
Mu Xuanyin terlihat diam sambil memikirkan hal tersebut, memang benar musuh Lin Tian lebih dari yang mereka bayangkan bahkan di luar imajinasi mereka sendiri.
Dari informasi ini jelas kalau musuh yang di lawan dewa angin bahkan mungkin lebih kuat dari dewa angin itu sendiri, dan sekarang dia mengambil mayat dari tuan muda kedua hal tersebut juga menjadi fikiran bagi Mu Xuanyin.
Di dalam fikirannya beberapa hal yang dia dengar selama ini pun membuat dia sedikit serius jika hal ini benar maka mungkin alam bawah akan kacau, dan jika tidak segera di tangani maka tidak akan ada makhluk yang bisa bereinkarnasi ataupun hidup di alam bawah.
"Jika tebakanku benar, maka mayat tuan muda alam angin kemungkinan akan di periksa oleh orang bertopeng itu, dan mungkin akan menciptakan monster yang lebih mengerikan dari tuan muda alam kedua" ucap Mu Xuanyin.
"Kemungkinan memang begitu, kita harus lebih memperketat penjagaan dan terus melakukan pemeriksaan bagi orang-orang yang masuk ke alam kita" ucap Lan Jingyi setuju dengan pemikiran Mu Xuanyin.
Ketiga wanita itu saling mengangguk mengerti, setelah merasa kalau tidak ada lagi yang harus diceritakan mereka pun langsung memanggil beberapa pelayan dan makan bersama disana dengan gembira.
"Saudari Mu, saudari Lan, apakah Kalian tidak terlalu kejam meninggalkan Saudari Sheng di istana? aku yakin sekarang dia telah melayani Kaisar lagi dengan wajah sedih" ucap Feng Yin.
"Saudari Feng, kamu tidak tahu kalau kami tidak kabur maka suami kami itu akan melakukan hal itu kepada kami bertiga!" jawab Lan jingyi dengan tak berdaya saat dia mengingat Lin Tian menyerang dia dan Mu Xuanyin saat Sheng Cu'er masih tidak bisa melihat sebelumnya.
"Iya, aku tidak tahu darimana dia bisa sekuat itu! padahal dulu tidak sekuat sekarang" desah Mu Xuanyin yang juga benar-benar tidak berdaya memikirkan Lin Tian.
"Ais... kalian lupa kalau kaisar adalah alkimia master? aku yakin dia bisa membuat berbagai Pill aneh sekarang apalagi dia adalah Saint Pill" jelas Feng Yin sambil tersenyum ke arah keduanya.
Mendengar perkataan Feng Yin barulah mereka ingat akan Lin Tian seorang alkimia saint, mereka lalu merasa harus lebih berhati-hati jika bertemu Lin Tian setidaknya jika mereka ingin melayani Lin Tian maka satu di antara mereka harus berlari dulu.
__ADS_1
"Yah, mari kita serahkan kepada saudari kecil kita itu! apalagi dia masih merasa sedih dengan keadaannya sekarang, dan biarkan dia bersama suami untuk kali ini" ucap Mu Xuanyin.
Lan jingyi mengangguk sebenarnya mereka juga punya alasan lain untuk kabur dari istana, tentu itu juga menyangkut Sheng Chu'er yang terlihat bekerja keras dalam hal kultivasinya sejak kehilangan mata takdir.
Dan mereka berdua pun sudah beberapa kali membujuknya untuk tidak terlalu memaksakan diri tapi dia masih tetap dengan tegas harus menjadi lebih kuat untuk bisa membantu mereka dan Lin Tian nantinya.
Mu Xuanyin sebagai yang tertua tentu agak sedih melihat Sheng Chu'er yang begitu memaksakan dirinya sendiri, dia juga mengerti bagaimana perasaan jauh dari orang lain seperti Sheng Chu'er.
"Tenang saja, aku yakin suami bisa mengatasi hal itu dan aku yakin kalau saudari Sheng bisa maju lebih jauh dengan bantuan suami kita" ucap Lan Jingyi menghibur Mu Xuanyin yang sepertinya mengerti apa isi fikiran Mu Xuanyin.
Mu Xuanyin menganguk lalu mereka bertiga melanjutkan makan kembali sambil menceritakan beberapa hal menarik di sana, seperti biasa jika para wanita berkumpul maka mereka tidak akan lepas mengembangkan wawasan mereka tentang beberapa gosip maupun fakta di alam kehancuran.
Sedangkan di tempat lain, terlihat Naga kecil masih tergantung sendirian dengan wajah sudah bengkak semua dan di sana ada wanita yang mana dia adalah Lin Niao.
"Hei, lepaskan aku! jangan tinggalkan diriku sendiri merana tergantung di sini." teriak naga kecil dengan sedih.
Dia merasa apa salahnya sampai-sampai di gantung disini, bahkan dia tidak tahu berapa lama dia di gantung oleh Lin Niao disana dan dia juga merasa merindukan kehidupannya saat bebas sebelumnya.
"Oh, paus kecil aku merindukan mu!" ucap naga kecil dengan wajah sedih saat mengingat bagaimana dia menjelajahi laut bersama paus bertanduk, walaupun jelas paus bertanduk itu ketakutan dengan naga kecil bukan karena dia rela mau menjadi kapal naga kecil.
Sedangkan di laut yang dalam di alam kehancuran itu, terlihat paus bertanduk yang sedang berbaring tertidur malas dan terasa sangat bahagia dalam hidupnya karena bebas dari naga kecil.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba paus itu merasakan hawa dingin menyelimuti seluruh tubuhnya, hal itu membuat dia langsung terbangun dan melihat sekelilingnya dengan cemas. Dia merasa kalau ada yang sedang memperhatikannya tapi dia tidak menemukan apapun di sekitarnya, lalu setelah beberapa saat memastikan tidak ada yang memperhatikan dirinya paus itu pun tertidur lagi.
Sedangkan di tempat naga kecil, naga kecil masih tergantung disana dengan wajah yang sudah bengkak dan juga di tinggal sendirian oleh Lin Niao disana. Tentu saja naga kecil tidak berani kabur karena dia takut kalau Lin Niao mengadu kepada Mu Xuanyin maka kelar lah hidupnya seperti Bai kecil dan tiga saudaranya yang dulu.
"Kakak! selamatkan aku" teriak naga kecil dengan wajah sedih.
"Kenapa kamu berisik sekali?" ucap Lin Niao yang muncul di sampingnya dengan membawa sebuah kotak yang cukup besar.
"Hei, buat apa kotak itu?" tanya naga kecil.
"Ini? iya kebetulan tadi kakak Mu memberi aku kotak ini,apa isinya aku tidak tahu dan sekarang aku baru saja akan membuka kotaknya." jawab Lin Niao.
Saat kotak terbuka disana ada beberapa makanan yang terlihat baru saja di siapkan dan juga saat naga kecil memandang itu air liurnya menetes tanpa sadar, dia benar-benar lupa akan sakit di wajahnya dan hanya memandang ke arah kotak itu penuh dengan kebahagian.
"Kenapa kamu terlihat begitu sangat bersemangat?" tanya Lin Niao dengan senyum menggoda, Lin Niao dengan santai mengambil salah satu makanan itu lalu memakannya di hadapan naga kecil.
"Hm, memang enak" ucap Lin Niao.
"Oh, dewiku, peri ku, cintaku bisakah aku mencobanya satu?" ucap naga kecil dengan wajah yang sangat kelaparan.
"Mau?" tanya Lin Niao.
__ADS_1
Naga kecil tentu saja langsung mengangguk, tapi Lin Niao hanya tersenyum lalu melanjutkan memakan makanan di kotak itu dengan santai, dia bahkan kadang menggoda naga kecil yang sudah benar-benar gila dan terus berteriak karena menginginkan makanan itu.
"Ah! kenapa wanita bisa sekejam ini!" teriak naga kecil penuh keluhan disana memandang Lin Niao yang terus menggodanya.