingyun.


"Apakah aku harus melihatnya?" tanya Lin Tian serius.

__ADS_1


"Ayo mulai!" ucap Ming Yun.


Lalu tanpa menunggu jawaban dari Lin Tian dia dengan paksa membalikan waktu ke zaman dimana dia masih hidup dulu dan zaman itu adalah zaman dimana permulaan hancurnya dunia itu dan zaman dimana perang besar terjadi selama ini.


Perlahan Lin Tian mulai merasa pusing dan dia akhirnya tidak sadarkan diri, sedangkan setelah Lin Tian tidak sadarkan diri suasana di tempat itu berubah menjadi jalanan menuju sebuah kota.


Tepat saat Lin Tian terbaring disana sebuah kereta melewati dirinya, tapi tidak ada yang peduli dengan Lin Tian yang tidak sadarkan diri itu.


"Hm? berhenti!" teriak seorang prajurit yang menunggangi kuda, di belakangnya ada kereta mewah yang dijaga ketat Oleh banyak prajurit berkuda dan di persenjatai degan tombak.


Pria itu turun dari kereta dan mencoba untuk membangunkan Lin Tian yang tidak sadarkan diri itu, tapi bagaimana pun dia membangunkannya tetap saja Lin Tian tidak sadarkan diri. Akhirnya suara dari dalam kereta membuat prajurit pria itu mengangkat Lin Tian dan meletakkannya di dalam kereta mewah itu.


"Apa tidak masalah kapten kita membawa pria itu? aku takut dia akan menyakiti tuan kita" ucap seseorang prajurit di sampingnya.


Mendengar perkataan kaptennya, prajurit tersebut tidak lagi protes dan kembali ke posisinya. Kereta itu lalu berjalan menuju pintu kota yang cukup besar itu, dan setelah memperlihatkan lencana kepada para penjaga gerbang mereka dibiarkan masuk dengan mudah.


"Haa... kapan kita kembali ke istana?" tanya seorang wanita muda yang ada di dalam kereta mewah itu.


"Bersabarlah, setelah melewati kota ini kita akan kembali pulang dan kamu bisa bermain sepuasnya setelah kita kembali nanti" ucap wanita yang wajahnya tertutup oleh cadar.


Meskipun begitu suaranya yang lembut, mata berwarna hitam di tambah dengan tubuhnya yang terlihat sempurna bagi wanita sudah merupakan daya tarik luar biasa bagi para pria saat melihatnya.


"Ugh! permaisuri kamu keluar secara sembunyi-sembunyi sekarang untuk melihat keadaan negeri kita agar dapat mengetahui sifat kaum bangsawan di negeri kita, tapi kenapa kamu malah membantu membawa pria yang entah darimana asalnya ini?" Tanya wanita itu lagi kepada sang permaisuri.


"Hunhu, kamu adalah seorang jenderal wanita terkuat di kekaisaranku tapi kenapa sikap mu seperti anak kecil di depanku? dimana jenderal Tombak es yang di kenal sangat dingin itu?" tanya wanita yang di panggil permaisuri itu.

__ADS_1


"Ugh! aku tidak ingin mendengarnya dari kakak, lagian negeri kita sudah menjadi yang terkuat dari kekaisaraan dan kerajaan lainnya, bahkan sekte besar pun tidak sebanding dengan kita! kenapa kita harus memeriksa kota seperti ini?" jawab Wanita bernama Hunhu.


Sebenarnya mereka berdua adalah dua saudari sedarah dan memiliki orang tua yang sama, tapi usia mereka berbeda beberapa tahun yang membuat sang permaisuri itu menjadi kakak tertua bagi Hunhu.


"negeri kita meskipun yang terkuat dari negeri lain tetap saja masih tidak sebanding dengan delapan dewa Dewi, juga kamu harus tahu semakin besar dan kuat sebuah negara maka semakin banyak tikus-tikus nakal yang muncul!" jawab permaisuri dengan nada menghela nafas.


Semakin besar negeri mereka dan semakin kuat juga negeri mereka maka semakin banyak juga masalah yang berasal dari dalam negeri mereka sendiri, kadang juga karena para bangsawan merasa kalau negeri mereka sudah sangat kuat maka mereka dapat dengan bebas melakukan apapun terhadap negara maupun negeri yang lebih lemah dari mereka.


"Apakah benar begitu?" tanya Hunhu dengan wajah penasaran.


Bukkk..


"Aduh! kakak kenapa kamu memukulku?" tanya Hunhu.


"Kamu ini... Jangan berpura-pura bodoh di depan kakak! harusnya kamu juga tahu meskipun kakak tidak memberitahumu" ucap permaisuri sambil terlihat marah memandang adiknya itu.


"Haa... aku ini hanya wanita yang lembut dan penuh perhatian kak, mana mungkin aku tahu hal seperti itu" jawab Hunhu terlihat agak malas menjawab hal itu.


"Mmmm?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2