
"Kenapa? kenapa hidupku begini?" ucap Lin Guang yang terlihat sedang sedih di depan istana alam bawah.
Dia sebelumnya mabuk dan di tinggalkan oleh Bai kecil, bukan di tinggalkan tapi Bai kecil lupa dengan keberadaannya akibat dari itu Lin Guang dengan sedih mencoba berkeliling mencari cara untuk keluar dari alam bawah tapi semua itu gagal.
Dia juga pernah bertanya kepada beberapa jenderal yang sengaja di tinggalkan disini untuk menjaga alam bawah serta ketertiban para roh yang datang kesini untuk bereinkarnasi.
Hasilnya sama mereka tidak mengetahui cara untuk keluar kecuali dengan izin dari kaisar atau jenderal yang memiliki token alam bawah, dia pun dengan sedih duduk di tangga istana sambil meminum anggur sisa yang dia simpan beberapa waktu ini.
"Ah! saudaraku, jika kamu nanti tidak memberikan aku kompensasi maka aku tidak akan memaafkanmu!" ucap Lin Guang sambil meminum anggurnya.
Tak berselang lama saat dia masih sedih, sosok pria tampan muncul tepat di depan tangga istana, saat Lin Guang melihat sosok itu dia hanya terus minum karena dia tidak percaya kalau sosok itu ada.
"Sial! aku melihat kalau sepupu kecilku disini, apakah aku berhalusinasi karena terlalu banyak minum?" fikir Lin Guang.
Lin Tian yang datang melihat Lin Guang mabuk membuat dia tidak bisa berkata apa-apa, baik pamannya dan juga sepupu laki-lakinya memiliki prilaku yang sama dengan lima berandalan.
"Lima saja sudah pusing di tambah dengan sepupu dan paman, entah apa yang akan terjadi saat mereka berkumpul" fikir Lin Tian.
"Hei! jangan menghalangiku, pergi dari sini! aku harus menjaga istana alam bawah ini" ucap Lin Guang dengan suara agak tidak jelas.
"Kenapa kamu minum jika memang kamu sedang menjaga tempat ini?" tanya Lin Tian.
"Hei, minum dapat membuat orang bahagia jadi karena itulah aku minum tapi meskipun begitu aku tetap sangat kuat saat bertarung dengan keadaan mabuk" jawab Lin Guang.
"Hei.. Kalau begitu aku ingin melihatnya sendiri" ucap Lin Tian dengan senyum dining.
Tiba-tiba Lin Guang tidak dapat bergerak dan dia di tarik oleh Lin Tian, dia ingin memberontak tapi tubuhnya telah disegel oleh Lin Tian.
"Ah! kemana kau membawaku?" ucap Lin Guang kesal.
Teriakannya membuat para penjaga dan jenderal yang ada di ibukota alam bawah kaget, mereka berfikir kalau ada musuh yang menyerang tapi saat mereka melihat sosok akrab menarik Lin Guang wajah semua orang tenang seketika itu.
__ADS_1
Jadi mereka tidak terlalu peduli dengan nasib pemuda tersebut karena berada di tangan kaisar mereka sendiri, dan mereka juga berlutut untuk menghormati Lin Tian yang telah mereka anggap kaisar langit baru.
"Siapa dia? kenapa kalian terlihat sangat menghormati dia?" tanya roh yang sedang antri ke cermin samsara kepada penjaga yang tiba-tiba berlutut itu.
"Dia adalah kaisar langit, penguasa seluruh dunia serta dewa tertinggi di alam langit! dia juga memiliki hak untuk memutuskan kamu masuk neraka atau bereinkarnasi, bagi kami dia adalah kaisar sebenarnya yang layak kami puji" ucap penjaga itu penuh hormat dan merasa bangga bisa menjadi penjaga alam bawah yang baru.
Mendengar kalau pemuda itu adalah kaisar langit roh-roh disana ketakutan, karena mereka tadi tidak berlutut di hadapan Lin Tian.
"Tenang saja, kaisar kami adalah orang yang sangat baik dan juga rendah hati! kami berlutut disini juga tanpa setau dia kalau dia tahu maka dia akan marah" ucap penjaga yang mengetahui isi fikiran para roh-roh mati itu.
Mendengar perkataan penjaga roh-roh itu barulah tenang, tapi hati mereka masih penasaran dengan sosok kaisar langit yang dikatakan oleh penjaga itu karena dia bisa membuat seluruh pasukan yang berada di bawahnya menghormati dia bukan takut kepada dia.
Bagi mereka pemimpin yang dapat melakukan hal seperti itu sangatlah jarang, apalagi mungkin hanya beberapa pemimpin yang bisa membuat rakyatnya begitu menghormati dia.
......................
BOOMM...
"Oi! ingat kamu juga bisa menjadi besar, kenapa malah protes dengan ukurna tubuhnya? hei.. harusnya kita bersyukur karena kita bisa menjadi manusia" ucap Bai kecil.
"Ha? memang kenapa kak?" tanya naga kecil.
"Harusnya aku yang bertanya kepadamu, sekarang cobalah kamu fikirkan apa dia bisa minum seperti kita? atau apakah dia bisa menikmati wanita? ayolah! dengan ukuran tubuh seperti itu mana mungkin dia bisa menikmati hal yang kita nikmati" jelas Bai kecil.
"Kakak benar, ular seperti ini juga belum tentu punya itu bukan?" ucap naga kecil sambil terus menghindari serangan dewa ular.
Mendengar perkataan naga kecil wajah dewa ular sangat jelek, itu adalah sesuatu yang membuat dia sangat sensitif dan sakit hati. Karena itu dia langsung membuka mulutnya dan mencoba untuk menelan naga kecil yang menghindari salah satu kepala dewa ular itu.
"Mau menelanku? apakah kamu layak?" ucap naga kecil.
Naga kecil langsung menghilang sesaat mulut dewa ular itu akan menelannya, dan dia muncul di belakang dewa ular dengan bersiap menendang kepala dewa ular.
__ADS_1
BOOMM...
"Arg!"
Dewa ular kesakitan akibat kepala belakangnya di tendang naga kecil yang membuat dia langsung terbang di ikuti dengan delapan kepalanya.
BOOMM...
"Lihatlah! aku hanya menendang satu tapi berhasil memasukan sembilan angka, memang sangat luar biasa dan juga bagaimana mereka bisa mempunyai itu" ucap naga kecil.
"Adikku, kamu harusnya tidak perlu menendang kepalanya begitu bukan? kasihan dia bagaimana jika kamu merusak otaknya? dan kita tidak bisa memakan otaknya lagi" ucap Bai Kecil agak mengeluh kepada naga kecil.
"Iya benar itu, ayolah saudaraku berhati-hatilah untuk tidak merusak dagingnnya" tambah Su Kun yang bertarung dengan dua tetua pedang bintang.
Naga kecil menepuk jidatnya karena lupa kalau mereka telah merencanakan untuk membakar dewa ular itu, jadi dia sungguh malu karena telah memukul kepala dewa ular itu.
"Hei, aku berencana memukul benda kecilnya tapi aku tidak melihatnya jadi tanpa sadar aku menendang kepala ular bodoh itu" ucap Naga kecil agak mengeluh.
"Kurang ajar.. aku tidak akan memaafkan kalian!" teriak ular berkepala sembilan itu dengan marah, tiba-tiba energi mayat menyelimuti dewa ular itu dan anehnya energi mayat dari para tetua keluarga Tian seperti terhubung dengan dewa ular.
"Ah! jangan dewa ular!" teriak pemimpin dari lima pedang bintang.
"Ah!"
Mereka semua berteriak kesakitan dan perlahan berubah menjadi sekumpulan Energi mayat yang langsung terbang masuk ke dalam tubuh dewa ular, tidak terduga tiba-tiba sembilan kepala dewa ular berubah menjadi kepala naga dengan sayap serta tubuh yang mirip dengan Naga kecil dulu.
"Oi..oi.. ini bukankah sangat gawat?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...