
Setelah hari itu mulailah kehebohan besar terjadi untuk pertama kalinya setelah kedamaian di alam bawah terjadi, jenderal tua dari keluarga Bei menjadi panik saat tahu kalau banyak anggut serta beberapa daging berkualitas tinggi di ruang penyimpanan keluarganya menghilang.
Kenapa tidak? anggur berusia jutaan tahun yang dia bawa ke alam bawah menghilang hampir lebih setengah, bukan hanya di keluarga Bei di dua tempat lainnya juga merasakan nasib yang sama.
Membuat ketiga jenderal tua tidak bisa saling menyalahkan karena mereka kehilangan hal yang sama secara bersamaan, banyak jenderal tua dari ketiga keluarga merasa hati mereka berdarah karena kehilagan anggur mereka.
Berbeda di perbatasan sebelumnya keluarga Dong, perbatasan barat itu di pimpin oleh Mu Jing'er dan tiga wanita lainnya. Tentu empat wanita mendengar apa yang terjadi di tiga perbatasan tersebut dan mereka tahu siapa pelaku yang melakukan hal itu.
Tapi mereka hanya tertawa setelah mengetahui kalau para jenderal tua itu kehilangan banyak anggur dan makanan terbaik mereka.
"Lihatlah, berandalan kecil itu benar-benar pembuat masalah dimanapun dia berada" ucap Xing Xing'er tidak berdaya.
"Ais, apa yang dapat kita lakukan lagi? sepupu masih marah kepada kita karena masalah sebelumnya dan jika kita membantu atau mengungkit masalah Berandalan itu malah kita yang jadi di marahi oleh sepupuku" ucap mu Jing'er kepada ketiga wanita itu.
Wanita-wanita itu tidak menjawab, mereka tahu juga kalau Lin Tian masih marah karena kelakuan mereka saat itu. Tentu tidak ada yang berani di antara mereka mengadu atau mengatakan siapa pelaku dari pencurian itu ke luar karena itu hanya akan membuat mereka dalam masalah lagi.
Di tempat yang agak jauh dari ibukota alam bawah, terlihat satu kucing dan satu pria sedang berbaring di tempat yang masih memiliki tanah yang normal, keduanya dengan wajah tidak bersalah masing-masing memegang satu botol anggur.
Jelas kalau itu adalah anggur yang telah hilang dalam beberapa hari ini di ibukota, dua orang itu adalah Bai kecil dan Lin Guang.
"Saudaraku, ini benar-benar hari yang indah" ucap Lin Guang.
"Hahaha, tentu ini benar-benar hari yang indah! dengan anggur dan juga makanan berkualitas tinggi ini hidup ini terasa sangat indah sekarang" jawab Bai kecil yang cukup puas dengan hidupnya yang sekarang.
"Ais, sayangnya tidak ada wanita yang menemani kita" ucap Lin Guang agak kecewa.
"Hahaha, tenang saja saudaraku! setelah kita kembali ke alam langit akan ku bawa ke tempat yang luar biasa untuk bersenang-senang, disana akan ada anggur, makanan dan wanita cantik" ucap Bai kecil sambil mengangkat botol anggur dengan tubuh kucingnya kau meminum dengan sekali tegukan.
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan menunggunya saudaraku" jawab Lin Guang yang juga meminum anggur di botol tersebut.
......................
"Ayolah, wanita cantikku, dewiku, cintaku lepaskan si kecil ini" ucap naga kecil yang nasibnya masih terikat bergelantungan di istana.
Berbeda dengan Bai kecil serta juga Tiga berandalan muda dan satu berandalan tua, nasib naga kecil sangatlah buruk sampai-sampai sejak dia di tangkap oleh Lin Niao dia tidak dapat lepas dan pergi kemanapun lagi.
"Tenang saja, jika kamu bersikap baik maka aku akan melepaskan mu" ucap Lin Niao yang terlihat duduk manis tidak jauh dari tempat naga kecil.
"Helooo! sudah berapa kali kamu mengatakan hal yang sama sejak aku di tangkap? tapi aku masih saja tetap tergantung disini".
Naga kecil benar-benar tidak mengerti kenapa wanita ini begitu kejam kepadanya padahal sejak Lin Tian pergi dia tidak ada membuat masalah, apalagi dia hanya tidur di kamar Lin Tian dengan baik tapi karena wanita-wanita disini kesal kepada Mu Chao dan Lin Sang membuat dia menjadi tempat pelampiasan para wanita ini.
Padahal baru saja dia selesai memarahi Lin Niao tapi saat itu tapi malah dia yang di gantung seperti daging yang mau di bakar oleh para wanita, apalagi mereka di marahi juga karena kelakuan tidak senonoh dari mereka sendiri saat itu.
Naga kecil tidak akan percaya kalau para wanita akan setuju melepaskannya, apalagi itu Ming Bi'er dan juga tiga saudari iparnya yang telah membuat dia berjanji untuk tidak mengatakan masalah itu kepada Lin Tian saat Lin Tian kembali.
"Kamu..!" belum naga kecil tiba-tiba merasakan ada aura yang akrab muncul di dekat istana, seketika itu wajahnya yang tadi agak kesal berubah menjadi tenang dan serius.
Lin Niao yang melihat wajah serius dan tenang naga kecil juga bingung, tapi saat dia akan berbicara naga kecil telah menghilang dari depannya. Melihat bagaimana terburu-burunya naga kecil membuat Lin Niao tidak marah malah dia sedikit cemas dengan naga kecil.
Di tempat Bai Yu sedang mengobrol dengan menantu dan juga Ming Bi'er, sesuatu cahaya putih masuk ke dalam pikirannya secara mendadak.
Di dalam bawah sadar Bai Yu, dia melihat cahaya putih yang tiba-tiba berubah menjadi sosok tampan yang sangat dia rindukan selama ini. Seketika itu seluruh tubuhnya bergetar dan berurai air mata, karena sosok inilah yang dia rindukan dan dia cemaskan selama ini.
"Apa kabar Yu'er?" ucap sosok yang mana dia adalah Bai Wutian.
__ADS_1
"Kamu, kamu masih hidup?" tanya Bai Yu tidak percaya.
"iya!"
"Apakah ini nyata?" tanya Bai Yu lagi dengan air mata membasahi wajahnya.
"Iya, ini nyata meskipun hanya sebuah kesadaran tapi aku benar-benar hidup" jawab Bai Wutian dengan lembut.
Bai Yu langsung memeluk Bai Wutian, dia menangis di pelukan Bai Wutian sejadi-jadinya, bahkan dia memukul-mukul dada Bai Wutian seperti dia sedang menyampaikan semua keluhan dan juga penderitaannya selama ini.
"Maafkan aku, aku telah benar-benar membuatmu tersiksa" ucap Bai Wutian sambil menghela nafas sedih, untuk sementara waktu Bai Yu terus menangis di pelukan Bai Wutian sebelum akhirnya dia mulai tenang dan menatap wajah Bai Wutian.
"Kenapa kamu hanya datang sebagai kesadaran saja? kenapa tidak datang dengan tubuh aslimu?" tanya Bai Yu dengan perasaan rindu.
"Aku masih ada hal yang harus dilakukan untuk sementara waktu, tapi yakinlah kalau ada hari dimana kita akan berkumpul bersama lagi" jawab Bai Wutian dengan lembut.
"Apakah lama?" tanya Bai Yu lagi.
"Tidak lama, tapi tidak juga dalam waktu dekat! aku kesini hanya ingin membuat kamu tahu kalau aku masih hidup dan juga untuk mengatakan kalau anak-anak kita telah baik-baik saja di alam bawah".
Mendengar ucapan Bai Wutian ada sedikit sakit di hatinya tapi setelah tahu anak-anaknya baik-baik saja dia menjadi cukup lega saat itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1