Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
239. Dewi Malam


__ADS_3

"Ho? kakak, dia sudah bangun" ucap Hunhu kepada permaisuri tersebut.


Lin Tian yang baru sadar kaget karena tiba-tiba dia berada di sebuah kereta aneh, dan terlihat mewah dari dalamnya tapi jika dia terus memperhatikan kereta itu seperti kereta pedagang biasa. Hanya saat Lin Tian sadar dia menatap dua wanita di depannya, satu wanita Hunhu terlihat sangat cantik sebagai seorang wanita dan satunya lagi Lin Tian tidak bisa dengan jelas melihat wajahnya.


"Dimana aku?" tanya Lin Tian bingung.


"Hei! kamu tadi tidak sadarkan diri di jalanan dan saat kakakku melihatmu dia tanpa ragu membawa masuk ke dalam kereta ini" ucap Hunhu dengan nada tenang.


Mungkin jika dia bersama dengan kakaknya, dia akan bersikap seperti gadis kecil tapi jika dia bersama orang luar maka dia akan menjadi jenderal tombak es yang dikenal sangat dingin dan kejam.


"Aku tidak sadarkan diri? AH!!!!!!" Tiba-tiba Lin Tian merasakan sakit kepala yang luar biasa dan beberapa ingatan membuat dia ingat apa yang terjadi.


"Apakah ini masa lalu?" fikir Lin Tian saat sadar kalau Mingyun mengirimkan dia ke masa lalu, dimana naga kecil, dewa takdir dan Bai Wutian masih seorang dewa tertinggi disini.


"Ingat! kamu berada di masa lalu jadi jangan pernah mengubah apapun yang terjadi maupun akan terjadi disana, ikuti saja jalannya dan saat kamu selesai kamu akan kembali lagi ke masamu".


Lin Tian ingat itulah yang pernah dikatakan Mingyun kepadanya disaat sebelum dia datang ke masa lalu ini, tapi apa yang akan dia lakukan disini? dan apakah dia benar-benar harus mengikuti takdir yang sama seperti kejadian di saat dewa Dewi mati?.


"Hei! kenapa kau terlihat bodoh? apakah kepalamu terbentur atau ada sesuatu yang terjadi dengan kepalamu?" tanya Hunhu saat melihat wajah Lin Tian yang bingung.


"Ti..tidak, aku hanya bingung saja tapi terima kasih telah menolongku" ucap Lin Tian yang tersadar akibat ucapan Hunhu.


"Tidak masalah, jika kamu sudah sadar silahkan turun karena sekarang kita sudah berada di kota jadi semua aman".


Hunhu terlihat ingin mengusir Lin Tian dari kereta itu karena dia tahu tidak baik bagi kakaknya terlalu terlihat oleh penduduk lokal maupun bangsawan yang ada disini, karena mungkin ada bahaya yang akan datang melanda kakaknya jika terlalu banyak orang yang tahu akan kehadiran kakaknya itu.


"Hunhu, kamu tidak boleh tidak sopan begitu kepada penduduk kita" ucap permaisuri dengan suara yang lebih tenang.

__ADS_1


"Tch!" Hunhu kesal dan dia duduk kembali dengan wajah yang agak malas, Lin Tian yang melihat sikap Hunhu agak menghela nafas.


"Terima kasih nona" ucap Lin Tian kepada wanita yang dia anggap mungkin seorang wanita yang memiliki jabatan tinggi di kota ini.


"Tidak masalah, aku menolongmu karena kamu terlihat tidak berbahaya dan juga kamu terlihat seperti pria yang baik" jawab Permaisuri dengan suara lembut.


Lin Tian yang mendengar suara lembut permaisuri itu seperti merasa kalau hatinya sedikit aneh, badan dan seluruh pikirannya benar-benar bergerak diluar dari apa yang dia bayangkan.


"Apa ini? teknik kontrol? tapi sejak kapan?" fikir Lin Tian, meskipun dia terlihat sulit mengendalikan badannya tapi dia masih berfikir dengan jelas. Jika dia ingin teknik kontrol ini bisa lepas dengan mudah, tapi dia juga ingin tahu kenapa wanita ini tiba-tiba ingin mengontrolnya.


Jadi dia berpura-pura seperti sedang di kontrol dan perlahan mulai kehilangan kesadarannya sendiri, tentu melihat hal itu permaisuri tersebut mulai merasa Lin Tian bukanlah musuhnya karena tidak mungkin jika pria ini adalah musuhnya dia tidak akan membiarkan kewaspadaannya hilang.


"Siapa kamu dan apa tujuan kamu berada di jalan saat itu?" tanya Hunhu yang tahu kalau Lin Tian telah di kendalikan oleh kakaknya.


"Namaku..... siapa? aku siapa? apa yang aku lakukan? AHHHH!" Lin Tian tiba-tiba berteriak kesakitan di depan kedua wanita yang mulai cemas dengan keadaan Lin Tian.


"Siapa aku? aku dimana?" ucap Lin Tian menatap kosong ke arah dua wanita tersebut.


Wajah Hunhu agak marah menatap Lin Tian malah bertanya balik kepadanya, dia lalu melihat ke arah kakaknya dan langsung bertanya apa yang terjadi dengan Lin tian.


"Kemungkinan ingatannya telah di hapus, dan mungkin juga dia adalah budak orang lain yang mencoba lari lalu jatuh di tengah jalan dimana kita temukan tadi" jawab Permaisuri setelah menganalisa kalau Lin Tian benar sedang dalam kontrolnya, jadi dia hanya bisa memikirkan dua alasan itu untuk membuat dia yakin tentang Lin Tian.


"Hei, berpura-pura seperti ini lebih baik agar aku bisa mengorek beberapa informasi dari mereka secara perlahan" fikir Lin Tian.


Jika dia dapat mengetahui situasi di zaman ini maka mungkin dia dapat menyelesaikan masalah di zaman dia, atau jika dia diberi kesempatan untuk mencegah bencana disini...


Maka lebih baik dia selesaikan disini, hal itu akan lebih bagus karena mungkin kehidupan yang ada di zamannya akan lebih baik. Walaupun dia tahu akan melanggar kata-kata dari dewa takdir tapi setidaknya dia melakukan itu untuk masa depan yang lebih baik.

__ADS_1


"Kakak apa yang harus kita lakukan kepadanya?" tanya Hunhu serius menatap kakaknya, Permaisuri hanya menggeleng kepalanya bingung tentang masalah pemuda tersebut.


"Kamu tahu siapa aku?" tanya Permaisuri itu menatap Lin Tian sesaat setelah dia memikirkam beberapa pertanyaan bagus yang tidak akan melukai pria di depannya.


"Kamu..? siapa?" tanya Lin Tian balik kepada permaisuri dengan wajah masih terlihat bingung.


Permaisuri menghela nafas lalu menarik kembali kekuatan kontrolnya terhadap Lin Tian, perlahan mata Lin Tian kembali normal tapi dia berpura-pura terlihat masih bingung dan tidak tahu apa yang terjadi kepadanya.


"Apa yang terjadi?" tanya Lin Tian berpura-pura bingung.


"Tidak apa-apa hanya kamu tadi melamun di saat aku menanyakan namamu" jawab Hunhu.


"Nama? aku siapa?" tanya Lin Tian yang terlihat polos dan bingung.


"Tidak masalah, namamu adalah Zhang dan kamu bertuga sebagai pelayan ku" ucap Permaisuri itu dengan tenang.


"Pelayan? pelayan apa?" tanya Lin Tian bingung, tapi sebenarnya dia juga terkejut dengan ucapan wanita di depannya yang berani mengatakannya adalah pelayan dia sendiri.


"Kamu adalah pelayan pribadiku, dan aku adalah permaisuri Ye Lihua, atau sering di panggil Dewi malam" jawab permaisuri itu dengan wajah tenang.


"Dewi malam?" wajah Lin Tian kaget karena mendengar nama dari Ye Lihua.


Itu karena setau dia hanya ada delapan dewa Dewi di zaman ini, yang mana enam adalah dewa dan dua adalah dewi tapi kenapa sekarang malah ada Dewi lain disini? hal ini benar-benar diluar jangkauan Lin Tian.


"Nak! aku harap kamu tidak mengubah masa lalu" ucap dewa takdir yang melihat dari puncak tempat dia berada sebelumnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2