
"Kakak!".
Dua pria dengan terburu-buru datang ke puncak kematian tempat dimana Dewa neraka selalu tinggal. Dua pria itu tentu adalah dewa kematian dan dewa kehancuran yang ingin memberi tahu sesuatu kepada dewa neraka.
"Ada apa?" tanya dewa neraka serius.
"Kami telah menemukan dimensi yang kakak maksud tapi ruang disana sangat berbeda dan beberapa pasukan yang kita kirim tidak dapat menemukan ujung dari dimensi itu".
Dewa neraka yang mendengar Penjelasan dua adiknya itu sedikit mengerutkan kening. Melihat kalau kakaknya diam dan masih bingung, dewa Kehancuran akhirnya menjelaskan lebih detail apa yang di temukan oleh pasukan yang mereka kirim ke dimensi tersebut.
Di dalam dimensi atau ruang yang mereka masuki, mereka hanya terus di pertemukan dengan planet mati dan berbagai batu asteroid yang tidak memiliki energi sedikitpun. Bahkan ada beberapa dari pasukan mereka malah terjebak dan jatuh ke dalam petir ruang yang berakhir mereka mati disana.
Dewa neraka yang mendengar cerita tersebut terdiam untuk beberapa waktu. Lalu dia berdiri dan melihat ke bawah puncak kematian tersebut.
"Huf.. Mari kita pergi ke dimensi itu!".
"Apa?"
Kedua saudaranya tersebut kaget dengan ucapan kakaknya yang ingin pergi kesana langsung. Walaupun mereka berdua tidak mengerti apa yang di cari oleh dewa neraka di dalam dimensi atau ruang aneh tersebut, tapi yang jelas menurut mereka tidak terlalu perlu dewa neraka untuk pergi melihat-lihat dimensi tersebut.
"Aku tahu apa yang kalian fikirkan tapi dimensi yang aku minta kalian selidiki itu sangatlah penting bagi kita untuk mencari kebenaran" ucap Dewa neraka dengan tatapan serius ke arah adik-adiknya itu.
"Kakak, kami mengerti".
Keduanya tidak lagi mempertanyakan keinginan kakak mereka untuk pergi ke dimensi tersebut. Dan mereka berdua akan selalu mendukung kakak mereka apapun yang akan dia lakukan.
"Dimana portal dimensi itu kalian temukan?" tanya Dewa neraka.
"Bagian paling ujung dunia dewa dan memiliki gejolak badai energi yang besar, tepatnya di kedalaman laut terlarang" jawab dewa kematian dengan serius.
"Pantas saja tidak ada yang pernah menemukan portal dimensi kuno itu" ucap Dewa neraka setelah tahu dimana keberadaan portal tersebut.
"Kami telah membuat array langsung menuju ke portal itu kakak, jadi kita bisa kesana melalui array milik kita tanpa ke dunia dewa dulu".
__ADS_1
Akhirnya dewa neraka mengangguk dan tanpa menunda apapun dia serta dua lainnya langsung berangkat menuju portal dimensi atau ruang yang telah mereka temukan tersebut.
......................
Swisshh...
Terlihat pria muda yang berdiri di depan salah satu tempat berbahaya di dunia dewa. Pria itu tidak lain adalah Lin Tian yang telah beberapa hari menjelajahi setengah dunia dewa untuk menemukan portal dimensi atau ruang kuno yang pernah dikatakan oleh dewa takdir saat mereka bertemu.
Sebenarnya Lin Tian meminta dewa takdir untuk mencoba mencari tahu asal usul dari meteor serta monster darah yang pernah dia lawan di alam bawah sebelumnya itu kepada dewa takdir. Dewa takdir menyanggupi keinginan Lin Tian dan saat dia mencoba untuk melihat ingatan dari laba-laba perak tersebut dewa takdir hanya mendapat sesuatu yang kurang jelas.
Seperti ada portal dimensi yang mengarah ke suatu tempat aneh yang tidak jelas di dalam ingatan laba-laba tersebut dan tempat yang bisa di pastikan adalah portal itu bukan berada di alam langit. Dengan kesimpulan itu, Lin Tian meyakinkan kalau portal tersebut berada di dunia dewa. Dan menurut ingatan itu, jelas setelah meteor ini keluar dari portal dimensi dia pun di terbangkan oleh badai energi ke tempat yang entah dimana sebelum ditemukan oleh orang-orang misterius dan setelah itu ingatan laba-laba perak pun berakhir disana.
"Huf.. sepertinya tidak ada disini juga" ucap Lin Tian yang telah selesai menjelajahi tanah terlarang tersebut.
"Tinggal laut terlarang!".
Lin Tian langsung pergi menuju lautan terlarang yang dikatakan paling berbahaya serta banyak makhluk laut aneh di lautan itu yang hidup. Dikatakan juga ada berbagai monster terbang yang aneh atau tentakel besar yang menarik kapal ataupun orang yang berada dekat dengan perbatasan lautan tersebut.
Sudah lama sekali lautan itu dilupakan dan tidak ada yang pernah kesana. Bahkan sejak dilupakan itu pula lautan terlarang menjadi zona yang hilang atau tidak termasuk ke dalam tempat berbahaya lagi. Bukan karena di buang dari salah satu tempat berbahaya tapi karena memang tempat itu lebih mengerikan dari pada tempat berbahaya yang lainnya.
Swisshh...
"Ini..? apakah ada yang telah masuk mendahuluiku?" fikir Lin Tian serius.
Dia dengan hati-hati mencapai batas dari lautan terlarang tersebut. Di depan dia melihat kalau badai energi disini tidaklah terlalu kuat seperti yang pernah dia dengar atau dia lihat dalam catatan kuno.
"Jangan-jangan memang disini tempatnya!".
Lin Tian telah berfikir dengan serius setelah melihat mayat-mayat duyung sebelumnya. Jika meteor itu ditemukan sudah sangat lama ada kemungkinan saat itu lautan ini adalah daratan dulu dan karena perkembangan serta perubahan waktu maka portal dimensi itu bisa saja terletak di kedalaman lautan ini.
"Aku harus segera menemukan portal itu segera!" ucap Lin Tian langsung bergegas masuk ke dalam lautan terlarang.
Setelah hampir dua hari dia masuk ke dalam lautan terlarang, Lin Tian menemukan tempat dimana badai muncul tanpa fikir dia langsung turun masuk ke dalam badai itu menuju ke dalam lautan.
__ADS_1
Semakin dalam dia masuk semakin banyak monster-monster yang mati dia temui. Bahkan di antara mereka adalah monster aneh yang menurut dia harusnya hidup di daratan tapi malah bisa bertahan di dalam lautan.
RAAARRRRRR...
Seekor monster berbentuk setengah naga muncul di depan Lin Tian. Memiliki kepala naga, tapi memiliki cangkang kura-kura dengan ular sebagai ekornya dan yang lebih mengejutkan lagi adalah monster hibrida ini telah terluka di berbagai tubuhnya.
"Sudah terluka seperti ini masih saja ingin menghalangiku? ayo!" ucap Lin Tian maju mengeluarkan pedang elemen dan menyerang monster kepala naga dengan cangkang kura-kura serta ekor ular itu.
BOOMM....
ROAARR...
Ssssssss
"Teknik pedang es, teratai es!" teriak Lin Tian.
BOOMM..
ROAARRR...
Teratai es besar langsung menghantam monster hibrida tersebut. Lalu perlahan monster hibrida membeku di depan Lin Tian yang masih tenang dari awal sampai mengalahkan monster itu.
"Hancur!"
Monster hibrida itu langsung hancur berkeping-keping menjadi kepingan es yang larut dalam lautan.
"Huf... Aku harap bisa menemukan jawaban di dalam portal dimensi itu" ucap Lin Tian langsung menuju ke bawah lautan dimana portal itu berada.
"Hm?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...