Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
274. Pintu Putih


__ADS_3

"Hm?"


Tiba-tiba sosok yang tadi sedang tidur di kursi berdiri saat melihat ada celah ruang yang tiba-tiba terbuka. Dan saat dia melihat siapa yang muncul, dia tidak bisa untuk tidak tersenyum memandang pria muda itu.


"Aku tidak menyangka kalau kamu bahkan akan datang menemui ku secepat ini" ucap dewa takdir memandang Lin Tian dengan senyum tulus.


"Iya, ada yang ingin aku tunjukan padamu".


Jawab Lin Tian dengan wajah serius saat memandang dewa takdir. Dewa takdir yang tadi terlihat santai juga menjadi diam dan lebih tenang memandang Lin Tian. Lalu, dia mengangguk untuk membawa Lin Tian duduk bersama dengannya agar bisa berbicara dengan baik.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya dewa takdir.


Lin Tian mengeluarkan sebuah kurungan dimana di dalamnya adalah Makhluk aneh yang dia tangkap di dalam istana sebelumnya. Dia juga menjelaskan apa yang dia lihat saat berada di dalam istana itu dan bagaimana jenis makhluk ini hidup serta bagaimana kekuatannya.


Dewa takdir langsung kaget saat tahu kalau makhluk ini terbuat dari batu kehancuran yang dulu pernah membunuh banyak dewa di zamannya. Dia selalu berfikir kalau itu hanyalah batu aneh yang memiliki energi aneh dari energi yang ada pada saat itu.


"Maksudmu ada kemungkinan delapan luluh persen dewa kematian masih hidup?".


Dewa takdir sontak bertanya seperti itu karena dia tahu bagaimana kekuatan ruang tempat dia mengirim dewa kematian saat itu. Dan dia memiliki setidaknya sembilan puluh persen keyakinan kalau dewa kematian mati disana.


"Iya! tapi itu tidak pasti karena banyak hal aneh yang mencurigakan disini saat aku periksa dengan teliti semua petunjuk yang ada" jawab Lin Tian serius.


Dia telah benar-benar memikirkan beberapa hal tentang masa lalu saat itu, dia ingat kata-kata dewa kematian yang mengatakan Dunia akan tetap berakhir di bawah Takdir dari dewa takdir itu sendiri.

__ADS_1


Dan Lin Tian bisa memastikan saat itu dewa takdir tidak mau dunia yang akan dia hancurkan di bangun ulang lagi oleh dewa takdir, jelas saat itu dewa kematian sangat ingin memusnahkan seluruh dunia itu sammpai menjadi debu.


Tapi dia tidak berharap kalau dewa takdir sampai muncul dan menggagalkan rencana yang telah dia buat saat itu. Dari sini Lin Tian tahu kalau dewa kematian bukan ingin mengulang dunia tapi menghancurkannya menjadi debuh lalu membangunnya kembali seperti yang dia mau.


"Aku kurang pasti apa sebenarnya yang di inginkan dewa kematian. Tapi jika benar seperti itu maka ada kemungkinan ada sesuatu yang tidak kita ketahui selama ini dan kemungkinan itulah yang membuat dewa kematian melakukan semua itu" jawab Dewa takdir dengan serius.


Setau dia, dari delapan dewa Dewi hanya dewa kematian yang sangat pendiam dan juga berhati lembut terhadap berbagai makhluk hidup yang ada. Tapi anehnya secara tiba-tiba dia menyatakan perang dan ingin menghancurkan seluruh dunia ini. Bahkan saat itu seluruh bawahannya juga ikut mati oleh meteor Pemusnah itu tanpa kecuali.


"Iya, aku ingin tahu apa takdir yang kamu lihat saat itu sehingga ikut campur?" tanya Lin Tian yang membuat dewa takdir menjadi lebih berfikir keras.


Dia tidak terlalu jelas karena saat itu, takdir yang dia lihat tiba-tiba saja muncul di pandangannya. Dan takdir itu memperlihatkan dewa kematian yang membunuh seluruh makhluk hidup yang ada lalu membangun dunia dimana hanya yang kuat bisa berdiri dan menjadi penguasa. Untuk yang lemah dia akan mati di tangan yang kuat atau menjadj budak selamanya.


"Apa mata takdirmu itu di dapatkan dari pintu putih yang dijaga oleh leluhur roh sekarang?".


Pertanyaan yang diajukan Lin Tian embuat dewa takdir terdiam untuk sementara waktu. Lalu, dia hanya mengangguk sebagai balasan bahwa yang sedang Lin Tian fikirkan dan Lin Tian tanyakan memang benar adanya.


"Aku tidak tahu! saat aku masuk, aku hanya melihat sebuah mata besar muncul di depanku. Lalu mata itu masuk ke dalam mataku dan menjadi satu denganku" jawab Dewa takdir saat dia mengingat kejadian disaat dia berada di dalam pintu putih itu.


Dewa takdir menyebut pintu putih itu adalah awal dari peradaban atau sistem yang mengatur segalanya. Karena saat dia selesai mewarisi mata takdir, dia bisa mendengar suara aneh yang mengatakan kalau dia hampir tidak layak untuk mendapatkan mata takdir itu..


Tapi karena hanya dia yang bisa masuk ke dalam sana jadi mereka memutuskan memberikan mata takdir itu kepada dia. Setelah itulah dia bisa menjadi salah satu dewa Dewi yang terkuat di zaman dulu.


"Apakah kamu fikir kalau kejadian saat kamu melihat takdir itu ada hubungannya dengan pintu putih itu?".

__ADS_1


"Itu... aku kurang yakin! dulu aku berfikir kalau pintu itu hanyalah tempat rahasia biasa, tapi semakin aku lama saat itu berada di dalamnya.. Aku sadar kalau tempat itu tidak sesederhana yang di fikirkan seseorang karena saat itu aku merasa untuk pertama kalinya kalau kematian ada di dekatku".


Baik dia pun juga ragu, karena setelah dia mendapatkan pelatihan disana. Dia hanya di minta untuk menjadi penjaga pintu ini lalu hal sama juga diberikan kepada leluhur roh.


"Jika benar maka apa yang ada di pintu itu adalah sesuatu yang menguasai dunia ini atau sesuatu yang sangat ingin mengontrol semua isi di dunia ini" fikir Lin Tian tidak memberitahu hal tersebut kepada dewa takdir.


Dengan begitu, dia akan memutuskan untuk masuk kesana setelah benar-benar memiliki kekuatan yang nyata dan dapat mengendalikan takdirnya sendiri. Karena dia yakin kalau apa yang ada di dalam sana mungkin adalah hal-hal yang dapa mengendalikan takdir seseorang.


"Apa rencanamu setelah ini?" tanya dewa takdir kepada Lin Tian.


"Aku? mungkin aku akan mengatur negeri langit dan seluruh alam langit dulu, baru aku akan memulai apa yang akan aku lakukan" jawbab Lin Tian dengan tenang.


"Kalau begitu bagus, aku akan menunggu kabar baik darimu! aku sangat ingin melihat perubahan apa yang akan kamu bawa ke seluruh alam ini" ucap Dewa takdir.


"Kamu hanya perlu menunggu".


Lin Tian tersenyum memandang dewa takdir. Meskipun ada sedikit sesuatu yang membuat dia masih ragu tapi dia tidak akan membicarakannya lagi dengan dewa takdir. Karena dia takut jika tebakan dia benar maka itu bisa membuat seluruh apa yang dia rencanakan akan gagal.


Resiko yang akan dia alami bukan hanya tentang dirinya tapi seluruh orang-orang yang bersama dengannya. Dia tidak akan membiarkan semua itu terjadi terhadap orang-orang yang telah memberikan kepercayaan mereka kepadanya.


"Apa itu? kenapa semuanya seperti telah mulai mengarah ke satu titik?" ucap Lin Tian dalam hatinya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2