Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
284. Kecemburuan Dewi Phoenix kegelapan


__ADS_3

"Itu karena yang kamu serang adalah ibuku! hais...! mangkanya jangan dendam saja yang di fikirkan. Cobalah mencari pria yang baik dan memiliki keluarga sendiri! itu lebih bagus daripada memikirkan dendam yang telah lama" jawab Lin Tian yang agak menghina Dewi Phoenix kegelapan.


"Kamu!" wajah Dewi Phoenix kegelapan menjadi sangat jelek setelah mendengar ucapan Lin Tian.


"Kamu apa? kamu mati saja! tinju gunung" ucap Lin Tian memukul ke arah Dewi itu dan tinju raksasa langsung terbang mengarah kepada Dewi itu dengan sangat cepat.


BOOMM..


"Ugh!".


Dewi Phoenix kegelapan mundur beberapa langkah kebelakang dengan darah menetes dari mulutnya. Dia menatap Lin Tian dengan mata kebencian dan juga kaget dengan kekuatan yang di tampilkan Lin Tian.


"Menyerahlah! dan kaisar ini akan mengampuni kamu" ucap Lin Tian menatap Dewi Phoenix kegelapan dengan wajah tenang.


"Menyerah kepadamu? hahaha! bocah! sombong sekali kau memanggil dirimu dengan sebutan kaisar. Apa kamu fikir dirimu adalah kaisar langit?".


Dewi kegelapan menghina Lin Tian yang dengan sombong memanggil dirinya sebagai kaisar tapi yang tidak dia tahu bahwa perkataannya tadi harus dia telan lagi tanpa dia sadari.


"Oh! aku lupa memperkenalkan diriku yah? namaku Lin Tian dan aku kebetulan adalah kaisar langit yang baru" ucap Lin Tian dengan senyum mengejek memandang Dewi itu.


"Apa?" Ying Huanhuan juga kaget setelah mendengar ucapan Lin Tian.


Apalagi Dewi Phoenix kegelapan menatap Lin Tian tidak percaya, tapi sesaat dia akan mengatakan sesuatu muncul tombak emas di tangan kanan Lin Tian berserta armor emas yang ikut menutupi seluruh tubuhnya.


"Ka..kamu!" wajah Dewi Phoenix ketakutan saat merasakan aura Lin Tian yang cukup untuk membunuhnya puluhan kali.


"Karena kamu tidak mau menyerah maka terima hukuman atas apa yang telah kamu lakukan" ucap Lin Tian mengangkat tombak emas dan melemparkannya ke arah Dewi Phoenix kegelapan yang masih diam tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Swisshh..

__ADS_1


"Ugh!"


Tombak emas itu langsung menusuk tepat di dada Dewi Phoenix kegelapan, yang menembus langsung ke punggung Dewi Phoenix kegelapan itu. Wanita itu hanya menatap tombak emas yang telah menembus tubuhnya itu dan berusaha untuk menariknya. Sayang, seberapa keras dia menarik tombak itu tetap tidak bergerak sedikitpun.


Malah dia merasa kalau kekuatan hidupnya telah mulai di hisap oleh tombak emas itu secara perlahan. Dia dengan sedih menatap Lin Tian lalu menatap Ying Huanhuan yang juga menatapnya.


"Kenapa? kenapa Kamu selalu beruntung?" ucap Dewi Phoenix kegelapan dengan sedih.


"Apa maksudmu aku selalu beruntung?" tanya Ying Huanhuan tidak mengerti.


"Dari dulu kamu memiliki apa yang tidak aku miliki! saat aku menyukai dewa elemen dan berharap bisa menjadi istrinya tapi tak ku sangka malah dia menyukaimu dan kamu menikah dengan dia!"


"Lalu, kamu bisa mendapatkan hidup yang bahagia melebihi diriku sampai sekarang! lihatlah! anakmu telah menjadi kaisar langit dan juga kami masih tinggal bersama suamimu setelah bereinkarnasi. Sedangkan aku? aku hidup sendiri baik di masa lalu maupun sekarang. Aku membenci kehidupan bahagiamu! aku membenci diriku yang sendiri ini".


Dewi Phoenix kegelapan terus berteriak dengan lemah mengeluarkan semua keluhannya terhadap Ying Huanhuan. Sedangkan Ying Huanhuan dan Lin Tian terdiam menatap Dewi Phoenix kegelapan itu.


"Kenapa hanya karena itu kamu membenci ku? dan rela bertarung mati-matian denganku? itu hanyalah alasan bodoh" jawab Ying Huanhuan dengan keras.


"Kamu berfikir hidupmu sulit? tapi apakah kau tidak tahu kalau di dunia manapun pasti akan ada yang hidupnya lebih sulit darimu?" ucap Lin Tian yang langsung membuat Dewi Phoenix kegelapan terdiam.


"Untuk apa kamu menjadi Dewi kalau kamu tidak dapat mengontrol kebencian itu? dan untuk apa kamu hidup selama ini jika kamu hanya ingin balas dendam? bukankah berarti selama ini kamu telah membuang-buang hidupmu?"


"Kau..!"


"Apa? kamu bodoh! kamu wanita bodoh! mencintai ayahku? kenapa kamu tidak memberitahu dia dan malah membenci ibuku? ayolah! kebodohan mu benar-benar melebihi lima orang yang aku kenal! bahkan walau mereka bodoh tapi mereka masih menikmati hidup mereka! Iya, walaupun bisa di bilang mereka cerdas dalam membuat orang susahnya" ucap Lin Tian.


Di tempat lain tujuh sosok sedang menikmati waktu mereka yang bahagia setelah memanggang dan meminum anggur nikmat yang mereka punyai itu.


"Achuu!"

__ADS_1


Lima di antaranya langsung bersin serentak entah kenapa dan tanpa tahu kenapa. Kelimanya saling pandang dengan bingung untuk sesaat lalu tanpa peduli lagi terus melanjutkan menggigit daging yang mereka panggang.


Kembali ke pada Lin Tian sedang mengomeli Dewi Phoenix kegelapan yang sedang sekarat....


"Huf..! aku tidak menyangka dalam hidupku akan di omeli oleh seorang pria muda sepertimu" ucap Dewi Phoenix kegelapan yang dalam akhir hidupnya sadar kalau apa yang dia lakukan memang bodoh.


Dendam karena hidup orang lebih baik dari dirinya itu adalah kesalahan besar! karena setiap hidup seseorang pasti akan ada perbedaan yang terlihat jelas dalam hidup mereka. Dan pasti juga akan ada masa indah dan sulit di dalam hidup setiap makhluk hidup yang ada.


"Kau benar! aku memang telah membuang waktuku selama ini" ucap Dewi Phoenix kegelapan dengan senyum di wajahnya.


"Nak! aku berterima kasih kepadamu. Dan aku hanya bisa mengatakan sesuatu sebagai hadiah untukmu yang telah membuat aku sadar atas kesalahanku".


"Berhati-hatilah, aku tidak tahu kenapa dewa penghancur menginginkan dunia dewa tapi sejauh aku tahu dari informasi yang aku dapatkan ada sesuatu yang sangat berharga dari zaman kuno berada di dunia dewa ini! dan kalau bisa kamu harus menghancurkannya atau mencegah tuanku untuk mendapatkan benda itu!"


"Karena itu mungkin dapat mengakhiri seluruh dunia dan dua alam yang telah ada selama ini atau kau bisa mengatakan itu adalah kehancuran total untuk kita semua" jelas Dewi Phoenix kegelapan yang seluruh tubuhnya mulai menghilang.


"Sampai jumpa Dewi es! dan selamat untukmu kaisar langit yang baru. Semoga alam langit menjadi lebih baik di tanganmu dan jangan sampai menjadi seperti orang itu".


Dewi Phoenix kegelapan akhirnya menghilang setelah menyampaikan apa yang ingin dia katakan kepada Lin Tian. Ada sedikit kehilangan di mata Ying Huanhuan untuk sementara waktu tapi itu segera berubah menjadi kebahagiaan karena dia langsung menerjang dan memeluk anaknya yang telah hilang lama itu.


"Anakku! anakku! maafkan ibu, ibu salah karena meragukan mu, maafkan ibu!" ucap Ying Huanhuan sembari menangis memeluk Lin Tian.


"Huf! tidak apa-apa ibu, semuanya juga salahku yang tidak memberitahu ibu juga" jawab Lin Tian lemah.


"Tidak! ibu yang salah, ibu yang salah" ucap Ying Huanhuan masih menyalahkan dirinya.


"Uhuk! ibu...!" ucap Lin Tian dengan suaranya semakin melemah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2