
"Eh? maaf anakku" ucap Ying Huanhuan melepaskan Lin Tian dari pelukannya.
Lin Tian akhirnya bisa bernafas setelah di peluk erat oleh Ying Huanhuan sebelumnya. Meskipun dia datang dengan klon tapi bagaimanapun itu tetap adalah bagian dari tubuhnya sendiri jadi tentu saja dia bisa merasakannya juga.
"Anakku? ini hanya klon mu?" ucap Ying Huanhuan yang telah memperhatikan sesuatu yang aneh dari Lin Tian.
"Iya ibu! aku belum bisa datang kesini karena di istana langit perlu beberapa hal yang harus aku kerjakan" jawab Lin Tian jujur
"Apakah kamu sudah menjadi kaisar langit yang baru?" tanya Ying Huanhuan kaget.
"Hm.. baru saja ibu".
Ying Huanhuan agak terdiam sementara waktu karena dia merasa anaknya tidak perlu menjadi kaisar langit yang baru atau apa yang namanya penguasa alam langit. Karena bagaimanapun dia mempunyai Al es, atau ayahnya yang juga mempunyai alam elemen untuk dia kuasai dan itu tidak terlalu memiliki tanggung jawab seberat kaisar langit.
"Ibu tenang saja, semuanya berada dalam kendaliku! dan aku melakukan ini juga untuk keluarga kita".
Lin Tian yang mengerti apa isi fikiran ibunya mencoba untuk menghibur Ying Huanhuan. Setelah cukup lama di hibur dan di bujuk oleh perkataan manis Lin Tian, Ying Huanhuan hanya menghela nafas lemah menerima keadaan anaknya itu.
"Ibu, ada hal lain yang perlu kamu tahu tapi nanti akan ku beritahu! sekarang mari kita lihat ayah dan ibu Ling" ucap Lin Tian melihat ke arah pertempuran besar yang lain.
Dia melihat kalau Ayahnya sudah hampir berhasil memenangkan pertempurannya dan juga ibu Lingnya terlihat sudah membunuh musuhnya juga. Hanya saja jenderal yang di lawan ayahnya telah berubah menjadi manusia setengah kelelawar.
"Mereka benar-benar telah berhasil melakukan hal itu" ucap Lin Tian setelah melihat pertempuran ayahnya tersebut.
Lin Tian tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari tubuhnya. Itu adalah tombak yang diberikan oleh Lin Sang sebelum dia pergi ke negeri langit. Tombak berwarna biru dan meniliki simbol setiap elemen di ujungnya.
"Ini..? tombak Elemen?".
Bahkan Ying Huanhuan kaget melihat tombak yang di pegang oleh Lin Tian itu. Bisa dibilang jika tombak Lin Dong sekarang adalah tombak yang di buat olehnya di masa dia berada di dunia dewa dengan menggunakan bahan-bahan yang langka di dunia dewa. Tapi tombak elemen ini sendiri adalah tombak yang di buat murni dari berbagai elemen kuat yang berada di alam langit, bisa di bilang itu adalah senjata yang sama atau lebih kuat dari tombak emas yang dimiliki oleh Lin Tian.
"Ayah tangkap!" ucap Lin Tian melemparkan tombak itu ke arah Lin Dong.
__ADS_1
Lin Dong yang melihat tombak datang tersenyum. Setelah itu dia langsung menghancurkan tombak yang ada di tangannya dan langsung meraih tombak biru itu dengan tangan kanannya.
"Saudaraku! sudah lama" ucap Lin Dong.
Seketika tombak biru itu merespon apa yang dikatakan Lin Dong dengan cara bergetar untuk sesaat. Melihat hal itu Lin dong semakin tersenyum lebar karena akhirnya dia bertemu lagi dengan saudara seperjuagannya yang telah lama tidak bertemu.
"Ayo! El, mari tunjukan kekuatan gabungan kita!" ucap Lin Dong.
Clang...
Seketika tombak biru itu bergetar dan energi berwarna biru menyelimuti Lin Dong yang langsung mengubah rambut Lin Dong menjadi biru gelap dengan mahkota di kepalanya dan simbol berbentuk tombak di keningnya.
"Teknik tombak kedelapan! penyatuan elemen".
Tombak elemen bergetar setelah di angkat olehnya dan delapan bola aneh muncul di atas tombak itu mewakili setiap elemen yang ada. Lin Tian yang melihat teknik serangan milik ayahnya kaget di karenakan itu hampir mirip dengan teknik serangan yang dia punya.
"Aku tidak menyangka kalau ayah juga bisa melakukannya" ucap Lin Tian sambil tersenyum kecut.
Dia baru sadar sekarang ternyata kalau teknik yang dia miliki ayahnya juga bisa melakukannya. Ini membuat dia salut dengan ayahnya dan juga penasaran tingkat apa yang telah di capai ayahnya dulu sampai-sampai kaisar langit menghormati dia bahkan Bai kecil juga ada sedikit ketakutan saat melawan ayahnya dulu.
"Apa kamu fikir serangan ke..."
Wajah sang jenderal ketakutan saat merasakan energi yang ada di setiap bola elemen itu. Dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk melindungi tubuhnya dari serangan delapan bola elemen tersebut.
Karena dia pun yakin kalau tidak ada waktu untuk menghindari serangan itu. setelah delapan bola itu mendekati jenderal setengah kelelawar itu, bola tersebut langsung meledak dan mengeluarkan setiap elemen yang berbeda.
BOOMM..
"Ah!'
Ledakan gabungan delapan elemen membuat jenderal kelelawar itu tidak dapat menahannya yang membuat tubuhnya perlahan hancur oleh ledakan gabungan itu sebelum menghilang menjadi debuh di tempatnya.
__ADS_1
"Ayahku memang sangat kuat" ucap Lin Tian saat melihat serangan ayahnya tersebut.
Lin Dong tersenyum menatap Lin Tian anaknya itu. Meskipun dia adalah orang yang acuh di luar tapi jika itu untuk keluarganya dia tentu tidak bisa acuh juga. Dan penyesalan yang ada padanya selama ini adalah tidak mempercayai Lin Tian saat dia melakukan itu dulu.
Hatinya terasa sakit karena merasa bersalah, meragukan anak kandungnya sendiri yang sendirian berjuang melindungi dunia dewa ini. Dan dia dengan orang lain menyalahkan anaknya melakukan sesuatu yang kejam kepadanya saat itu.
Swisshh..
"Nak! maafkan ayah" ucapan pertama yang keluar dari mulut Lin Dong saat telah dekat dengan Lin Tian.
"Ayah! itu adalah masa lalu dan aku tidak pernah menyalahkan ayah ataupun ibu" jelas Lin Tian dengan senyum lembut menatap ayah dan ibunya itu.
"Tapi tetap saja ..."
"Ayah! aku memberitahumu satu hal yang agak memalukan apa kamu ingin tahu? dan ini juga buat ibu" ucap Lin Tian menatap keduanya.
"Apa itu?" tanya keduanya serentak.
Lin Tian memberitahu kelakuan neneknya dan juga dua sepupunya kepada Lin Dong dan juga Ying Huanhuan. Awalnya Ying Huanhuan dan Lin Dong sedikit tidak tertarik tapi semakin mereka mendengar semakin malu mereka berdua memikirkan kelakuan keluarga mereka.
"Ibu ini...! jika aku kembali aku akan menghukumnya. Pasti! dan juga gadis kecil ini juga berani melakukan hal memalukan seperti itu? hais!" ucap Lin Dong telah memutuskan nasib Ming Bi'er dan juga Lin Xin setelah bertemu.
"Dua keponakanju itu ternyata nakal juga, sepertinya aku harus bicara baik-baik dengan kakakku itu" ucap Ying Huanhuan dengan tersenyum.
Tapi Lin Tian tahu kalau ibunya sedang marah sekarang. Dan dia dalam hatinya hanya bisa diam-diam berdoa agar pamannya bisa selamat dari amarah ibunya.
"Nah! anakku apa yang ingin kamu katakan kepada ibu tadi?" tanya Ying Huanhuan melihat kalau semua pertempuran disana sudah mulai berakhir.
"Eh?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...