
Setelah mendengar cerita dari Mu Xuanyin wajah ketiga wanita itu berubah, tentu Bai Yu hanya tersenyum saja mendengar hal tersebut karena dia lebih tahu bagaimana sikap anak nya tersebut di bandingkan ornag lain.
"Sepertinya kami kurang memanjakan mereka" ucap Dewi Elf dengan senyum dingin di wajahnya.
"Iya, aku tidak menyangka kalau saudara Bing Zhao menyukai hal seperti itu" ucap Xing Xing'er.
Hanya Dewi air yang Diam saja tanpa berkata sedikitpun, karena dia tahu bagaimana sifat Long Aotian tentu bukan berarti dia tidak marah terhadap Long Aotian.
Lin Tian melihat aura buruk ke tiga wanita itu menjadi merinding, dia merasa seluruh tubuhnya menggigil ketakutan karena hanya melihat senyum ketiga wanita itu.
"Saudara-saudaraku aku hanya bisa berdoa untuk keselamatan kalian" ucap Lin Tian di dalam hatinya.
Lan jingyi melihat ke arah Lin Tian lalu saling pandang kepada Mu Xuanyin, kedua nya seperti senang melihat Lin Tian yang ketakutan itu.
Iya, jelas kalau kalau Mu Xuanyin itu ingin Lin Tian tahu akibat dari jika seorang suami berani ke tempat hiburan seperti itu, Lan jingyi tentu setuju dengan rencana Mu Xuanyin.
Karena memang terkadang laki-laki harus di beri sedikit pelajaran walaupun mereka adalah kepala di keluarga tersebut jika mereka salah iya tetap salah.
Feng Yin tiba-tiba tidak bisa lagi memikirkan bagaimana nasib ke empat berandalan itu setelah ini, memikirkannya saja sudah membuat Feng Yin menggigil apalagi jika dia melihatnya secara langsung.
"Baiklah! mari kita bertemu dengan ke empat pembuat onar itu" ucap Dewi Elf yang pertama berdiri dan berjalan duluan menuju gerbang istana.
Di ikuti oleh Xing Xing'er dan Dewi air dari belakang, tentu Bai Yu juga ingin sedikit menghukum anaknya itu.
Padahal dia sudah mempunyai dua istri cantik-cantik tapi dia masih berani untuk bermain dengan wanita lain di tempat hiburan.
"Semoga kalian tenang di sana" ucap Lin Tian sambil menghela nafas.
"Suami.. bagaimana jika kita ikuti melihat mereka?" tanya Mu Xuanyin.
"Em!".
Akhirnya Lin Tian, Mu Xuanyin dan juga Sheng Chu'er serta Lan jingyi ikut ke depan gerbang istana.
Di luar mereka semua melihat ke empat nya ketakutan saat menatap Mu Xuanyin, lalu di tambah Su Kun dan Bing Zhao melihat ada Dewi Elf dan Xing Xing'er disana.
"Lepaskan penutup mulut mereka!" ucap Dewi Elf.
__ADS_1
Para penjaga melepaskan penutup mulut ke empatnya, setelah itu ke empatnya mengoceh berusaha memohon ampun kepada Pasangan mereka masing-masing dengan wajah menyedihkan.
Sedangkan Bai kecil juga memohon ampun kepada Mu Xuanyin dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
"Ayo! kalian ingin ke tempat hiburan bukan? apakah kalian ingin ku bawa kesana sekarang?" tanya dewi elf menatap Su Kun.
"Tidak..tidak.. aku tidak pernah ingin pergi kesana" jawab Su Kun ketakutan.
"Iya benar! kami hanya ingin minum beberapa anggur saja sambil menunggu adik kecil kami" tambah Bing Zhao yang juga sudah tidak tahu lagi harus bagaimana.
"Hoo? begitukah saudara Zhao? kalau begitu mari ku bawa kamu ke tempat yang sangat menyenangkan" ucap Xing Xing'er mengambil tali pengikat Bing Zhao dan menyeretnya.
"Adik kecil! sepertinya kakak mu kurang sehat sekarang, kakak akan membawa nya pulang dulu untuk di sembuhkan" ucap Xing Xing'er kepada Lin Tian.
"Em..! bawa saja kak!" jawab Lin Tian tak berdaya.
"adikku! oh Adikku sayang...! bantu kakaku ini,aku mohon!" ucap Bing Zhao meminta bantuan kepada Lin Tian.
Lin Tian hanya menggelengkan kepalanya karena dia benar-benar tidak tahu apa dan bagaimana untuk menolong ke empat berandalan itu lagi.
Lebih baik cari aman dulu daripada membuat masalah, melihat wajah Lin Tian tak berdaya Bing Zhao berteriak-teriak meminta ampun.
"Ayo! kita kembali juga, tenang saja aku akan memberi mu hadiah nanti" ucap Dewi Elf setelah melihat Kalau Xing Xing'er telah pergi.
"Tidak..tidak..! aku tidak ingin kembali" jawab Su Kun.
"Jika kamu tidak ingin kembali maka aku akan memotong adik kecil mu, setelah itu baru aku izinkan kamu tidak kembali bersamaku" jelas Dewi Elf sambil mengeluarkan pisau kecil.
"Hiks!" semua pria disana yang melihat itu menutup adik kecil mereka dengan tangan mereka secara spontan.
"Mengerikan!" ucap penjaga yang ada disana juga ketakutan.
"A...aku... kembali" ucap Su Kun yang adiknya sudah mengigil ketakutan.
"Bagus! adik kecil aku membawa kakakmu dulu, Sepertinya dia sedang ada masalah pencernaan jadi aku akan memberi dia obat" ucap Dewi Elf kepada lin Tian.
"I..iya!" balas Lin Tian berkeringat dingin.
__ADS_1
Lin Tian merasa kalau nasib Su Kun akan lebih buruk dari Bing Zhao, dia hanya bisa berdoa yang terbaik untuk saudaranya itu.
"Apa kamu benar-benar akan kesana tadi jika Saudari Mu tidak tahu?" tanya Dewi air kepada Long Aotian.
"I..iya!" jawab Long Aotian jujur, dia lebih tahu dari siapapun bagaimana sifat wanitanya ini.
Wanitanya ini sangat membenci kalau itu masalah kebohongan, jadi untuk mencari aman setidaknya dia harus jujur meskipun dia tahu akan tetap di hukum pada akhirnya.
Dewi air membawa Long Aotian dengan santai, dia hanya akan mengatakan untuk berbicara beberapa hal dengan Long Aotian dan nanti akan kembali setelah semua selesai.
Lin Tian hanya dapat mengangguk melihat ke tiga saudaranya itu pergi, iya Lin Tian melihat ke arah Bai kecil yang agak menghela nafas karena dia tahu kalau tidak akan ada yang menghukum dia disini.
"Hehehe.. untung Hua'er tidak ikut" ucap Bai kecil dalam hatinya.
Lin Tian yang melihat Bai kecil yang tenang itu merasa lebih kasihan kepada nya, dia tidak tahu kalau akan ada seorang yang akan benar-benar membuat dia memohon ampun melebihi dari tiga saudaranya yang lain.
"Hoomm! sepertinya kamu sangat tenang" ucap Bai Yu kepada Bai kecil.
"Siapa kamu? kenapa kamu mendekat? apa kamu pengagumku?" tanya Bai kecil dengan wajah yang sombong.
"Siapa aku?" ucap Bai Yu melepaskan cadarnya di depan Bai kecil.
Melihat wajah Bai Yu seketika Bai kecil merasa ingin pingsan, pantas saja dia terasa akrab dengan suara dan juga cara berpenampilan wanita ini.
"I..ibu? ba..ba.. bagaimana bisa? bukankah kamu sudah mati?" ucap Bai kecil secara spontan.
"Apa? apa kamu ingin aku mati? dasar anak durhaka!" ucap Bai Yu mengeluarkan cambuk dan mencambuk kucing kecil itu dengan kejam.
Meong...meong..
"Ah! sakit! ibu ampun..! aku salah! jangan pukul wajah tampan ku!". ucap Bai kecil berteriak dengan sedih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1