
Tiba-tiba pria berotot itu merasakan kalau seluruh energinya di sedot oleh Huang Sheng. seluruh tubuhnya juga tiba-tiba tidak dapat bergerak sedikitpun akibat di tusuk oleh Huang Sheng. Huang Sheng tersenyum melihat pria berotot yang sekarang semakin mengiring.
"Kami akan jadi energiku, berterima kasihlah karena bisa menyatu lagi dengan ayahmu" ucap Huang Sheng dengan tenang memandang Pria berotot itu.
"Kamu..kamu bukan Huang Sheng! kamu aaayaah". suara pria berotot itu akhirnya menguap ke udara. Jelas kalau seluruh energi dan rohnya telah di serap oleh Huang Sheng.
Wajah Lin Xiao menjadi lebih serius menatap Huang Sheng yang tiba-tiba muncul. Dia ingat kalau Lin Dong pergi menahan Huang Sheng tapi kenapa dia ada disini? perasaan tidak enak muncul menyelimuti fikiran Lin Xiao.
"Siapa kamu?" tanya Lin Xiao.
"Aku? kamu tidak kenal aku Dewa agung harimau putih?" ucap Huang Sheng dengan suara dingin.
"Kau! bagaimana bisa? dimana kakakku?" tanya Lin Xiao kaget menatap Huang Sheng.
"Hahaha, dia sedang sibuk mengurus beberapa hal penting mungkin dia tidak akan datang begitu juga dengan keponakanmu itu" jawab Huang Sheng dengan suara dingin.
Mendengar itu, wajah Lin Xiao menjadi jelek. Dia tentu mengetahui apa yang sedang di rencanakan oleh Huang Sheng, pria ini ingin menelan meteor perak yang dia ciptakan untuk menjadi energinya mencapai ranah dewa kaisar.
"Aku tidak akan membiarkanmu! kakak Kedua, bantu aku! Semua pasukan, dengarkan! jangan biarkan Huang Sheng menelan suku meteor perak apapun yang terjadi. Jika dia sampai menelan mereka maka semuanya akan berakhir" teriak Lin Xiao dingin.
Mendengar perintah Lin Xiao membuat beberapa dewa menjadi sedikit bingung apa yang harus mereka lakukan. Mereka berada di sisi berbeda dengan suku meteor perak tentu adalah hal bagus mereka semua musnah, tapi jika mereka di biarkan di hisap oleh Huang Sheng maka bukan hanya suku meteor yang hancur tapi semua kehidupan akan berakhir.
"Sial, apa yang harus kita lakukan?" ucap Bing Zhao yang tengah bertarung dengan salah satu meteor perak.
"Kakak Zhao".
"Bing Zhao!" dua wanita cantik satu persatu muncul di samping Bing Zhao.
"Kalian berdiri di belakangku, jangan pergi kemanapun tanpa perintahku!" ucap Bing Zhao kepada dua wanita yang tidak lain adalah Xing Xing'er dan Jiang Yi.
"Apa kamu meremehkan kami?" tanya Jiang Yi dingin menatap Bing Zhao.
"Tidak ada yang meremehkan kalian, tapi aku hanya tidak ingin sesuatu terjadi dengan kalian! cukup patuhi perintahku sekali ini saja" ucap Bing Zhao dengan serius menatap Jiang Yi.
Untuk pertama kalinya mereka berdua melihat Bing Zhao memasang wajah seserius itu. Karena biasanya dia selalu bersikap nakal dan santai bila melawan musuhnya. Karena itulah kedua wanita menjadi lebih patuh setelah menyadari kalau Bing Zhao tidaklah bercanda. Sedangkan Su Kun juga menarik Lu Lu dan Dewi elf ke sampingnya, dia juga meminta keduanya untuk saling menjaga satu sama lain.
__ADS_1
"Lihatlah pria kita, dia terlihat lebih keren jika bersikap seperti ini" ucap Dewi elf kepada Lu Lu.
"Jangan harapkan itu, dia akan jadi berandalan bila kejadian seperti ini tidak ada. Tapi bukankah itu yang menarik dari pria kita?" ucap Lu Lu dengna senyum lembut menatap Su Kun yang terus memanah musuhnya tanpa ampun.
BOOMMM...
"Sial! kakak apa yang harus kita lakukan?" tanya Naga kecil kepada Bai kecil.
"Jangan tanya aku, sekarang aku pun juga sangat bingung. Sial jika aku bisa pergi ke tempat kakak mungkin saja aku bisa bergabung dengan kakak dan melawan orang ini" ucap Bai kecil menatap Huang Sheng dengan marah.
BOOMMM.
"Ugh!". Naga kecil memukul lawannya dan langsung berpindah ke tempat Bai kecil.
"Kakak! apakah kakak yakin bisa membantu kakak besar jika sampai di tempatnya?" tanya Naga kecil dengna serius.
"Iya! apakah kamu membawaku ke tempat kakak?" tanya Bai kecil serius.
"Tidak! tapi aku bisa menembus dimensi untuk membuat kakak sampai disana dengan cepat. Tapi di dalam dimensi sangat berbahaya, dan ada berbagai cabang di dalamnya. Jika kakak tidak dapat menemukan kakak besar dan terjebak disana maka kakak hanya akan mati, apakah kakak serius ingin tetao pergi?". jelas naga kecil dengan tatapan serius kepada Bai kecil.
"Baik, Adik ke lima kamu siap?".
"Siap!".
"Kalau begitu ayo! robek untukku!" teriak naga kecil ke langit.
BOOMMM..
Tepat di depan Bai kecil, ruang dimensi tiba-tiba terbuka. Bai kecil bersiap untuk masuk ke dalam dimensi itu tapi saat Huang Sheng melihat apa yang ingin dilakukan oleh Bai kecil wajahnya berubah.
Dia segera berpindah dan bersiap menyerang Bai kecil tapi di hentikan oleh Lin Xiao dan Lin Diao yang berdiri di depannya. Wajah Huang Sheng agak marah tapi dia dengan cepat menggunakan pedang emas dan melemparkannya ke arah Lin Xiao dan Lin Diao.
"Menghindar!" teriak Lin Xiao yang langsung menghindar bersama Lin Diao.
"Hei?" tiba-tiba Huang Sheng tersenyum, wajah Lin Xiao segera berubah saat mengetahui apa yang dilakukan oleh Huang Sheng.
__ADS_1
"Bai kecil lari!" teriak Lin Xiao keras ke arah Bai kecil.
"Terlambat!".
Bai kecil yang melihat pedang terbang ke arahnya langsung masuk ke dalam dimensi itu. Dan saat itulah pedang akan masuk tapi di cegah oleh naga kecil.
BOOMMM...
"Sial!" ucap Huang Sheng melihat rencananya gagal.
"Serang!" ucap Lin Diao kepada Lin Xiao.
"HM!". Huang Sheng tiba-tiba menghilang lagi dan muncul di tempat musuh dari Naga kecil. sama halnya dengan pria berotot tadi, dia mengisap seluruh energi pria tersebut. setelah itu dia menghilang lagi di bawah tatapan naga kecil dan Lin Diao serta Lin Xiao.
"Xuanyin, jangan biarkan dia mendekati musuhmu!" teriak Lin Diao keras ke arah Mu xuanyin.
"Apa?" Mu xuanyin yang sibuk bertarung dengan wanita di depannya kaget saat mendengar teriakan dari Lin Diao.
"Terlambat!".
"Ah!" wanita itu juga di sedot habis oleh Huang Sheng dan pria yang jadi lawan Dari Lin Diao juga tersedot setelah mencoba bersembunyi darinya.
"Hahaha, kalian suku meteor perak saatnya untuk membalas Budi" ucap Huang Sheng dengan suara dingin.
Perlahan setengah dari suku meteor suci menjadi energi putih yang terbang ke arah Huang Sheng. Teriakan dari meteor perak itu pun terdengar di seluruh area perang itu. Bahkan Huang De yang datang melihat semua itu sudah terlambat karena dia harus berusasah payah untuk terbang menuju Medan perang dengan kekuatannya yang tersisa.
"Ah!". Suara menyedihkan membuat baik suku meteor perak dan para dewa menjadi benci menatap Huang Sheng. Tapi tatapan seluruh orang di Medan perang tidak mempengaruhi Huang Sheng yang terus mengisap seluruh energi dari setengah suku meteor perak itu.
"Apakah sukuku akan berakhir?" ucap Huang De dengan suara lemah.
BOOMMM..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...