Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
279. Laba-laba putih


__ADS_3

Lin Tian segera pergi ke tempat dimana Zi Yanling dan Mo Gui berada setelah dia selesai mengurus keluarganya di istana. Saat Lin Tian sampai di tempat yang telah dikatakan oleh Mo Gui, membuat dia cukup terkejut karena dia tidak menyangka kalau hal-hal yang ditemukan itu berada di dalam sebuah rawa yang tampak biasa saja ini.


"Apakah itu berada di dalam sana?" tanya Lin Tian serius.


"Iya, dan juga menurut sepupu kaisar di dalam sana masih banyak mayat yang telah dia bunuh" jawab Mo Gui serius.


"Jika hanya ada yang di bunuh oleh kakak Lin Guang bukankah berarti masih banyak di bawah sana?".


Lin Tian tiba-tiba berfikir kalau mungkin rawa ini terhubung ke suatu tempat. Dan jika dia ingin melihat tempat itu serta menemukan apa isinya dia harus turun ke dalam rawa ini.


Hanya...


Sepertinya itu bukanlah hal baik karena jika dia turun sendiri itu pasti sedikit akan memakan waktu. Sebab dia tidak jelas kedalaman rawa yang ada di depan matanya ini.


"Kaisar? apa kita hancurkan saja?" tanya Mo Gui.


"Hancurkan? hm... baiklah! Mo Gui kamu hancurkan dan aku akan memasang array disini agar tidak ada satupun yang dapat melihat kejadian disini" jawab Lin Tian setelah memikirkan solusi tercepat.


"Baik kaisar".


Akhirnya Lin Tian memasang array besar yang menutupi area 3km di sekitaran sana, dan juga setiap sudut di jaga oleh pasukan Mo Gui dan juga Zi Yanling. Itu untik mencegah ada yang masuk ke dalam sini dan megetahui apakah ada musuh yang masuk ke dalam area ini.


"Baiklah, semua siap!" ucap Lin Tian kepada Mo Gui.


"Aku mulai".


Mo Gui bersiap-siap menggunakan kapak besarnya untuk membelah rawa tersebut. Dan setelah perintah Lin Tian turun, dia langsung menebas kapak besarnya itu ke arah rawa tersebut dengan kuat.


BOOMM...


Rawa itu terbelah setelah di tebas oleh Mo Gui dengan kapak besarnya. Lin Tian dan Zi Yanling langsung gemetar saat melihat apa isi dari rawa yang telah di belah oleh Mo Gui itu.

__ADS_1


"Ini? banyak sekali? dan.... ada sebagian dari mereka masih di rantai sambil menanggung siksaan yang begitu kejam" ucap Zi Yanling melihat banyak tubuh yang telah di rantai serta terus menerus dikirimkan energi aneh melalu rantai itu.


Dan yang lebih kejamnya adalah tulang dada mereka itu terbuka, terlihat jelas meskipun Lin Tian berada jauh di atas tempat itu. Di tambah salah satu rantai itu benar-benar di pasang tepat di tulang dada mereka dengan begitu kejam.


Membayangkan betapa sakitnya mereka saat-saat masih hidup membuat Lin Tian Benar-benar sangat marah. Di bagian atasnya ada beberapa mayat yang seperti di katakan oleh Mo Gui di bunuh oleh Lin Guang sendiri saat itu.


"Kaisar ini?" wajah Mo Gui juga sangat marah saat melihat itu semua.


"Seperti yang kamu duga, kemungkinan goa tempat orang-orang itu menghilang kemungkinan adalah arah sisi bawah untuk menuju ke bawah rawa ini" ucap Lin Tian serius.


Dia juga melihat ada sebongkahan meteor yang sebesar satu rumah berada tepat tidak jauh dari para mayat yang diikat rantai itu saat Lin Tian dan juga dua lainnya turun bersama.


"Kaisar? meteor ini benar-benar masih ada!" ucap Mo Gui dengan gemetar menatap meteor Pemusnah tersebut.


Lin Tian juga menatap meteor itu dengan ekspresi yang tidak dapat di jelaskan. Untuk sementara dia benar-benar bingung dengan semua yang ada disana, karena semuanya ini tidak sesuai dengan apa yang dia fikirkan selama ini. Di tambah dengan adanya meteor Pemusnah yang cukup besar di tempat ini, itu telah membuktikan kemungkinan ada meteor yang seperti ini di seluruh alam langit atau mungkin seluruh dunia.


"Apakah benar semua ini adalah perbuatan kaisar langit?" fikir Lin Tian.


Mo Gui tidak tahu harus melakukan apa karena setau dia meteor ini sangat sulit untuk di hancurkan. Hanya di zaman kuno lah dewa kematian menabrakkan meteor tersebut ke planet lain yang membuat meteor itu hancur.


"Aku akan melahapnya" ucap Lin Tian serius.


Jika dia melakukan hal sama dengan dewa kematian dulu maka sama saja dia tidak menghargai seluruh makhluk hidup di planet yang akan dia korbankan itu. Jadi dia membuat pilihan yang berbahaya yaitu mencoba menelannya secara langsung dengan kekuatan melahapnya.


BOOMM...


"Kalian tidak sopan!" ucap suara aneh yang tiba-tiba terdengar dari dalam meteor itu.


Perlahan meteor yang tadi hanya terlihat seperti bongkahan batu biasa berubah menjadi laba-laba putih raksasa. Laba-laba putih itu juga melepaskan rantai yang menyegel mayat-mayat disana yang membuat seluruh mayat-mayat itu bergerak sendirinya.


"Kau hidup?" tanya Lin Tian bingung.

__ADS_1


"Kamu makhluk rendahan berani berbicara seperti itu kepada yang agung ini?" ucap laba-laba putih itu.


"Hanya seekor laba-laba berani berbicara lancang kepada tuanku?" teriak Mo Gui langsung memukul kepala laba-laba itu dengan kuat.


BOOMM..


"Apa?"


Wajah Mo Gui berubah saat pukulannya tidak menggores sedikitpun di tubuh laba-laba raksasa itu. "Semut!", laba-laba itu lalu mengayunkan salah satu kakinya ke arah Mo Gui dengan sangat cepat.


BOOMM..


"Semut berani melawan yang agung ini? kenapa masih ada semut seperti kalian di alam Yang baru ini?".


Laba-laba itu menatap Mo Gui dan Lin Tian dengan jijik, matanya jelas menanggap remeh kelompok Lin Tian itu sendiri.


"Apa kamu ini? kenapa meteor sepertimu bisa hidup?" tanya Lin Tian serius.


"Meteor? kalian benar-benar tidak tahu apa kami ini? hahahaha.. ternyata orang bodoh seperti kalian benar-benar ada, aku tidak menyangka kalau apa yang dilakukan oleh dewa kematian saat itu hanyalah sia-sia" ucap laba-laba itu dengan tawa yang menghina.


"Apa maksudmu?"


"Karena kamu akan mati akanku jelaskan apa kami ini".


Laba-laba itu mengatakan kalau mereka ini bukanlah batu meteor biasa, mereka bisa di bilang sebagai makhluk tertinggi yang berada jauh di atas para dewa. Dan mereka adalah makhluk pertama yang lahir di dunia atau alam semesta ini.


Sayangnya mereka butuh waktu lama untuk membentuk wujud mereka yang sebenarnya. Dan mereka memiliki tuan atau raja di antara mereka di zaman dulu tapi karena perbuatan salah satu dewa tertinggi saat itu. akibatnya tuan mereka menjadi hancur menjadi dua bagian dan mereka juga terbang ke segala dunia akibat ulah dewa tersebut. Untungnya dewa yang lain tidak menghancurkan dunia saat itu, dan dia hanya mengubah dunia tanpa menghapus semua peradaban saat itu. Jika semua hal itu tidak terjadi mungkin baik dia dan tuan mereka tidak akan menjadi seperti ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2