Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
215. Roh Pelindung


__ADS_3

Di depan istana pengadilan alam bawah, terlihat selusin suku batu masuk kedalam istana kosong itu sesuai perintah Lin Tian.


Beberapa dari mereka bahkan mencoba merapikan tempat itu selama mereka menjelajahi istana tersebut.


Dua patung yang sebelumnya di temui Lin Tian juga ada disana, mereka berkeliling sebelum pergi menuju sebuah ruangan besar dimana biasanya tempat itu adalah tempat pengadilan memenjarakan para dewa yang melakukan sesuatu pelanggaran di alam langit.


Tapi dalam fikiran keduanya ruagan itu telah kosong sejak dulu dewa neraka pergi dari alam bawah, jadi mereka tidak terlalu berharap banyak untuk menemukan sesuatu hal yang luar biasa dari dalam.


"Kita buka atau bagaimana?" tanya patung merah.


"Sebaiknya kita buka saja dulu, mungkin saja ada sesuatu di dalam kan?" ucap Patung biru.


"Mana mungkin ada sesuatu di dalamnya, jika ada maka aku akan memakan batu" ucap patung merah yang yakin kalau di dalamnya tidak ada apa-apa.


"Baiklah! kalau begitu ingat perkataan kamu tadi, mari kita buka" ucap patung biru.


Keduanya pun mendorong pintu besar itu secara serentak, saat pintu terbuka wajah kedua patung itu pun kaget dan rahang meraka yang terlihat seperti batu pun hampir jatuh, iya walaupun memang semua yang berasal dari tubuh mereka adalah batu semua.


"Demi ikan bakar! apakah mereka semua masih hidup?" ucap patung merah kaget.


BAAMMM..


"kenapa ku memukul kepalaku?" tanya Patung merah kepada patung biru.


"Kamu harus memakan batu ini, sesuai ucapan mu sebelumnya" ucap patung biru memperlihatkan batu yang cukup besar kepada batu merah.


"Eh? saudaraku kamu bercandakan? sebesar ini mana mungkin bisa aku makan!" ucap patung merah menolak permintaan patung biru.


Disana terjadilah keributan, membuka mata semua orang melihat dua patung ribut dan suara mereka agak mengganggu itu membuat semua yang terikat itu agak kesal. Apalagi saat mereka mendengar kalau masalah yang mereka perdebatkan hanya masalah kecil.


"Helo? kamu adalah batu, dan kalian bukankah sudah biasa memakan batu? kenapa kalian malah ribut hanya karena masalah kecil seperti itu?" ucap ketua dari orang-orang yang terikat itu dengan wajah kesal.


"Ah! dia benar, bukankah batu sudah menjadi makanan kita? kenapa aku takut? berikan padaku" ucap patung merah kepada patung biru sambil mencoba mengambil batu yang ada di tangan patung biru.

__ADS_1


"Tidak!".


Tentu patung biru ingat kalau batu adalah makanan mereka, dan dia juga baru ingat kalau batu di tangannya adalah batu langka yang sangat berharga bagi para pembuat senjata. Tapi bagi suku batu itu adalah makanan kelas menengah untuk mereka. Jadi karena ucapan ketua tersebut, membuat mereka berubah haluan menjadi yang menolak makan dan sekarang menjadi menginginkan batu itu untuk di makan.


"Ketua, apa kamu lupa suku batu ini memang memiliki kekuatan yang kuat tapi kecerdasan mereka sedikit di bawah rata-rata! dan ketua mengatakan hal seperti itu malah hanya akan menambah kerusahaan disini" ucap bawahannya yang ada di belakang.


Mendengar itu, wajah ketua mereka sedikit jelek karena dia lupa kalau suku batu memang seperti itu, jika dia tahu tadi maka dia tidak akan berbicara tapi karena dia kesal dengan suara dua orang itu membuat dia kesal.


"Aku benar-benar lupa kalau mereka itu bodoh" ucap ketua itu agak menyesal.


BOOMM..


Kedua patung itu saling pukul disana yang membuat ketua dan bawahannya yang di ikat itu semakin kesal, tapi jika mereka berbicara salah maka hanya akan menambah keributan yang terjadi di antara keduanya.


Karena itulah mereka masih memikirkan cara agar bisa membuat dia patung bodoh itu berhenti untuk meributkan soal makanan mereka.


"Berikan".


"Tidak!".


"Apa yang tuan katakan? aku adalah wanita pemuas untuk tempat tidur tuan" jawab wanita yang di cekik oleh Lin Tian itu.


"Apa kamu yakin?" tanya Lin Tian lagi sambil menatap serius wanita itu.


"Iya, ayo tuan kita bersenang-senang" jawab wanita sambil mengulurkan kakinya ke tempat yang tidak seharusnya dia letakan.


Lin Tian dia menatap wanita yang masih dia cengkram ini, dia telah mengetahui kalau ada sesuatu yang salah dengan wanita-wanita gila yang tidak memakai apapun itu saat mereka mengejarnya. Tentu meskipun wanita ini yang dia cengkram terlihat asli tapi bukanlah wanita yang sebenarnya.


"Aku kebetulan mempunyai api dewa naga, jadi jika apiku menelan roh yang juga memiliki elemen api apa yang akan terjadi?" ucap Lin Tian sambil tersenyum lembut, tapi saat wanita itu melihat senyum Lin Tian hatinya bergetar ketakutan.


Dia mulai mencemaskan hal yang baru saja di katakan Lin Tian, benar dia adalah roh pelindung alam bawah dan selama dia disini dia tidak akan memiliki seorangpun lawan, tapi kalau apa yang dikatajan Lin Tian benar tentang api dewa maka itu sungguh hal buruk untuknya.


Dia sebenarnya dulu juga adalah api dewa yang menelan roh api neraka pelindung dari alam bawah ini, iya tentu dia berasal dari tubuh dewa neraka yang berhasil menelan bukan menaklukan roh pelindung alam bawah tersebut.

__ADS_1


"Hei tampan.. Jangan menggodaku seperti itu, apakah kamu kurang puas dengan pelayananku?" ucap wanita tersebut mencoba merayu Lin Tian.


Saat Lin Tian melihat kalau roh ini tidak memperdulikan peringatannya, secara langsung di belakang linntian muncul api dewa naga memandang wanita itu dengan senyum dingin. Tentu dia memandang wanita tersebut seperti makanan yang benar-benar sangat enak untuk di makan.


"Gluk!"


Wanita itu menelan kembali ludahnya karena ketakutan melihat api dewa naga yang menatapnya dengan senyum dingin tersebut, dia yakin kalau api ini sangat kuat dan dia bukanlah lawan dari api ini. Apalagi sejak dia terpisah dengan dewa neraka kekuatannya sangat menurun drastis.


"Lima detik untuk menyerah" ucap Lin Tian.


"Lima!"


"Empat"


Wajah wanita itu semakin cemas, dia benar-benar ketakutan sekarang setelah Lin Tian hanya memberi dia lima detik untuk menjawab ucapannya itu.


"Dua!"


"Sa..."


"Tunggu, aku menyerah" ucap roh pelindung itu menyerah pada akhirnya, dia lebih memilih menyerah daripada di makan oleh api dewa naga.


Jika dia di telan oleh api dewa naga, maka hidupnya dan usaha yang dia lakukan selama ini akan sia-sia, dan penantian dia juga akan berakhir saat dia mati disini.


"Bagus! sekarang kembalilah ke wujudmu semula" perintah Lin Tian kepada roh tersebut.


wanita itu mengangguk lalu dia berubah kebentuk aslinya di depan Lin Tian, roh pelindung yang dia lihat sekarang mirip seperti binatang yang seukuran dengan Bai kecil atau wujud kucing Bai kecil.


"Salam tuan" ucap roh yang berbentuk seperti anjing kecil itu.


"Apakah kamu itu dulunya juga adalah api dewa?" tanya Lin Tian heran saat melihat wujud dan juga energi asli dari roh pelindung tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2