Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
262. Kematian dewa naga kepala sembilan


__ADS_3

BOOMM..


"Ah!"


salah satu kepala dewa naga tertusuk oleh tombak Bing Zhao, hal itu membuat dewa naga ular menjadi sangat kesakitan tapi belum selesai dia akan berhenti merasakan sakit dia di serang lagi oleh Lin Tian dengan tebasan pedangnya.


BOOMM..


"Tidak! bagaimana mungkin? bahkan kaisar langit yang dulu tidak akan dapat memotong kepalaku! jika di potong juga akan kembali lagi" ucap dewa naga yang telah kehilangan tiga kepalanya.


dia tidak menyangka kalau dia bahkan bisa kehilangan tiga kepala oleh serangan gabungan Lin Tian dan yang lainnya, tapi Yang membuat dia marah adalah kepala yang terpotong itu tidak beregenerasi lagi.


"Apapun yang ku potong dengan pedang di tanganku ini tidak akan bisa beregenerasi lagi karena aku telah menggabungkan delapan elemen dengan energi kaisar ku, tentu yang lainnya juga telah aku berikan energi kaisarku juga jadi pukulan atau serangan mereka bisa kurang lebih sama denganku" ucap Lin Tian dengan senyum di wajahnya.


"Ah!" dewa naga kepala sembilan sangat marah, tapi dia tidak bisa melakukan apapun dengan tiga kepalanya yang terpotong.


BOOMM...


ARRRRRRR....


Phoenix es milik alam es dan juga pelindung dari Ying Huanhuan membekukan salah satu kepala dewa naga tersebut. Diikuti dengan Su Kun dan Lang kecil menghancurkan kepala yang telah membeku itu dengan cakar mereka.


"Tidak! kenapa orang itu belum datang?" fikir Dewa naga kepala sembilan yang sudah mulai ketakutan, dia tidak menyangka di saat Lin Tian bergabung dengan saudara-saudaranya akan sekuat ini.


Jika dia tahu mungkin dia sudah kabur sejak tadi dan jika dia kabut dari tadi mungkin empat kepalanya tidak akan hilang. Sayangnya itu hanyalah penyesalan Yang ada di hatinya, karena dia tidak bisa lagi mengembalikan waktu seperti semula tentu termasuk kepala yang telah hilang.


"Sial! kakak kenapa kau menghancurkan kepala mereka? padahal aku ingin membuat sate naga" ucap Bai kecil melihat kalau empat kepala dari dewa naga sudah hancur.


"Bukankah kau hanya membutuhkan dagingnya? lihatlah! betapa besar badan naga kepala sembilan ini, meskipun sembilan kepalanya hilang aku yakin dagingnya cukup untuk pasukan kita" jawab Lin Tian.


"Gluk!"


Tiba-tiba Bai kecil dan naga kecil saling pandang, mereka tiba-tiba seperti mengerti apa yang akan di rencanakan oleh kakak mereka itu.


"Oi, kakak! apa yang harus kita lakukan? jika kita membiarkan tubuh dewa naga. ini jatuh ke kakak besar maka kita tidak mungkin dapat lebih banyak" ucap naga kecil dengan suara hanya mereka yang bisa mendengar.

__ADS_1


"Sial! cobalah menipu mata kakak, dan sembunyikan beberpaa daging mereka ke dalam cincin arau ruang rahasiamu" jawab Bai kecil.


"Baiklah! kalau begitu mari bekerja sama" ucap naga kecil setuju dengan rencana Bai kecil.


BOOMM..


"Ah!"


Salah satu kepala dari dewa naga langsung terputus dari serangan gabungan Bai kecil dan juga naga kecil, lalu secara sembunyi-sembunyi di saat Lin Tian dan yang lainnya sibuk mereka langsung saling membantu menyimpan kepala dewa naga itu tanpa diketahui sedikitpun oleh Lin Tian.


"Kak, ekornya sepertinya enak" ucap naga kecil melihat ekor dewa naga ular yang berisi itu.


"Sial! potong saja" ucap Bai kecil yang juga membayangkan apa rencana dia untuk ekor dewa naga itu.


BOOMM.


"Ah!" pada akhirnya gabungan dari Lin Tian dan yang lainnya membuat dewa naga kehilangan semangat juangnya, bahkan terlihat dia sudah mulai menyerah untuk melawan Lin Tian dan berharap bisa kabur dari sini.


"Harus kabur!" ucap dewa naga yang sekarang kepalanya sisa tiga, jelas kalau terus begini maka dia akan mati tanpa kepala.


Swisshh..


"Ah!"


Dewa naga tertusuk oleh tombak Bing Zhao dan langsung tertancap ke tanah di bawahnya dengan suara yang bergemuruh.


"Hei, sepertinya kita tidak akan bisa mengambil yang lain" ucap naga kecil kepada Bai kecil.


"Itu sudah cukup, aku mendapatkan tiga! kamu berapa?" tanya Bai kecil.


"Cuman dua ditambah beberapa potongan daging naga bodoh ini" jawab naga kecil.


"Bagus! sembunyikan jangan sampai kakak tahu" ucap Bai kecil dengan senyum puas.


Dengan begini dia dan naga kecil bisa menyimpan sedikit daging untuk mereka makan nanti, mana mungkin mereka rela berbagi daging naga dengan orang lain apalagi naga ini baru saja menjadi naga sejati.

__ADS_1


Tentu dagingnya lebih enak daripada naga tua yang sudah lama menjadi naga, dan juga keduanya tidak ingin bekerja tanpa keuntungan setelah semuanya.


"Jika kau membunuhku, tuan tidak akan memaafkanmu!" teriak dewa naga dengan marah.


"Hei .. lebih baik kita potong dua kepalanya lagi agar dia bisa diam, bagaimana menurut mu kakak?" tanya Bai kecil.


"Aku setuju dengan kakak Bai" tambah naga kecil


"Itu bagus tapi itu juga jelek, lihatlah apa yang kalian lakukan dengan membakar atau menghancurkan kepala mereka! itu telah membuang daging yang enak sungguh sia-sia" ucap Lin Tian berpura-pura kesal.


Tentu Bai kecil dan naga kecil berpura-pura malu setelah mendengar ocehan Lin Tian kepada mereka, jelas kalau sekarang mereka tidak bisa mendapatkan lagi kepala naga ini.


Yah, hati mereka cukup puas dengan apa yang mereka dapatkan, kadang orang harus puas dengan apa yang ada sekarang daripada mereka terus bernapsu, daging tidak dapat malah mereka akan di hajar habis-habisan oleh Lin Tian.


"Kau..kau..!" wajah dewa naga merasakan sakit di hatinya untuk pertama kali, mana pernah dia di aniaya sampai seperti ini oleh orang lain bahkan di saat dia bersama tuannya atau kalah dari kaisar langitpun dia tidak merasakan hal memalukan seperti ini.


"Baiklah, adik bagaimana cara kita memotongnya?" tanya Bing Zhao.


"Potong semua kepala mereka dan kebetulan api dewa naga butuh roh kuat jadi dia cocok untuk jadi makanan apiku" jawab Lin Tian.


"Baiklah"


Bing Zhao langsung mengayunkan tombaknya ke arah tiga kepala tersisa, sekejap mata saja tiga kepala itu pun langsung terpisah dari tubuh dewa naga yang mengakibatkan darah hitam langsung keluar seperti air terjun.


"giliaranmu api kecil" ucap Lin Tian, api dewa naga langsung keluar dan mengisap roh dari dewa naga berkepala sembilan.


Setelah mengisapnya api dewa naga merasakan kalau ada perubahan besar di dalam tubuhnya, dia melihat ke arah Lin Tian untuk kembali dulu agar bisa menyerap semua energi roh itu.


"Kembalilah! jangan khawatirkan yang ada disini" ucap Lin Tian.


Api dewa naga kembali kedalam tubuh Lin Tian setelah menerima izinnya, Lin Tian menghela nafas lalu dia melihat ke arah mayat dewa naga dengan mata serius.


"Nak! kau benar-benar berani" ucap suara yang berasal dari dalam mayat dewa naga kepala sembilan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2