Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
178. Awal dari bencana


__ADS_3

Di perbatasan selatan terlihat kucing putih yang telah gemuk tidur malas di meja restoran, kucing itu terlihat bahagia karena setiap orang yang datang kesini akan memberikan dia makan dan juga para wanita yang datang membiarkan dia tidur di pangkuan mereka.


"Ha.. Ini baru hidup yang baik" ucap Bai kecil yang dalam beberapa hari sudah terlihat gemuk.


Sejak dia datang ke perbatasan selatan dia berkeliling dan mencoba mencari kesenangan disana, lalu saat dia masuk ke restoran semua pelanggan dan juga pemiliknya memperlakukan dia dengan sangat baik jadi Bai kecil memutuskan untuk tinggal disana selama beberapa hari yang sekarang membuat dia menjadi kucing putih gemuk.


"Hei, kamu dengar tidak? bantuan dari alam lain telah datang ke alam bawah" ucap salah satu pelanggan yang sedang makan disana.


"Benarkah? kalau begitu bagus! keluarga Bei kita benar-benar tidak bisa sendirian untuk menyelesaikan masalah ini apalagi, beberapa hari ini monster darah semakin aktif" jawab yang lain dengan wajah agak sedih.


Di antara mereka ada yang kehilangan sahabat dan keluarga saat menghadapi monster-monster darah tersebut, meskipun cara memimpin Jenderal muda mereka baik tapi jenderal muda mereka tetap kesulitan untuk menyelesaikan masalah monster darah yang ada.


Apalagi di lihat dari beberapa hari yang lalu ada beberapa teman mereka yang mati di luar telah berubah menjadi monster darah juga yang membuat hati mereka sangat sakit saat memikirkannya.


Jadi sejak itu siapapun yang mati di sisi mereka, mayat itu akan di bakar sampai menjadi abu agar tidak menimbulkan masalah di perbatasan saat mereka menjadi monster darah.


"Aktifkah? sepertinya situasi disini tidak jauh berbeda dengan yang di timur, lalu orang-orang ini pasti suruhan kakak" ucap Bai kecil setelah melihat dua orang yang memakai pakaian biru, Bai kecil mendekati mereka lalu duduk dengan polos di mej mereka duduk.


"Hm? ini bukankah kucing tuan muda Tian?" ucap pria yang mana adalah jenderal dari sisi Nan yang di kirim kesana.


"Berhati-hatilah, aku telah menyelidiki semuanya disini dan kemungkinan jenderal Bei berkhianat adalah Empat puluh persen" ucap Bai kecil dengan Sur ilahinya.


Mendengar suara di fikiran membuat kaget mereka dan memandangi Bai kecil dengan bingungnya, mereka kaget karena ternyata Bai kecil bisa berbicara.


"Jangan kaget begitu, bertindaklah seperti biasa atau kalian ingin semua rencana kakakku dan jenderal muda kalian gagal!" tanya Bai kecil.


Mendengar itu mereka mengangguk dan kembali bersikap tenang sambil berbicara dengan Bai kecil melalu fikiran mereka, Bai kecil juga berbagi informasi dengan mereka setelah mereka yakin kalau tidak ada tanda-tanda disini mereka pun pergi dengan membawa Bai Kecil yang tidur di kepala salah satu jenderal tersebut.

__ADS_1


......................


"Sepertinya semua orang sudah berkumpul" ucap seorang pemuda yang berdiri di antara Nan Yong dan seorang wanita cantik, satu-satunya jenderal muda dari keluarga Zao, Zao Bi.


Yang berbicara adalah Dong Tu anak dari jenderal Dong sendiri, dia terlihat lebih dewasa dan tegas dari Nan Yong serta jenderal muda dari keluarga Bei.


"Jadi apakah rencanamu sekarang jenderal muda Dong? hampir semua alam yang datang kesini bahkan kita mempunyai tamu luar biasa yaitu alam es, elemen dan kehidupan" ucap seseorang dari alam lainnya.


"Iya, aku tidak menyangka kalau Nona Mu Jing'er juga senior Sheng Mi dan Sheng Ming hadir disini, untuk alam langit aku benar-benar berterima kasih" ucap Dong Tu dengan sopan.


Ketiga wanita hanya mengangguk dan tidak terlalu peduli dengan sopan santun yang di berikan oleh Dong Tu kepada mereka, karena mereka kesini untuk membantu alam bawah bukan untuk mendengarkan rasa hormat dan terima kasih mereka.


"Aku tidak ingin terlalu lama disini, jadi aku dan Mu Jing'er serta alam kehancuran akan ikut bersama Zao Bi" ucap Sheng Mi dengan santai.


Melihat kalau dia tidak di hormati oleh Sheng Ming ada sedikit ketidaksenangan di mata Dong Tu, tapi itu hanya sesaat dan penampilannya kembali seperti semula tenang dan masih tersenyum baik ke arah orang lain.


Akhirnya alam es, elemen, kehidupan dan kehancuran menjauh dari semua orang dari alam lainnya, Alam es dan alam kehancuran di pimpin oleh Mu Jing'er atas perintah dari Mu Chao karena dia merasa kalau cucu menantunya terlalu lemah untuk bertahan di alam bawah.


"Apakah kamu merasakannya?" tanya Lin Guang yang tiba di samping Mu Jing'er, dia adalah orang yang memimpin alam elemen karena di paksa oleh kakeknya dengan gila.


Bahkan dia di ikat kesini dan di bawa oleh orang-orang alam elemen dengan paksa saat akan melarikan diri, tapi karena dia telah sampai disini dan tidak bisa kabur lagi dia menjadi lebih serius saat itu apalagi dia mendengar kalau sepupu kecilnya juga disini.


"Iya, tapi tidak ada bukti jadi kita hanya bisa berhati-hati" jawab Mu Jing'er, lalu menoleh ke arah Sheng Ming dan Sheng Mi sambil mengangguk satu sama lain.


"Ha, wanita memang mudah untuk jadi teman dan juga mudah untuk menjadi musuh" ucap Lin Guang agak tidak berdaya.


Di tempat pasukan ke empat alam berada, Lin Guang mengatakan kepada tetua yang ikut untuk selalu berhati-hati karena mereka masih belum tahu apa yang terjadi di alam bawah sekarang.

__ADS_1


"Tuan muda?" ucap sosok di belakang pria muda yang tengah duduk sambil menyambut dengan senang orang-orang itu.


"Semua siap? lakukan" ucap pria muda di tengah gelap itu.


"Iya" jawab sosok itu setelah dia mendapatkan persetujuan dari tuannya, pria itu masih tersenyum kepada orang lain bahkan orang yang melihat senyum dan tingkahnya merasa kalau pemuda ini adalah orang yang rendah hati dan baik apalagi ayahnya seorang yang sangat di hormati.


"Mari minum terus, karena saatnya tiba kalian tidak akan bisa minum lagi" ucap pria muda itu di dalam hatinya sambil tersenyum puas karena sebentar lagi rencananya akan berhasil.


......................


"Bagaimana tuan muda Tian?" tanya jenderal Nan Mo.


"Tidak ada masalah di dalam, tapi kenapa sangat sedikit orang di dalam? dan bahkan tidak ada ahli kuat ynag menjaga di dalam" jawab Lin Tian yang sekarang perasaannya semakin tidak enak.


"Aku baru saja mendapatkan berita kalau di dua sisi lainnya tidak ada yang mencurigakan terjadi, dan situasi disana masih sangat ketat apalagi dua jenderal muda hanya membawa beberapa orang bersama mereka ke ibukota" ucap jenderal lain setelah mendapatkan pesan dari jenderal yang berada di dua perbatasan lainnya.


Lin Tian dan jenderal Nan Mo saling pandang, keduanya tiba-tiba menjadi sangat gelisah dan hati mereka tiba-tiba menyadari sesuatu.


"Gawat!" ucap Lin Tian dan jenderal Nan Mo secara serentak.


BOOMM..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


.


__ADS_2