Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
189. Rasa bersalah


__ADS_3

Terlihat kalau di dalam sana banyak kultivator yang di ikat di setiap tiang yang ada disana, bahkan ada yang di ikat sampai sepuluh orang di tiang yang besar di dalam ruangan itu. ruangan tersebut benar-benar sangat kuat karena dapat menampung begitu banyak orang di dalamnya.


Apakah kau mau tunduk padaku?" tanya Jenderal Dong kepada seseorang pria yang paling depan dan terlihat kalau dia benar-benar telah tersiksa begitu parah saati itu.


Seluruh tubuhmya penuh dengan luka cambuk, dan ada beberapa bagian dari tubuhnya terlihat benar-benar telah di lukai oleh pedang, lalu dari bicara jenderal Dong jelas kalau orang itu adalah pemimpin dari orang-orang yang di kurung disana oleh jenderal Dong.


"Mimpi! aku dan pasukan ku tidak akan pernah menyerah kepada hama seperti kau, kau hanyalah sampah dan juga anjing yang menggigit tuannya sendiri! kau bahkan lebih dari sampah di mataku sekarang!" jawab pria itu dengan dingin kepada Jenderal Dong.


Benar saja, jenderal Dong marah lalu langsung mencambuk pria itu dengan keras dan tanpa ampun, tapi tentu saja pria itu tidak bergerak dan hanya menahan rasa sakit itu dari cambukan jenderal Dong itu.


"Sepertinya kamu telah kehilangan sesuatu sampai-sampai membuat kamu marah, tunggu? jangan-jangan seluruh alam sudah tahu kau lah orang yang mengkhianati kaisar langit dulu atau mungkin anakmu telah mati sekarang?" ucap pria itu dengan senyum dingin kepada jenderal Dong, meskipun dia masih di cambuk oleh jenderal Dong tapi dia tetap berbicara meledek jenderal Dong.


Mendengar ejekan pria tersebut jenderal Dong bertambah marah, dia malah mengganti cambuk dengan pedang lalu menusuk tangan pria itu dengan pedang tersebut.


"Ah! hahaha, sekarang aku yakin kalau keluarga bangsat mu itu telah terkena bencana, sekarang karma mu sedang berjalan jenderal Dong! ini benar-benar kabar gembira untukku dan bersiaplah untuk mencuci lehermu dengan baik agar tidak terlalu merasakan sakit di saat itu tiba!" teriak pria tersebut dengan mencoba menahan rasa sakit dari tangannya yang di tusuk oleh pedang jenderal Dong.

__ADS_1


"Hahahaha" semua orang disana tertawa saat melihat ekspresi jelek jenderal Dong, mereka telah di siksa entah berapa lama di dalam sini dan hanya berharap bisa melihat kehancuran dari si pengkhianat jenderal Dong dan keluarganya tersebut.


"Diam! kalian sampah tidak berguna, kalian hanyalah budak yang harusnya sadar diri!" teriak jenderal Dong dengan marah karena tawa orang-orang di dalam itu, entah kenapa orang-orang ini bahkan tidak mau menyerah setelah begitu lama dan bahkan dia telah menyiksa orang-orang ini dengan sangat biadab tapi tetap orang-orang ini tidak pernah mau menyerah kepada dirinya.


"Kamu yang budak tidak berguna, kamu sampah yang tidak berguna! orang seperti mu berani mengatakan Kami tidak berguna? ayolah, lihat bagaiman dirimu pengkhianat!" balas pria itu dengan jijik memandang jenderal Dong.


Jenderal Dong akan menusuk satu tangan pria tersebut dengan pedang yang lain tapi dia tiba-tiba mendapat pesan dari tetua keluarga Dong, saat dia melihat isi pesan itu wajah jenderal Dong berubah dia pun segera pergi dari tempat itu tanpa melihat ke belakang lagi, bahkan dia pun tidak mencabut pedangnya yang telah di tusukan kepada pria yang dia tusuk tadi.


"Ketua, apakah dia sekarang sedang sekarat?" tanya salah satu bawahan pria tersebut sambil tersenyum meski dia telah bersusah payah utnuk tersenyum sekarang.


"Hahaha, itu sudah pasti! bagaimana pun empat jenderal terdahulu telah bersumpah untuk setia kepada kaisar langit, tapi orang ini telah mengkhianati sumpahnya pada akhirnya karma mereka akan segera datang menghancurkan mereka semua, takdir mereka telah di tetapkan" jawab pria itu dengan senyum di wajahnya.


"ketua! jika kami semua tidak dapat bertahan disini lagi dan pada akhirnya menyisakan anda, kami berharap anda menyanyikan lagu persaudaraan kita saat itu, agar kami bisa mati dengan tenang." ucap pria yang Lainnya.


"Iya, dan jika anda bisa keluar dari sini maka anda harus membakar tubuh kami menjadi abu lalu mengumpulkan semua abu kami dan menaburkannya di depan istana langit! hahaha, itu sudah hal terindah bagi kami setalah kematian kami, karena dapat kembali ke negeri langit" tambah yang lainnya dengan tertawa bahagia.

__ADS_1


"Apa maksud kalian berbicara seperti itu? kita akan selalu bersama! kita akan hidup mati bersama, ingatlah kita semua telah bersumpah menjadi saudara selamanya saat itu! jadi jangan mimpi untuk mati sendiri tanpa alu" ucap pria yang di panggil ketua itu dengan marah.


Ada air mata yang jatuh membasahi wajah ketua itu, kalau dulu bukan karena dia terlalu percaya dengan jenderal Dong maka dia dan Saudara-saudaranya tidak akan berakhir disini dan mungkin juga kaisar langit tidak akan perlu mati mengorbankan dirinya untuk alam langit saat itu, sekarang hal itu telah menjadi rasa bersalah yang kuat di hatinya sampai sekarang.


"Jangan bercanda ketua, kita semua tahu dimana ini. Disini adalah sisi lain dari jembatan reinkarnasi dan takdir!" ucap pria yang ada di belakang ketua tersebut.


Jembatan reinkarnasi dan takdir itu adalah nama lain yang dulu di pakai oleh dewa neraka untuk jembatan darah, karena di jembatan inilah orang yang mati akan menentukan apakah mereka akan langsung bisa bereinkarnasi atau mereka akan jatuh ke dalam neraka duluan menerima hukuman mereka, dan baru setelah semua dosa mereka bersih maka mereka akan di biarkan bereinkarnasi lagi.


Jelas kalau ketua itu tahu hal tersebut, dan alasan kenapa jenderal Dong serta keluarganya bisa bertahan disino di karenakan dia bukan lagi dewa seperti mereka karena bagaimanapun setiap hari energi mereka akan terus menghilang disini lalu perlahan tubuh mereka akan mengering karena energi aneh di area ini.


"Aku yakin semua penantian kita akan berakhir, dan jika benar kita akan mati disini maka biarlah kita mati bersama lalu dengan begitu kita bisa bertemu dan meminta maaf kepada kaisar langit yang terdahulu atas kegagalan kita" jawab ketua tersebut dengan nada sedih, dia tidak mau kehilangan saudara-saudaranya itu dan jika saudara-saudaranya mati disini maka lebih baik dia juga mati bersama mereka di saat hari itu datang.


Mendengar perkataan ketua mereka setiap orang disana juga merasakan penyesalan yang sama, apa yang terjadi dulu adalah benar-benar kegagalan parah yang pernah di lakukan kelompok mereka karena itulah jika mereka mati dan dapat bertemu dengan para kaisar langit terdahulu maka mereka akan benar-benar berlutut meminta maaf kepada mereka semua atas kegagalan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2