
Di langit pintu alam rahasia pun terbuka, sebagian orang yang melihat hal tersebut menjadi bersemangat tapi mereka tidak ceroboh untuk masuk ke dalam secara langsung.
Karena biasanya setelah pintu terbuka akan ada token yang berfungsi membiarkan mereka masuk dengan selamat, dan bila token di hancurkan Maka itu akan membuat mereka keluar secara paksa.
Bisa di bilang hal itu adalah untuk menyelamatkan diri mereka apabila memang dalam bahaya, semua perwakilan setiap alam sudah berdiri di tempat mereka masing-masing.
Lin Tian juga datang dimana tempat alam kehidupan berada, dan disana dia di sambut dengan hangat oleh generasi alam kehidupan itu dengan baik.
Lin Tian tidak bersikap sombong dia dengan senang hati berbicara dan dekat dengan mereka semua, melihat kalau Lin Tian tidak sombong dan juga ramah mereka lebih menyukai sikap nya.
"Saudara Tian, lihat!" ucap Salah satu pria disana menunjuk ke arah langit.
Di langit depan pintu masuk ada Sheng Qiu serta beberapa dewa penguasa lain nya berdiri dengan bangga menghadap ke arah merkea semua.
"Sudah saatnya?" ucap Sheng Qiu melihat ke pintu yang terbuka itu.
Setelah kata-kata Sheng Qiu keluar banyak cahaya yang muncul lalu dengan cara cepat langsung menuju ke tempat dimana semua generasi dari berbagai alam yang akan masuk berdiri.
Swisshh...
Tidak semua yang di terima masuk ke dalam alam rahasia itu, ada beberapa orang yang bahkan tidak mendapatkan token saat itu juga.
"Kenapa aku tidak dapat?" ucap salah satu dari yang tidak mendapatkan token tersebut.
Dia tahu dengan tidak mendapatkan token maka sama saja dengan tidak ada pelindung diri untuk masuk, Dan jika dia secara paksa masuk maka itu akan membuat dia terluka bahkan mungkin mati.
Walaupun berhasil masuk maka dia tidak memiliki alat pelindung diri untuk menyelamatkan jiwanya jika dalam bahaya disana.
"Yang mendapatkan token cepat masuk" ucap Sheng Qiu dengan tenang.
Lalu semua orang yang mendapatkan token masuk ke dalam pintu itu dengan cepat, hanya orang-orang dari alam kehidupan yang terlihat agak tercengang dengan apa yang terjadi di depan mereka.
"Hm?" Sheng Qiu yang melihat kalau generasi muda nya dari Alam kehidupan belum masuk sedikit aneh dan melihat nya lebih dekat.
"Ada apa?" tanya Sheng Qiu.
"Dewa saudara Tian tidak mendapatkan token" ucap Salah satu pemuda disana dengan tidak percaya.
"Apa?" Sheng Qiu kaget.
Bukan hanya dia saja, tapi beberapa generasi muda dari alam lain juga mendengarnya, sebagian dari mereka mengejek dalam hati masing-masing.
"Hahaha... kamu tidak cocok menjadi lawanku!" ucap Pemuda dari alam angin sebelumnya, dia langsung masuk dengan anggota dari alam angin bersama-sama.
Dia menghina Lin Tian karena lebih rendah dari dirinya, karena menurut dari semua nya orang-orang yang mendapat token adalah orang-orang yang terpilih.
__ADS_1
"Saudara Tian ini...?" wajah beberapa pemuda terlihat sedih karena Lin Tian tidak memiliki token nya.
"Tidak masalah, kalian masuk lah dulu" ucap Lin Tian degan senyum.
Akhirnya para generasi itu dengan terpaksa masuk setelah Sheng Qiu memberi mereka perintah masuk dengan paksa.
"Aku akan menunggu mu di alam rahasia" ucap Sheng Chu'er dengan senyum manis.
"Em!" jawab Lin Tian.
Lalu Lin Tian melihat semua orang itu masuk dengan wajah sedih, tapi Lin Tian hanya dapat menggelengkan kepalanya karena dia pun tidak mengerti kenapa ini terjadi padanya.
Swishh....
Sosok cantik menggunakan pakaian hitam lewat di depan Lin Tian, dia sangat cantik dengan rambut putihnya yang panjang.
"Hm?" Lin Tian melihat wanita itu dan tersenyum.
Seketika wanita itu kaget dan tubuhnya bergetar untuk sesaat tapi dia tidak berhenti dia langsung masuk membawa semua orang yang bersamanya ke dalam alam rahasia.
Tapi sebelum dia menghilang ada suara yang indah terdengar di telinga Lin Tian, tapi saat Lin Tian mendengar suara itu dia tahu kalau ada sedikit kerinduan di dalam nya.
"Aku akan menunggumu" ucap suara tersebut.
"Oi... cucuku?" ucap Sheng Qiu dengan gelisah menyadarkan Lin Tian.
"Eh? kakek ku yang tampan ada apa?" ucap Lin Tian dengan tenang.
"Kenapa kamu bisa setenang itu? kamu tidak memiliki token untuk masuk! bagaimana cara mu bisa masuk?" ucap Sheng Qiu dengan marah sambil terus mengomeli Lin Tian.
Lin Tian jadi terdiam dan agak aneh melihat Sheng Qiu yang gelisah seperti sekarang.
"Hm..! bukan kah itu hanya tidak memiliki token? kita bisa masuk meskipun tanpa token kan?" ucap Lin Tian.
Swiiiioossss...
"Kakak.....aaa...!" seekor kucing biru terbang ke arah Lin Tian.
Lin Tian yang melihat itu langsung menangkap ekornya dengan cepat yang membuat kucing biru itu menjerit kesakitan..
"Meonngg!"
"Apa? kamu datang setelah puas bermain?" ucap Lin Tian kepada kucing itu.
Melihat Lin Tian berbicara kepada kucing biru tersebut Sheng Qiu agak aneh dia merasa kalau cucu kecil nya ini sudah mulai agak gila, tapi hal selanjutnya membuat rahang nya hampir jatuh.
__ADS_1
"Aku datang untuk ikut bersama kakak, hehe...!" ucap Naga kecil.
"Bagus kalau kamu tahu aku kakakmu" ucap Lin Tian.
Naga kecil hanya menggosok kepalanya karena malu, dia memang membuat masalah beberapa hari ini tentu saja Lin Tian tahu akan hal itu jadi dia tidak ingin membuat Lin Tian marah.
"Jadi bagaimana menurut mu?" tanya Lin Tian dengan senyum.
"Menurut kakak bagaimana? apakah kakak takut?" ucap Naga kecil kembali kepada Lin Tian.
"Jika aku takut maka aku tidak pantas di sebut Lin Tian bukan?" ucap Lin Tian.
"Hahaha .. kalau begitu mari kita masuk kak" ucap naga kecil.
"Em!"
"Cucu ku apa kau gila? kamu tidak punya token!" ucap Sheng Qiu khawatir.
"Tidak masalah kakek, katakan Pada nenek agar jangan terlalu keras kepada kakek ku" ucap Lin Tian.
Lalu Lin Tian tanpa menunggu jawaban langsung dengan cepat menerobos masuk ke dalam pintu alam rahasia itu dengan di saksikan banyak orang disana.
"Apa dia gila?" ucap Beberapa orang.
Bahkan beberapa dewa penguasa merasa kalau orang ini sangat ceroboh, bagaimana mungkin dia bisa masuk tanpa token dan jika pun bisa dia pasti tidak akan bertahan.
Iya mereka juga belum pernah mendengar kalau ada orang yang bisa masuk ke dalam sana tanpa token juga selama ini.
"Kak mari kita hancurkan takdir busuk ini" ucap naga kecil.
"Ayo! delapan elemen menyatu" ucap Lin Tian secara paksa menerobos.
BOOMM....
Ledakan keras terdengar dari pintu itu dan mereka melihat Lin Tian yang terluka memuntahkan darah tapi wajah nya masih tersenyum yang membuat semua orang merinding melihatnya.
BOOMM....
"Anak ini memang keras kepala seperti menantu kita" ucap Mu Chao yang melihat Lin Tian yang keras kepala itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1