Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
197. Bagaimana jika kita menyerang bersama?


__ADS_3

"Tapi masih tetap apakah kamu bisa menghancurkan takdirmu sendiri atau tidak hanya bisa bergantung kepada dirimu sendiri" ucap pria itu dengan tenang.


BOOMM...


"Ugh!"


Akhirnya dewa angin berhasil membuat jenderal Dong terluka dan jatuh dari langit, begitu juga dengan Bai kecil yang telah berhasil membuat leluhur Dong kehilangan salah satu tangannya.


Keduanya terlihat menyedihkan tapi karena mereka telah di kendalikan oleh tuan muda alam angin membuat mereka menjadi sangat agresif serta tidak merasakan sakit, bahkan meskipun telah jatuh keduanya masih berdiri lagi dan menyerang Bai kecil serta dewa angin dengan gilanya


BOOMM..


"Orang ini benar sudah kehilangan jiwa sepenuhnya, maka maafkan aku" ucap Bai kecil dengan sedikit senyum.


Dia membentuk segel lalu perlahan dari belakangnya muncul kepala harimau besar yang menatap leluhur Dong dengan marah, kepala yang menyelimuti Bai kecil itu langsung mengaum dan memunculkan berbagai lubang hitam yang menutupi seluruh jalan keluar bahkan jalan mundur bagi leluhur Dong.


"Tekni harimau hitam, Lubang hitam kematian" ucap Bai kecil dengan tenang.


"Ahg!" Leluhur Dong berusaha untuk menyerang dan keluar dari lubang hitam yang telah menyelimuti dirinya tersebut tapi bagaimana pun dia menyerang dan seperti apapun dia kabur tetap lubang hitam itu tidak membiarkannya kabur.


Bahkan lubang hitam itu terlihat menjadi lebih besar dan membesar secara perlahan, lalu terus maju secara bersama untuk menelan Leluhur Dong akibatnya karena daya hisap lubang hitam perlahan energi leluhur Dong benar-benar terserap ke dalam lubang hitam itu juga.


"Agh! aku tidak mau, aku tidak mau!" teriak jenderal Dong yang terlihat sadar saat merasakan dirinya terhisap ke dalam lubang hitam itu secara perlahan, tali saat leluhur Dong akan terhisap dia berusaha menggunakan teknik terakhirnya untuk kabur dari lubang itu dengan melepaskan tubuhnya dan menjadi roh.


Swissh...


Saat terpisah dari tubuhnya tersebut, roh leluhur Dong berhasil lari lalu tubuhnya lun terhisap ke dalam dengan menjadi terpotong-potong beberapa bagian saat itu juga.


"Sial! bagaimana bisa aku di kendalikan oleh monster yang di buat keluarga ku sendiri?" ucap leluhur Dong yang hanya roh sekarang itu.


Tapi baru saja dia akan kabur sosok yang sangat dia kenal muncul di depannya, itu adalah Jenderal Dong yang benar-benar telah kehilangan kendali atas tubuhnya. Saat dia melihat kalau leluhur Dong hanyalah roh sekarang mata dari jenderal Dong menjadi kejam dengan satu tangannya dia mencengkram leluhur Dong.

__ADS_1


"Tidak! nak, aku ayahmu! ingatlah" teriak leluhur Dong yang benar-benar tidak mau, padahal dia sudah lari dari kematiannya tapi tetap saja dia akan mati dan lebih menyedihkannya dia mati di tangan anaknya sendiri sekarang.


"Jadilah bagian dari diriku" ucap jenderal Dong.


Lalu perlahan roh leluhur Dong terhisap ke dalam tubuh jenderal Dong oleh tentakel merah yang sama dengan tuan muda kedua, melihat itu Bai kecil menjadi cemas lalu dengan cepat menghilang dari tempatnya dan muncul di depan jenderal Dong dan leluhur Dong.


"Tidak akan bku biarkan! potong!" teriak Bai kecil memotong tentakel tersebut dengan mudah, lalu dia memukul jenderal Dong yang membuat pria itu terbang mundur agak jauh dari Bai kecil.


"Kamu harus mati!" ucap Bai kecil dengan serius mencengkram roh jiwa leluhur Dong yang belum jadi terhisap oleh jenderal Dong.


"Hahaha, mati di tangan kaisar harimau suatu kehormatan untukku" ucap leluhur Dong sebelum dia benar-benar hancur oleh cengkraman Bai kecil.


Setelah leluhur Dong hancur, Bai kecil melihat ke arah jenderal Dong lagi tapi wajahnya langsung berubah seketika karena yang dia lihat jenderal Dong benar-benar telah menelan hampir lima monster darah raksasa dalam sekejap.


Swishh..


"Apa yang terjadi? kenapa orang ini bisa menelan monster sebesar itu?" tanya dewa angin dengan bingung kepada Bai kecil.


Perlahan setelah keduanya baru selesai bicara jenderal Dong yang tadi berbentuk manusia berubah menjadi sosok monster darah raksasa yang lebih besar dari monster darah lainnya. Tapi saat Bai kecil melihat sesuatu yang aneh di dahinya monster darah itu, yang dia lihat adalah kepala dari jenderal Dong akibatnya Bai kecil mengerti kalau jenderal Dong hanya bergabung dengan monster itu setelah menyerap monster darah raksasa.


"Jadi ini adalah salah satu jiwa atau klon dari monster itu yang sebelumnya bersemayam dalam tubuh jenderal Dong!" ucap dewa angin yang mengerti dengan maksud Bai kecil.


"kita bergabung untuk mengalahkannya, kemungkinan jenderal Dong di jadikan sebagai alat untuk mempertahankan wujudnya yang sekarang jika kita bisa memisahkan mereka maka..." Bai kecil menatap serius monster itu.


"Aku mengerti, ayo! aku merasa senang karena bisa bekerja sama dengan anda kaisar harimau" jawab dewa angin.


Lalu keduanya pun langsung menyerang ke arah monster raksasa tersebut, dan target mereka jelas adalah jenderal Dong yang ada di dahi monster tersebut karena jika mereka menarik keluar jenderal Dong maka mereka bisa menang.


ROAARRR...


Monster raksasa itu seperti mengerti apa yang di lakukan oleh keduanya, dia berteriak dan menyerang dengan tentakel-tentakelnya ke arah dewa angin dan baik kecil yang terlihat terus menghindari tentakel itu, karena hal ini mereka tidak bisa mendekati monster itu.

__ADS_1


BOOMM..


"Sial! monster ini ternyata memiliki kecerdasan akibat melekat ke pria sialan itu" teriak Bai kecil kesal, tiba-tiba saat dia baru saja akan terbang lagi sebuah tangan sudah menerjang ke arahnya.


"Api bakar!"


"Bekukan"


Dua teriakan pria dan wanita terdengar lalu api dan es menerjang ke arah tangan besar itu yang membuat tangan besar itu pun langsung hancur seketika membeku dan terbakar di depan Bai kecil.


"Yo! kaisar harimau" ucap pria yang muncul, dia adalah Lin Guang dan Mu Jing'er yang telah menyelesaikan masalah monster darah dan keluarga Dong.


"He? kalian bisa kesini apakah semuanya disana beres?" tanya Bai kecil.


"Belum, tapi kami tidak terlalu di perlukan disana sekarang" ucap Sheng Ming yang muncul dengan beberapa orang di belakangnya.


Swishh.


"Penguasa!" ucap beberapa sosok tetua yang sebelumnya melindungi Lin Tian.


"Kalian telah selesai disana?" tanya dewa angin yang juga kembali bergabung setelah di pukuli juga oleh monster itu.


"Semuanya sudah di kendalikan oleh tiga jenderal muda jadi kami yang tua bisa kesini" ucap jenderal Nan Mo yang juga ada disana.


"Wah, bukankah orang ini terlalu besar?" ucap jenderal tertua dari keluarga Bei.


"Yah, kalau begitu bagaimana jika kita menyerang dia bersama? jujur aku merasa dia ini agak merepotkan" ucap Bai kecil dengan senyum di wajahnya memandang orang-orang yang telah bermunculan satu demi satu itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2