Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
362. Tembak Langsung


__ADS_3

"Bagus! mari kita berangk" ucap Bai kecil.


"Kakak, bukankah kita harus menunggu paman Lin Dan yang lainnya?". Naga kecil langsung ingat kalau mereka harusnya berkumpul dengan Lin Dong baru mereka berangkat.


"Hei, mereka pasti sudah siap sekarang dan menurutku mereka juga sudah berangkat dulua daripada kita" ucap Bai kecil tenang tidak seperti dirinya yang biasa.


Naga kecil tidak lagi mempertanyakan apa yang akan dilakukan Bai kecil, menurutnya Bai kecil pasti sudah memiliki rencana sendiri dan mungkin apa yang dikatakan oleh Bai kecil juga benar. Mereka telah lewat beberapa hari untuk berlatih dan ada kemungkinan semua pasukan di alam langit juga telah mulai bergerak termasuk empat saudara Bai kecil yang lainnya.


"Baiklah, semuanya kita akan berangkat" ucap Bai kecil melemparkan tokennya ke langit.


Di langit token yang di lempar Bai kecil berubah menjadi lubang hitam yang besar, bahkan lubang hitam itu terlihat menutupi seluruh ibukota istana Bai.


"Berangkat!". Bai kecil terbang duluan di ikuti oleh naga kecil dan leluhur Kong, serta semua pasukan dari alam biantang suci juga terbang masuk ke dalam lubang hitam itu.


Setelah beberapa menit, semua pasukan masuk ke dalam lubang hitam barulah lubang hitam itu menghilang. Dan langit di alam binatang suci sudah mulai terlihat lagi, beberapa anak muda dan istri dari pasukan yang ikut dengan Bai kecil berharap untuk kembali dengan kemenangan.


......................


"Hm?".


Tiba-tiba Huang De membuka matanya dan wajahnya terlihat sangat jelek sekarang.


Huang Sheng yang melihat wajah jelek Huang De tidak dapat untuk tidak tersenyum, tapi itu hanya sesaat sebelum dia mendekati Huang De dan menanyakan kenapa dia tiba-tiba memasang wajah kesal.


"Ada penyusup yang masuk ke tempat kita" ucap Huang De menatap Huang Sheng.


"Berapa?" tanya Huang Sheng.


"Lebih dari lima juta" jawab Huang De dengan serius. Huang Sheng yang mendengar itu langsung kaget dan tatapannya juga menjadi serius.


Jumlah yang banyak seperti itu benar-benar jauh dari perkiraan mereka berdua, dan bagaimana semua orang-orang itu masuk ke tempat mereka begitu mudah. Hal itu menjadi sesuatu yang mengganjal di hati Huang De.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Huang Sheng.


"Apa lagi? Aku hanya bisa membiarkan Empat juta pasukan kita untuk menghalangi membunuh mereka semua" jawab Huang De langsung berkomunikasi dengan jenderalnya yang telah memulihkan kekuatan mereka.


"Ho, apakah kau tidak butuh bantuanku?" tanya Huang Sheng.


"Tidak untuk sekarang, kita bisa membiarkan pasukan kita untuk bermain dengan mereka" jawab Huang De dengan senyum dingin.


Dia telah memerintahkan pasukannya untuk melawan pasukan Bai kecil, dan semua pasukan yang dia kirim memiliki kekuatan di bawah Bai kecil. Jelas kalau Huang De meremehkan semua oesng yang tiba-tiba masuk ke tata suryanya itu. Jika dia mengetahui kalau disana ada Bai kecil dan Naga kecil pasti Huang De tidak membiarkan pasukannya pergi langsung menemui keduanya.

__ADS_1


......................


"Apa kita akan menyerang langsung?" tanya Naga kecil dengan serius.


"Hei, tunggu saja mereka disini. ayo kita naik ke kapal, aku ingin mencoba sesuatu" ucap Bai kecil mengeluarkan kapal besar.


Kapal besar itu di tingkatkan oleh Bai kecil setelah mencuri beberapa bahan langka di berbagai tempat. tentunya kapal itu hanya hasil peningkatan dari bahan-bahan itu bukan buatan asli dari Bai kecil.


"Ho... kakak aku ingin mencoba meriam besar ini" ucap Naga kecil menyentuh meriam besar yang ada di kapal itu.


"Saatnya berganti pakaian" ucap Bai kecil langsung mengubah pakaiannya seperti bajak laut.


"Semua bersiap di posisi! kita mulai merampok" ucap Bai kecil mengarahkan tangannya ke depan.


"Merampok?". Dengan wajah bingung semua orang terdiam berdiri disana. Mereka tidak mengerti apa yang harus mereka rampok di tempat kosong seperti ruang ini.


"Hei .. Cepat! mereka sebentar lagi datang, naga kecil dan leluhur Kong bersiap menembakan meriam Bai" perintah Bai kecil serius.


"Baik!"


Leluhur Kong dan naga kecil langsung berdiri di sisi meriam paling depan kapal, mereka berdua menyalurkan energi ke dalam meriam itu dan bersiap membidik ke arah yang di tunjuk oleh Bai kecil. Melihat leluhur Kong dan naga kecil bersiap seperti akan menembak, semua leluhur yang ada disana serta pasukan itu juga ikut melakukan apa perintah Bai kecil.


"Bagus! aku akan menghitung sampai sepuluh dan di hitungan satu tembak ke arah yang aku perintahkan." perintah Bai kecil.


Semua pasukan memegang posisi masing-masing, meriam besar yang berjumlah Dua puluh dan ada meriam yang lebih kecil telah di isi oleh para pasukan itu. Dan semua pemanah yang telah di siapkan juga berdiri di atas kapal menunggu perintah Bai kecil.


"Haa...! perjalanan ke barat dan timur benar2 melelahkan" ucap Bai kecil tidur di ayunan yang ada di kapal itu.


"Kakak, kenapa aku harus memegang meriam sedangkan kamu tidur?" tanya naga kecilyang melihat Bai kecil sangat Santai.


"Aku kapten di kapal jelas aku bisa sesantai apapun yang aku inginkan adikku" jawab Bai kecil.


"Baiklah" naga kecil kembali memegang meriamnya sambul melihat ke depan dengan wajah serius. Dia juga merasakan dari jauh ada banyak sosok kuat yang sedang mengarah ke kapal mereka, dan semua itu dia tentu saja sadar siapa.


Senyum jahat muncul di wajah naga kecil, dia memasukan energi naganya ke dalam meriam dan menahannya terus menerus agar menumpuk di bola meriam. Bai kecil yang merasakan energi luar biasa di bola meriam tersenyum menyenangkan, dia sadar apa yang akan dilakukan oleh naga kecil.


"Baiklah, sepuluh!"


"Sembilan!".


"Delapan!".

__ADS_1


Swisshh...


"Jenderal, di depan ada banyak aura yang berbeda dari kita! apakah itu mereka?" tanya sosok meteor perak yang mirip manusia setengah elang.


"Heheh, iya itu merekan! bersiap untuk pesta daging" jawab sang jenderal dengan suara dingin.


"Yaa!"


Semua pasukan itu terus maju dan jarak mereka semakin dekat dengan kapal Bai kecil, apa yang tidak mereka sadari adalah sesuatu yang sedang menunggu mereka di depan mungkin hal yang paling buruk dalam hidup mereka.


"Jenderal, aku ingin memakan hati mereka nanti. Jadi, biarkan aku memilih tiga setelah kita menangkap mereka semua" ucap manusia elang itu.


"Terserah kamu! apa yang kamu dapatkan, itu bisa kamu bawa kembali" jawab Jenderal dengan santai.


"Bagus, aku berterima kasih kepadamu jenderal" manusia elang dengan rasa hormat berterima kasih dengan jenderal yang berwujud manusia berkepala banteng.


"Delapan! eh, salah Lima!".


"Ayolah kakak, hitung dengan benar! mereka hampir dekat loh!". ucap Naga kecil.


"Iya, iya..!"


"Empat!"


"tiga!"


"Dua!"


"Tembak langsung!". teriak Bai kecil dengan keras.


Swisshh...


"Ha?".


BOOMM...!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


BOOMM yang


__ADS_2