
"Dia tidak melewati jembatan kami! meskipun ada kabut darah di jembatan seperti yang kamu lihat, kemungkinan itu hanya di sisi bagian luar saja" jawab patung beramata biru.
Dia menjelaskan kalau jenderal Dong mungkin menggunakan token alam bawah untuk pergi ke sisi paling aman dari sini untuk keluar dan masuk. sisi jembatan ini memang memiliki sebuah istana besar yang biasa digunakan oleh para pengawas alam bawah untuk memeriksa seluruh roh yang datang ke alam bawah.
Tapi sejak dewa neraka pergi dan berkhianat ke kaisar langit sebelumnya tempat itu pun kosong, dan sejak itupun semua roh yang melewati jembatan ini akan di hukum sesuai dengan berat dan ringannya dosa mereka. Jika dosa mereka lebih berat maka mereka akan ditarik ke bawah, tapi jika dosa mereka tidak berat maka mereka akan bisa melewati jembatan takdir ini.
"Jadi token kah? kenapa aku sepertinya pernah melihat hal itu entah dimana?" fikir Lin Tian dengan wajah serius.
Lalu dia mengingat dimana Bai kecil dan dia sedang berbicara di ruangannya, saat itu Bai keicil terlihat sedang mempermainkan sebuah token berbentuk bulat di ruangan itu. Di token itu juga ada gambar istana yang aneh dan tidak pernah Lin Tian lihat sebelumnya.
"Ah! sialan, kucing berandalan itu ternyata sudah duluan mengambil barang-barang dari jenderal Dong dan keluarga Dong, pantas saja kami hanya menemukan sedikit barang dari mereka" ucap Lin Tian mengetahui kenapa mereka tidak menemukan terlalu banyak barang berharga di seluruh keluarga Dong.
"Setelah aku kembali nanti, kucing sialan itu akan aku jadikan sop kucing" ucap Lin Tian dengan wajah kesal.
"Jika kamu melewati jembatan dan jalan ini maka kamu akan menderita sakit yang luar biasa, bahkan mungkin seluruh tubuh mu menjadi energi yang menyebar ke seluruh alam dan dunia yang ada" ucap patung merah melihat Lin Tian.
"Dan disini kami tidak bisa memberikan kamu jalan lebih jauh lagi karena peraturan tersebut." tambah patung bermata biru.
"Apakah benar tidak ada jalan?" tanya Lin Tian yang agak tidak tahu berkata apapun.
Kedua patung itu diam lagi, mereka saling pandang sebelum kembali memandangi Lin Tian dengan serius, saat Lin Tian melihat tatapan patung itu dia juga menatap mereka dengan tajam.
"Hanya ada dua orang yang bisa masuk kesini meskipun tanpa izin dari kami, satu dewa neraka kedua adalah kaisar langit! dan jika ada dewa lain yang ingin ke sisi ini dia harus meminta izin ke salah satu dari mereka" jelas patung biru kepada Lin Tian.
Lin Tian yang mendengar itu bukannya kecewa tapi wajahnya kembali cerah, dia melupakan siapa dirinya dan jika dia menggunakan statusnya maka dia bisa melewati jembatan tanpa harus bertarung dengan dua patung ini.
__ADS_1
"Kalau aku penerus kaisar langit bisakah?" tanya Lin Tian kembali.
"Tentu, selama ada bukti! karena kami tahu kalau kaisar langit juga telah mati jadi jika kamu adalah penerusnya maka kami akan mengizinkan mu ke sini" jawab patung bermata biru.
Lin Tian mengangguk, lalu dia mengeluarkan armor kaisarnya dan aura seorang kaisar dan saat kedua patung itu merasakan aura Lin Tian, keduanya langsung berlutut menyembah Lin Tian.
"Salam kaisar" ucap kedua patung itu serentak.
"Bangunlah! sekarang apa aku bisa ke sisi lain itu?" tanya Lin Tian sambil meminta mereka untuk bangun.
Kedua patung mengangguk, setelah mereka berlutut dan bangun kembali sesuai perintah Lin Tian. Saat Lin Tian akan berjalan melewati mereka dua patung itu terlihat bingun seperti mereka ingin mengatakan sesuatu tapi tidak berani.
"Katakan saja jika kalian ingin meminta sesuatu kepadaku" ucap Lin Tian yang mengerti dengan sikap mereka.
"Kaisar, ini permintaan lancang kami apa itu boleh?" tanya patung itu degan hormat.
keduanya lalu menceritakan tentang suku mereka yang hidup di sisi jembatan ini. Sejak dewa neraka pergi membawa seluruh bawahannya membuat suku patung suci menjadi orang yang bertanggung jawab dalam mengurus roh-roh yang akan bereinkarnasi.
Memang terlihat masih sesuai aturan tapi tetap saja itu tidak berfungsi dengan baik, karena kadang jembatan ini akan membawa orang-orang yang memiliki sedikit dosa lalu menariknya ke neraka. Ada juga kadang mereka melihat orang yang terlihat sangat murni dan tidak ada dosa malah di tarik ke neraka karena hanya dosa kecil yang telah mereka buat.
Bahkan dosa itu bisa di bilang juga tida di sengajai oleh roh tersebut, tapi neraka menganggap orang itu tetap bersalah jadi dia tetap di hukum di neraka.
"Apakah ada hal seperti itu?" Tanya Lin Tian heran.
"Iya kaisar, anda tahu kan kalau alam langit adalah alam tertinggi? dan juga ada tempat di sebut bumi di suatu tempat di luar tiga dunia?" tanya Patung bermata merah.
__ADS_1
"Iya, aku tahu itu! apalagi aku pernah kesana" jawab Lin Tian.
Patung itu juga menjelaskan kalau tempat itu adalah salah satu tempat para kultivator bereinkarnasi, mereka akan bereinkarnasi disana lalu hidup menjadi manusia biasa selama disana dan saat mereka mati maka mereka akan di kirim kesini untuk menerima hukuman semasa hidup mereka.
Dan kadang ada juga manusia dari bumi itu akan kesini dan melewati jalur reinkarnasi untuk hidup menjadi kultivator di tiga dunia ini, dan karena sistem disini tidak berjalan dengan baik maka ada beberapa hal yang membuat sebagian roh yang telah mati menjadi rugi.
"Tapi katamu istana itu kosong? seharusnya bukankah kalian bisa kesana untuk mencoba menjadi hakim alam bawah untuk sementara disana?" tanya Lin Tian.
"Kami tidak terlalu pintar untuk menjadi hakim kaisar, sejak dulu kami hanya menjadi penjaga disini karena izin dari kaisar langit dan dewa neraka" jawab patung merah.
Awalnya mereka hanyalah makhluk aneh di mata dunia, lalu karena mereka berbeda dengan makhluk lain membuat mereka menjadi di jauhi oleh yang lain. Saat itu kaisar langit yang mengetahuinya memberikan suku mereka tempat tinggal dan pekerjaan untuk mereka.
Kaisar langit menugaskan mereka untuk menjaga ketertiban yang ada disisi lain alam bawah, dimana roh aoam berkumpul dan menentukan nasib mereka. Dan juga karena kekuatan merekalah tidak ada pelanggaran berat di sisi ini dulu, apalagi pernah suku mereka menjadi penjaga gerbang lain di ibukota yang memberikan arah kepada roh untuk menuju ke empat cermin di setiap sisi perbatasan yang ada di ibukota.
"Ehem! kalau begitu aku akan coba mencari beberapa orang nanti untuk membantu mengurusi alam bawah" janji Lin Tian kepada kedua patung itu.
"Terima kasih kaisar" kedua patung itu sangat senang mendengar janji Lin Tian kepada meteka.
"Bagus, kalau begitu aku pergi dulu" ucap Lin Tian.
"Kaisar! kenapa anda tidak menjadi penguasa alam neraka?".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...