Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
76. Lin Tian Marah


__ADS_3

"Sa..saudara Tian!" ucap Sheng Ju dengan wajah gembira melihat Lin Tian.


Swishh...


"Sungguh berani!" teriak pemimpin kelompok tersebut melihat temannya mati.


Lin Tian masih menatap mereka dengan wajah dingin, bahkan tidak ada lagi senyum di wajah Lin Tian seperti biasanya itu karena dia benar-benar sangat marah dengan apa yang telah di lakukan oleh orang-orang ini.


"Jadi itu kamu! hahaha.. bagus kalau begitu kami bisa membunuh mu untuk tuan muda kami" ucap pria tersebut menatap Lin Tian seperti seekor domba yang siap di sembelih.


"Saudara Tian lari! cepat pergi dan selamatkan saudari Chu'er" ucap Sheng Ju dengan wajah cemas.


Semua pemuda ini adalah alam dewa surgawi tingkat menengah puncak dan bukan lah lawan Lin Tian, meskipun dia tidak tahu kekuatan Lin Tian tapi setidak nya pasti sama dengan saudarinya.


Dengan musuh sebanyak ini mana mungkin dia bisa menang jadi lebih baik membiarkan Lin Tian pergi dan mencoba menyelamatkan saudari nya Sheng Chu'er.


"Kalian tidak akan bisa lari disini, tenang saja aku tidak akan membunuh mu! aku akan memperlihatkan kepadamu bagaimana wanita-wanita dari alam kehidupan menjadi pemuas kami, hahaha" ucap Pria yang memimpin kelompok itu.


"Sepertinya kalian benar-benar ingin mati" ucap Lin Tian dengan wajah kejam.


"Mari? apa kamu bodoh? hahaha, tangkap dia untuk ku!" ucap pria yang memimpin itu.


Semua orang di belakangnya pun maju dan berusaha menangkap serta menghajar Lin Tian, semuanya masih tertawa bahagia dengan menganggap Lin Tian hanyalah pria lemah.


Tapi....


BOOMM...


"Ah!"


Satu persatu tangan dari pemuda tersebut jatuh dan terpotong tepat di depan mata Sheng Ju dan Pria yang memimpin kelompok tersebut.


"A...apa?"


"Sebelumnya aku tidak maju berfikir kalau kalian tidak akan berani melakukan hal seperti ini, tapi aku salah! ternyata benar hati manusia tidak bisa di tebak meskipun dia dewa sekalipun tetap saja hati busuk mereka masih ada" ucap Lin Tian dengan wajah dingin nya.


"Ba...bagaimana mungkin? kenapa ada aura pedang yang kuat di sekitarmu? bukan kah kamu dari alam kehidupan" ucap pria itu dengan ketakutan.

__ADS_1


Semua pria yang tangan nya terpotong itu juga menatap Lin Tian dengan ngeri, mereka tidak menyangka kalau pemuda di depan mereka ini sangat kuat.


Jelas kalau bukan kekuatannya lemah makanya dia sembunyikan tapi itu karena kekuatan yang di miliki nya sangat kuat dan itu membuat dia tidak pernah menatap mereka semua sebagai saingan.


Dan sekarang mereka benar-benar telah membangunkan naga yang sedang tidur, bahkan beberapa dari mereka yang masih mempunyai satu tangan berusaha mengeluarkan token mereka untuk kabur dari sana.


Swish..


BOOMM....


"Jika kamu berani menyentuh ku maka alam angin tidak akan melepaskan mu!" ucap pria itu dengan ketakutan.


"Apa kamu fikir alam kehidupan takut? di mata nenek ku dewa mu hanya semut" balas Lin Tian dengan dingin.


BOOMM...


"Ah!" pria tersebut langsung menghindar dan mengambil tokennya lalu langsung menghancurkan nya.


"Mau lari? tidak semudah itu! berani menyentuh orang-orang ku maka tidak ada hidup bahagia untukmu!" ucap Lin Tian melihat ke arah lubang hitam.


Dengan kekuatan ruang dia menyerang ke arah dimana pria itu lari, tebasan pedang langsung masuk ke lorong ruang tersebut tanpa hambatan.


Tapi dalam kemarahan nya Lin Tian memunculkan banyak pedang ruang di langit dan langsung mengirimnya ke semua tempat dimana semua yang kabur itu menghancukan tokennya.


Di suatu tempat...


"Anak ini benar-benar kejam!" ucap leluhur dari segala roh.


Dia sebelumnya sengaja untuk tidak memberikan Lin Tian token, itu agar dia bisa melihat apa yang akan di lakukan oleh pria muda itu.


Tapi dari awal dia tidak menyangka kalau pria ini berhasil menggunakan kekuatan ruang nya dan melancarkan serangannke setiap Orang-orang tadi yang kabur menggunakan token yang khusus di buat oleh nya sendiri.


"Apa karena ini kamu percaya padanya? tapi itu masih belum cukup!" ucap Leluhur roh dengan serius.


Lin Tian yang sedang marah tiba-tiba menatap ke langit dengan wajah dingin nya, hal itu sontak membuat Leluhur roh terkejut.


"Dia...!" roh leluhur itu tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

__ADS_1


Dia merasakan kalau Lin Tian seperti sedang menatap dirinya, dan tatapan itu sangat dingin sampai membuat dia menggigil di saat itu juga.


"Pemuda ini..? apakah mungkin bisa melawan takdir nya sendiri?" fikir leluhur roh dengan wajah serius.


Sedangkan Sheng Ju sudah tidak dapat berbicara setelah melihat apa yang terjadi di depannya itu, hampir tiga puluh orang kuat dari alam angin setengah darinya melarikan diri tapi yang lain terluka dengan tangan mereka tidak ada lagi.


"Apakah ini kekuatan sesungguhnya saudara Tian?" fikir Sheng Ju.


Lin Tian yang masih dalam keadaan marah langsung mengeluarkan banyak pedang roh dan membunuh sisa dari orang-orang dari alam angin dalam sekejap.


"Aaaaa..! tidak!" teriak mereka semua dengan ketakutan.


Tapi itu sudah terlambat karena mereka semua di bunuh oleh Lin Tian dalam sekejap, semua tubuh mereka terpotong menjadi beberapa bagian di saat itu juga yang langsung membuat Sheng Ju hampir muntah karena mual.


"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Lin Tian.


"Iya aku tidak apa-apa" balas Sheng Ju dengan mencoba menahan rasa mualnya.


Lin Tian mengagguk dia tiba-tiba kembali tenang dan wajah dingin nya pun telah hilang langsung seketika, di dalam kantong binatang naga kecil menjadi aneh merasakan hawa dingin yang di keluarkan Lin Tian sebelumnya.


"Apa yang terjadi dengan kakak?" ucap naga kecil sambil memikirkan sesuatu di kepalanya.


"Saudara Tian! bisakah ku menolong saudara dan saudari yang lain?" tanya Sheng Ju kepada Lin Tian.


"Apakah mereka terjebak?" tanya Lin Tian.


"Iya! aku mohon" jawab Sheng Ju memohon.


"Jangan begitu, aku juga bagian dari kalian, ayo! aku ingin lihat jika orang-orang ini berani menyentuh saudara kita maka aku pasti akan membunuh mereka" jelas Lin Tian dengan wajah serius.


Sheng Ju dan Lin Tian pun pergi dari sana, mereka langsung menuju ke tempat dimana beberapa pemuda dan wanita yang telah terjebak oleh orang-orang dari alam angin.


Lin Tian sambil menuju tempat itu bertanya apa yang terjadi kepada mereka sampai alam angin menyerang kelompok Sheng Ju? dari apa yang di katakan Sheng Ju kalau orang-orang ini hanya di perintahkan oleh tuan muda dari alam angin.


Orang itu mempunyai rasa kepada Sheng Chu'er karena dia benar-benar sangat tergoda dengan kecantikan dan tubuh Sheng Chu'er maka karena itulah dia berani melakukan hal ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2