Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
236. Tempat yang indah


__ADS_3

Berbagai teriakan terus terdengar didalam neraka itu, dan semakin dalam Lin Tian pergi semakin kejam hukuman yang di terima oleh orang-orang yang di hukum disana. Tapi meskipun begitu Lin Tian tidak merasa kasihan kepada mereka, karena dia tahu yang berada di neraka paling bawah ini adalah orang-orang penuh dosa atau sudah melakukan hal yang bahkan lebih kejam dari orang-orang yang berada di neraka di atas mereka.


Setelah lima hari lagi berjalan disana, akhirnya mereka sampai di tempat yang dikatakan oleh Cerberus. Lin Tian dengan wajah tenang melihat ke arah tempat yang telah di ceritakan oleh Cerberus.


Benar saja, Lin Tian merasakan ada hawa yang aneh dari tempat itu. Tapi Lin Tian tidak mengerti apa yang ada di dalamnya, karena ketika Lin Tian mencoba melihat menggunakan mata kaisarnya dia tidak dapat melihat apapun yang ada didalam sana.


"Kaisar! anda tidak akan dapat melihat apapun didalam sana dengan hanya melihat saja, jadi anda harus masuk kesana" ucap Cerberus.


"Lalu? apakah kamu sudah pernah masuk ke dalam? apa kamu bisa memasuki tempat itu?" tanya Lin Tian dengan kesal.


"Ehem! aku tidak pernah tapi aku pernah di terbangkan jauh karena menyentuh formasi itu dan karena itulah aku tidak berani lagi mendekatinya" jawab Cerberus kecil dengan polos.


Plakk..Plakk..!


"Aduh! kenapa kaisar memukulku?" tanya Cerberus kecil dengan wajah sedihnya sambil mengusap kepala kecilnya yang di pukul oleh Lin Tian.


"Jika kamu bicara yang tidak jelas lagi akan ku bakar ekormu!" ucap Lin Tian dengan wajah kesal.


Cerberus kecil langsung terdiam, dia tidak ingin kehilangan ekornya yang cantik dan manis ini karena itulah dia sedikit menutup mulutnya bukan berarti diam sepenuhnya seperti yang di perintahkan Lin Tian.


Lin Tian mencoba mendekati formasi itu dan terus memeriksanya degan teliti, setelah beberapa jam dia sepertinya tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan jadi Lin Tian berniat untuk mencoba masuk dengan paksa ke dalam formasi itu.


"Apakah dewa neraka tidak pernah mencoba masuk ke dalamnya?" tanya Lin Tian melihat ke arah Cerberus.


"Em, pernah dia mencoba tapi..."

__ADS_1


"Tapi apa?" tanya Lin Tian.


"Dia kehilangan satu tangannya setelah memaksakan tangannya masuk ke dalam formasi tersebut" lanjut Cerberus kecil mencoba mengingat kejadian dulu.


Lin Tian yang mendengar ucapan Cerberus kecil tidak akan percaya kalau dewa neraka akan mencoba memaksa masuk hanya dengan menggunakan tangannya saja, meskipun sebagai dewa tangan mereka akan kembali seperti semula setelah beberapa waktu tapi tetap saja kehilangan tangan seperti itu sangatlah menyakitkan.


Tentu semua yang dikatakan Cerberus kecil hanyalah kebohongan, walaupun masalah dewa neraka mencoba masuk menggunkan tangannya itu benar tapi kejadian yang sebenarnya tentu bukan seperti itu.


Karena jika Lin Tian bisa tahu kalau formasi di depannya tidak bisa di paksa masuk tanpa ada persiapan mama mungkin bisa? hanya di saat itu dewa neraka telah di paksa oleh Cerberus kecil atau tepatnya di bohongi olehnya.


Dia mengatakan kalau formasi itu tidak berbahaya dan menyuruh dewa neraka mencoba memasukan tangannya ke dalam formasi tersebut dengan iming-iming tidak akan terjadi apapun dengan tangannya.


Sayangnya saat dewa neraka percaya dengan ucapan Cerberus kecil, tangannya malaj putus saat sudah setengah masuk. Untung saja saat itu dia sudah menjadi dewa, jika tidak mungkin dia akan kehilangan tangan untuk selamanya.


"Hm?" saat Lin Tian masih dalam lamunannya, dia melihat sesuatu lubang hitam kecil yang perlahan membesar tiba-tiba muncul di depan formasi itu.


"Apa itu?" tanya Cerberus kecil saat melihat ada elang emas kecil yang tiba-tiba kelust dari dalam portal tersebut.


Elang emas itu menatap Lin Tian, lalu mengirimkan suaranya ke fikiran Lin Tian. Saat Lin Tian mendengar kalau elang emas ini ingin mengajak dia masuk, Lin Tian sedikit ragu dan tidak menjawabnya untuk beberapa saat.


"Kaisar, mari kita masuk! mungkin saja kita dapat menemukan beberapa hal nerharga serta informasi yang anda cari selama ini" ucap Cerberus kecil dengan wajah serius untuk pertama kalinya.


Lin Tian tidak menjawab, dia masih diam mematung disana sambil memikirkan apakah dia harus masuk atau tidak, tapi setelah berfikir beberapa saat dia memutuskan untuk mencoba masuk ke dalamnya. Dia berharap kalau ada sedikit informaasi tentang apa yang terjadi dan apa sebenarnya tempat ini.


"Bawa aku masuk" ucap Lin Tian dengan tenang.

__ADS_1


Elang emas mengerti lalu membawa Lin Tian dan Cerberus kecil masuk ke dalam portal tersebut, saat mereka berdua masuk Lin Tian kagum dengan keindahan yang ada di dalam tempat itu, bahkan tempat itu lebih indah dari beberapa tempat di alam langit.


Dan jika di perhatikan dengan baik, maka tempat ini benar-benar mirip dengan sebuah dunia yang memiliki kehidupan tersendiri di dalamnya. Karena energi yang ada disana hampir sama dengan energi di alam langit, tapi Lin Tian merasakaan kalau ada energi lain yang berada di tempat tersebut yang belum pernah dia temui bahkan rasakan selama ini.


Aaaarrrrr...


Elang emas kecil tadi menjadi besar lalu meminta Lin Tian naik ke punggungnya, Lin Tian dan Cerberus kecil naik ke punggung elang emas tersebut.


Dan mereka di bawa terbang dari sana menuju ke sebuah tempat di puncak bukit yang paling tinggi di tempat itu, tepat di atas puncak tersebut ada sebuah rumah kayu kecil dengan pedang tertancam di tanah depan rumah tersebut.


Melihat pedang yang tertancam dengan gundukan tanah disana membuat Lin Tian mengerti kalau itu adalah kuburan pemilik dari tempat ini, tapi bagaimana bisa seseorang yang dapat menciptakan tempat ini mati begitu saja? bahkan Lin Tian tidak mengerti apa yang terjadi disini.


Elang emas itu menurunkan Lin Tian tepat di puncak itu, lalu elang emas itu menundukkan kepalanya seperti sedang mberi hormat ke arah rumah tersebut.


Lin Tian berjalan mendekati dimana pedang itu tertancam, saat dia mendekat Lin Tian kaget dengan apa yang tertulis di pedang tersebut.


"Apa? bagaimana bisa ini menjadi kuburan dia? bukankah seharusnya dia telah mati saat perang dulu terjadi? dan itu di katakan langsung oleh paman Bai Wutian" ucap Lin Tian kaget.


Hanya Cerberus kecil yang tidak mengerti kenapa Lin Tian bisa memasang wajah kaget seperti itu, padahal itu hanyalah kuburan dari seseorang yang sudah lama mati. Mencoba mendekati pedang itu juga, Cerberus kecil melihat dengan teliti tulisan tersebut sebelum membacanya dengan tenang.


"Kuburan Mingyun? siapa itu?" fikir Cerberus kecil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2