Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
364. Bai kecil yang babak belur


__ADS_3

"Hm! apa?". Lin Niao hanya membalas Naga kecil dengan acuh, dan wajahnya yang cantik terlihat kesal saat menatap Naga kecil.


Naga kecil tidak bisa mengatakan apapun saat menatap wajah marah Lin Niao, ia menghela nafas berat di hatinya. Sudah lama dia tidak bertemu dengan wanita ini, dan juga dia selalu lari dari wanita yang telah mengisi hatinya selama ini.


"Maaf" kata itulah yang bisa keluar dari mulut Naga kecil sambil memasang wajah sedih.


Lin Niao melihat wajah naga kecil cukup kaget, karena pria ini sangat jarang meminta maaf setulus ini kepada orang lain. Entah kenapa hati Lin Niao yang awalnya masih ingin marah malah menjadi lembut, bukan dia tidak ingin mengerti perasaan naga kecil tapi sifat pria ini yang selalu lari dari dirinya membuat dia sangat kesal.


"Selama kamu sadar kesalahanmu itu tidak masalah" Lin Niao akhirnya berbicara dengan suara melembut. Naga kecil merasa senang di hatinya setelah mendengar kalau Lin Niao memaafkan dirinya.


"Naga kecil, bagaimana disini? bukankah seharusnya kita berkumpul bersama baru berangkat?" tanya Lin Dong bingung menatap naga kecil.


"Bukan aku yang melakukannya, tanya sendiri kepada kakak" jawab Naga kecil menghela nafas menunjuk ke arah Bai kecil yang sedang tidur.


Semua orang yang mengikuti Lin Dong melihat ke arah yang di tunjuk naga kecil, benar saja awalnya mereka berfikir kalau Bai kecil yang membawa pasukan alam binatang suci. Dan yang mereka lihat sekarang adalah bos besarnya sedang tidur dengan enaknya tanpa memberikan perintah lain kepada anakbuahnya.


"Bagaimana? sekarang kalian lihat bukan? awalnya sepuluh hari yang lalu kami datang dan..."


Naga kecil menceritakan apa yang terjadi sepuluh hari yang lalu, Lin Dong mendengar cerita naga kecil tiba-tiba mengerti kenapa Bai kecil membawa pasukan duluan sebelum mereka kesini. Lin Dong tersenyum sambil mengangguk puas dengan apa yang dilakukan oleh Bai kecil.


"Bocah berandalan ini meskipun sikapnya aku tidak suka tapi dalam hal-hal seperti ini dia benar cocok untuk memimpin" ucap Bai Wutian memuji anaknya.


Dua dewa kuno lain juga setuju dengan ucapan Bai Wutian, jika tidak ada Bai kecil yang datang duluan ke tempat ini mungkin mereka akan mengalami pertempuran yang sengit. Tapi berkat Bai kecil musuh sekarang tidak berani masuk ke tempat ini dan malah membuat mereka berkesempatan untuk bersiap sepenuhnya untuk perang di depan.


"Iya! tapi ada satu hal yang harus aku dan saudari selesaikan, bukan?" ucap Lin Feng'er menatap Dewi bunga.


"Iya, pria ini harus sedikit di hukum karena kelakuan liarnya" jawab Dewi bunga berjalan mendekati Bai kecil yang tengah asyik tidur.


Semua pria yang ada disana sudah mengerti apa yang terjadi, karena itu mereka berbalik dan tidak ingin melihat semua yang terjadi takut kalau Bai kecil kesal dan menjadikan mereka sasaran Berandalannya.


"Kamu tidak ikut?" tanya Dewa takdir menatap Bai Wutian dan Bai Yu.

__ADS_1


"Tidak, mereka lebih berhak! kami sebagai orang tua hanya akan ikut campur bila menantu atau anak kami tidak dapat menyelesaikan masalah keluarga mereka. Itupun kami hanya akan menjadi penengah, karena kita sebagai orangtua tidak terlalu berhak ikut campur urusan keluarga anak kita" jawab Bai Yu dengan tenang tanpa sedikitpun khawatir keadaan Bai kecil selanjutnya.


Saat Dewi bunga dan Feng'er mendekati Bai kecil, Bai kecil terlihat tidak sadar mengubah posisi tidurnya yang membuat salah satu tangannya menyentuh dada milik Lin Feng'er. Wajah Lin Feng'er memerah dan dia mencoba menahan agar tidak marah.


"Haaa... ukurannya kurang besar! sungguh sayang sekali" ucap Bai kecil tanpa sadar. lalu Bai kecil memindahkan tangannya lagi dan menyentuh dada Dewi bunga.


"Lumayan, dan cukup bagu! tapi tidak sebagus punya beberapa peri disana, haaa! aku ingin sekali melihatnya lagi" ucap Bai kecil tanpa sadar.


"Puf!!". semua pria yang ada disana muntah mendengar ucapan Bai kecil, mereka merasa kalau Bai kecil tidak sadar kalau ucapannya telah membangunkan dua singa betina yang sedang tidur.


Benar saja, kedua wanita itu sangat marah dan langsung memukul Bai kecil tanpa berbelaskasihan sedikitpun.


"Aw..aw! siapa yang memukulku? berhenti! oi! sakit! jangan wajahku!" Bai kecil yang di pukuli tidak bisa melihat dengan jelas orang yang memukulnya, jadi dia terus mengutuk pemukulnya tersebut.


"Kau mengutuk kami? bagus! lanjutkan pukulannya saudari". ucap Lin Feng'er.


"Baik!".


"Eh? dua istriku yang cantik? ah! berhenti, ampuni aku" ucap Bai kecil yang sadar kalau suara barusan adalah istrinya.


"Sadar?" tanya Lin Feng'er.


"em! sadar!" jawab Bai kecil dengan cepat.


"Bagus! sekarang hukumanmu hanya itu, jika kita keluar dari sini hidup-hidup bersiap untuk menerima hukuman lainnya! jika coba kabur lagi, tidak akan ada akhir yang baik untuk kamu dan kita, mengerti?".


"Siap! mengerti Madam!" jawab Bai kecil dengan sigap.


Akhirnya kedua wanita membebaskan Bai Kecil dikarenakan Masalah di depan mereka lebih penting. Bai kecil yang dalam keadaan bengkak hanya dapat mengangguk saat di tanya oleh Lin Dong, itu karena dia tidak di perbolehkan untuk menelan Pill penyembuh oleh dua istrinya itu.


"Dimana yang lain?" tanya naga kecil.

__ADS_1


"Mereka di dalam istana kecil" jawab Lin dong mengeluarkan istana kecil yang berisi puluhan juta pasukan.


Bai kecil dan naga kecil mengangguk, mereka segera bergerak dengan kapal perang menuju ujung lorong portal untuk masuk ke tata Surya dimana para meteor telah menunggu mereka. Tentu, Bai kecil sedikit memberi rencana bagus setelah di izinkan oleh dua istrinya menelan Pill penyembuh.


"Kalian siap? ayo, aku hitung dari lima saja" ucap Bai kecil.


"Kakak, jangan salah hitung lagi! kamu mengatakan kalau bola meriamnya hanya tersisa sedikit jadi kita perlu berhemat".


"Apa yang kau fikirkan? berhemat? tidak! pakai semua dan bersiap menembak ke depan" perintah Bai kecil dengan keras kepada seluruh pasukannya yang.memegang meriam.


"Tapi .."


"Ini perintah kapten tampan Bai!" ucap Bai kecil dengan tegas menolak mendengar komentar mereka.


Lin Dong hanya diam menatap semua yang dilakukan oleh Bai kecil, meskipun dia juga bingung dengan apa yang dilakukan oleh Bai kecil, tapi dia tidak ragu untuk percaya kepada Bai kecil.


"Siap! Lima, satu, Tembak!". ucap Bai kecil.


"Ha? masih ada angka empat, tiga, dua kenapa lima langsung ke satu?". tanya naga kecil bingung.


"Sial! tembak saja!" ucap Bai kecil menendang pantat naga kecil.


Baamm..


Swisssshhhhh....


Semua meriam di tembak kedepan, tepat dimana ujung portal masuk tata Surya berada.


BOOMM..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2