
Di suatu tempat dunia dewa....
"Apakah itu semua nyata?" ucap sosok yang ada di depan orang-orang yang sebelumnya muncul di sekte yang hancur.
"Iya Jenderal, kami melihat nya sekte yang telah kita kembangkan di benua utara telah hancur" ucap sosok itu dengan hormat.
"Sial! siapa itu? jika dia bisa mengalahkan dewa tingkat rendah setidaknya mereka berada di tingkat menengah atau tinggi! siapa sekte yang bisa mengeluarkan kekuatan seperti itu di dunia dewa?" ucap salah satu sosok pria dengan marah.
"Tenang lah! kita harus mencoba tenang jika tidak maka kita akan jatuh ke dalam perangkap mereka" ucap wanita yang ada disana.
"Apa maksud mu tenang? mereka telah menghancurkan tujuh dari orang-orang ku, apa aku bisa tenang setelah semua ini?" ucap Sosok itu dengan marah.
"Kalian Diamlah! tuan memerintahkan kita untuk mencoba menguasai dunia dewa sebelum dia datang, jadi cobalah tenang setelah semua ini" ucap yang lain.
Keduanya diam, saat sosok yang lain mengatakan nama tuan mereka mana berani mereka untuk membantah lagi.
Tuan yang mereka agungi telah memberikan tugas seperti itu kepada mereka jadi mereka harus melaksanakan itu dengan baik.
Tapi sekarang beberapa dari pasukan tersembunyi mereka telah hancur bagaimana mungkin mereka tidak marah dengan semua yang terjadi itu?.
"Kalian keluarlah!" ucap sosok yang menenangkan kedua orang tadi.
"Baik Jenderal" ucap mereka serentak lalu keluar dari aula itu.
Setelah semua bawahan mereka pergi suasana disana menjadi tenang dan agak menusuk, tidak ada yang mulai berbicara jelas mereka juga bingung dengan apa yang terjadi sekarang.
"Apakah kita akan diam saja?" ucap wanita itu.
"Menurutmu?" ucap yang lain.
"Tidak ada pilihan, buat semua bawahan kita untuk berhati-hati dan juga para pengintai yang kita tempatkan di setiap sekte super tarik kembali" ucap sosok berpaiakan putih dengan gambar naga dipakai nya.
Sedikit keraguan muncul di mata yang lain, mereka adalah empat jenderal yang masih hidup di dunia dewa bisa di bilang mereka lah boneka dari tuan yang di katakan sebelumnya.
"Jangan ragu lagi, jika tidak pasukan kita akan banyak yang mati" ucap sosok itu.
"Baiklah! akan aku lakukan" ucap yang lain.
"Iya aku mengerti!".
__ADS_1
Mendengar itu mereka secara langsung setuju, karena jika di biarkan pasukan yang mereka kembangkan pasti akan hancur sepenuhnya jika mereka terlalu sering bergerak.
Setelah itu dua lainnya pun tak berlama-lama langsung pergi dari aulau itu tanpa sepatahkata pun dari mulut mereka, disana tinggal lah satu wanita dan pria berpakaian putih tadi.
Sosok wanita berpakaian Phoenix hitam terlihat diam di tempat duduknya, dia terlihat sedang seperti memikirkan sesuatu yang telah lama dia pendam.
"Apa kamu masih ingin balas dendam?" ucap pria itu.
"Tentu saja! dia adalah musuhku, dan dia lah yang menghancukan hidup ku dulu" ucap wanita itu dengan kebencian yang tak terbatas.
Melihat wanita yang di selimuti kebencian pria itu tidak banyak berbicara, dia tentu tahu dendam antara wanita ini dengan orang itu tapi sayangnya dia akhirnya mati di tangan wanita itu.
"Aku akan membunuh mu kali ini!" ucap wanita itu dengan serius.
"Aku tidak mengizinkan mu mengacaukan rencana tuan kita, jika kamu ingin bertindak maka bersabar dulu" ucap pria pakaian putih.
"Aku mengerti, aku pasti tidak akan mengacaukan rencana tuan tapi... jika saatnya tiba jangan menghalangi ku" ucap wanita itu dengan serius.
"Aku pasti tidak akan menghalangi mu" ucap pria itu dengan serius.
"Bagus!" ucap wanita itu dengan puas.
"Jangan menggoda ku, lakukan lah dengan yang lain" ucap pria pakaian putih dengan serius.
"Cih! tidak menarik!" ucap wanita tersebut.
Dia pun keluar dari aula itu untuk melakukan beberapa hal yang dia senangi, meninggalkan pria pakaian putih di dalam aula duduk sendirian dengan dagu di tompang ke tangan nya memandang wanita yang pergi itu.
"Apa anda yakin kita harus mundur?" ucap sosok yang tiba-tiba muncul di belakang nya.
Bahkan mungkin tiga orang tadi tidak akan percaya kalau masih ada orang di aula itu bersama sosok pria tersebut.
"Iya! musuh kita jelas ingin kita keluar dari tempat kita ini, dan ini belum waktunya" ucap pria itu dengan tenang.
Mendengar itu sosok tertutup cadar itu hanya mengangguk dengan tenang, dia juga mengerti apa yang di rencanakan oleh pria tersebut.
"Kenapa kamu tidak tertarik dengan wanita itu?" ucap sosok wanita tertutup cadar tersebut.
"Dia?"
__ADS_1
Pria itu hanya tersenyum mengejek mana mungkin dia senang tidur dengan wanita seperti ular itu, dan itu bukan lah gayanya untuk tidur dengan wanita seperti itu juga.
"Hm? apa aku lebih menarik?" ucap wanita bercadar itu saat dia tahu kalau pria itu menarik dia dalam pelukannya.
"Iya! kamu lebih menarik, bagaimana jika tidur dengan ku malam ini?" ucap pria itu.
Mensnegar hal itu wanita tersebut hanya tersenyum, dia tidak ada penolakan sama sekali atas perkataan pria tersebut.
"Kamu sepertinya sangat tenang tentang semua yang terjadi sekarang" ucap wanita itu.
Pria tersebut tidak menjawab dia hanya membiarkan wanita itu duduk di pangkuan nya dengan santai sambil dia tersenyum.
Dia tidak akan mudah terprovokasi dengan hal-hal baru yang terjadi sekarang, karena dia yakin kalau ini hanya baru awal hal yang sesungguhnya belum keluar semua.
Jadi dia hanya perlu menunggu, yaitu menunggu kesempatan untuk memulai dengan baik maka rencana tuannya akan langsung sempurna.
"Apa yang di cari tuan dengan dunia dewa ini?" ucap wanita itu kembali.
"Aku pun tidak tahu, dia sampai-sampai mengirim ku dan kamu kesini bahkan memaksa kita menurunkan kultivasi kita" ucap pria itu.
"Apakah itu ada kaitannya dengan benda langit yang pernah di katakan tuan?" ucap wanita itu lagi.
Pria tersebut menggelengkan kepalanya, jika itu benda langit yang di katakan tuannya maka kenapa tidak tuan sendiri yang turun kesini.
Kenapa dua harus meminta orang lain untuk turun ke dunia dewa ini saat alam langit terkunci, dan bahkan diam-diam memerintahkan mereka membangun kekuatan sendiri disini.
Dan benda langit yang di maksud itu pun tidak ada disini, karena dia yakin kalau hal itu ada di kaisar langit sebelumnya atau mungkin sudah berada di tangan pewaris kaisar langit.
"Tombak langit kah? itu mungkin tidak terlalu di pedulikan tuan" ucap pria itu dengan serius.
Mungkin ada sesuatu yang sangat berharga di dunia dewa ini? apa itu? dan kenapa tuannya sangat tertarik?, hal itu lah yang ada di fikiran pria itu sampai sekarang.
"Dunia ini penuh dengan misteri" ucap si wanita dengan tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1