Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
266. Mundurnya Pasukan Dewa penghancur


__ADS_3

Zi Yanling agak curiga dengan tingkah dari orang di depannya ini tapi dia tidak mempunyai bukti untuk meragukannya karena dari sikap yang di perlihatkan orang ini jelas kalau dia sangat menghormati kaisarnya.


"Apakah kamu serius bawahan tuanku?" tanya Zi Yanling untuk terakhir kalinya.


"Iya! hidupku adalah milik tuanku, aku bisa bersumpah agar kamu bisa percaya kepadaku" ucap Pria itu.


"Baiklah, mari ikut kami" ucap Zi Yanling yang tidak lagi ragu dengan orang ini.


"Bos! semua sudah amankah? apakah kita akan kembali bertemu dengan kaisar?" tanya batu biru.


"Kau ini, tentu saja kita harus bertemu kaisar tanpa kita kaisar tidak akan dapat melakukan apapun" ucap batu merah.


Mendengar ocehan dan ucapan dua batu bodoh itu membuat Zi Yanling kesal, jika mau dia tidak ingin membawa dua batu bodoh ini tapi dia juga sadar kalau kekuatan dua batu ini cukup bagus di kalangan suku batu.


"Aku tidak menyangka tuan bisa memiliki pengikut yang menarik seperti ini" ucap Pria itu dengan senyum memandang kedua batu itu.


"Hais, kau tidak tahu betapa pusing kaisar saat mereka berada di dekat kaisar" ucap Zi Yanling tanpa daya.


Akhirnya Zi Yanling memutuskan membawa mereka pergi dari ruang itu untuk kembali ke negeri langit, dia akan segera melaporkan tentang apa yang terjadi disini kepada Lin Tian.


Awalnya Lin Tian memberi dia perintah agar menghalangi orang-orang yang akan datang ke negeri langit untuk membantu dewa laut darah, walau itu tidak pasti dan hanya dugaan Lin Tian tapi Zi Yanling tidak berharap dugaan Lin Tian itu menjadi kenyataan.


Dia merasa seperti kaisarnya ini lebih dan lebih tak terduga, bahkan dia pun tidak mengerti dengan jalan fikiran Lin Tian.


......................


"Hm?"


Wajah jenderal wanita yang duduk bersama Lin Sang berubah karena ada perintah yang meminta dia untuk mundur dari sini.


Dia memandangi Lin Sang dengan serius, lalu tiba-tiba menghela nafas setelah mengetahui apa yang terjadi di negeri langit.


"Aku tidak menyangka kalau cucumu adalah kaisar langit yang baru, bahkan tuanku sendiri yang jarang memuji orang lain mendapatkan pujian yang luar biasa darinya" ucap jenderal wanita itu.

__ADS_1


"Hahaha! dia adalah cucuku Lin Sang, tentu pasti dia luar biasa belum ayahnya adalah orang yang kuat juga" ucap Lin Sang penuh kebanggaan di hadapan jenderal wanita itu.


"Iya! dewa elemen memang orang yang luar biasa bahkan aku pun menyukainya, andai saja aku bisa menjadi istrinya mungkin aku akan sangat bahagia" ucap wanita itu sambil bercanda.


"Hahahaha... baiklah, aku mengirim anda pergi" ucap Lin Sang yang sangat puas dengan Lin Tian.


"Iya, aku pamit! Semuanya mundur" ucap jenderal itu, setelah itu semua pasukan jenderal wanita itu menghilang satu persatu di dalam lubang hitam.


"Sampai bertemu lagi Dewa Lin, aku harap saat itu kita masih bisa minum seperti ini lagi" ucap jenderal itu sebelum menghilang di dalam lubang hitam tersebut.


"Iya! kalau begitu aku akan menyiapkan teh yang bagus untukmu" jawab Lin Sang.


Setelah memastikan semuanya menghilang, Lin Fang mendekati ayanhnya yang terlihat bahagia itu.


"Ayah? kenapa mereka mundur? dan juga kenapa kau malah bahagia begitu?" tanya Lin Fang.


"Apa? apa aku tidak bisa tertawa sesuka hatiku? kau minta di pukuli lagi? apakah pukulan aku sebelumnya masih kurang?" ucap Lin Sang dengan wajah marah memandang Lin Fang.


"Ti..tidak ayah! jangan pukuli aku lagi, aku benar-benar tidak kuat jika kamu memukulku lagi" jawab Lin Sang terburu-buru.


"Bagus! sekarang mari menunggu untuk sementara waktu" ucap Lin Sang.


"Menunggu? menunggu apa?" tanya Lin Fang.


BOOMM..


Lin Sang memukul Lin Fang dengan keras di hadapan banyak tetua keluarga Lin yang menggelengkan kepalanya melihat tingkah ayah dan anak itu.


"Sial! kalau aku katakan menunggu iya menunggu! jangan banyak tanya lagi" ucap Lin Sang dengan marah.


"A..aku mengerti" jawab Lin Fang dengan sedih melihat ayahnya itu.


Lin Sang menenangkan dirinya dan meminta semua tetua dan seluruh petinggi dari berbagai keluarga serta sekte di alam elemen untuk berkumpul di aula elemen.

__ADS_1


Tentu hal yang sama terjadi di alam lainnya, seluruh pasukan dewa penghancur tiba-tiba saja mundur dari alam-alam itu tanpa ada yang tahu alasannya.


Hanya Bai Yu yang mengetahui kalau kemungkinan Lin Tian telah memenangkan perang di negeri langit, jadi dia juga melakukan hal sama dengan Lin Sang mengumpulkan seluruh petinggi untuk membahas rencana mereka selanjutnya.


......................


"Bagaimana?" tanya dewa penghancur yang terlihat duduk dengan tenang di kursinya.


"Semuanya siap tapi masih membutuhkan waktu untuk membukanya dan juga uji coba kita berjalan dengan baik" jawab sosok yang berada di belakangnya itu.


"Itu bagus! aku telah meminta semua pasukan kita untuk mundur dari alam-alam itu dan mari untuk sementara waktu kita tidak muncul ke dunia luar" dewa penghancur dengan tenang memberitahukan rencananya kepada pria tersebut.


"Apakah kamu yakin? bagaimanapun negeri langit adalah milik dia, apakah kamu akan melepaskannya begitu saja?" tanya pria itu dengan serius.


"Aku tidak membutuhkan takhta itu, itu hanyalah sebuah nama saja dan tidak perlu untuk berperang dengan pemuda itu" jawab dewa penghancur dengan tenang.


Baginya, takhta kaisar langit hanyalah sebuah sampah karena di matanya hanya ada kekuatan satu-satunya kekuasaan yang mutlak di dunia tempat dia hidup ini.


Jika pun Lin Tian mendapatkan gelar kaisar langit baru, menurut dia itu tidak ada gunanya dan bahkan itu hanyalah sampah yang tidak berguna.


Tentu saja pria yang ada di belakang dewa penghancur itu tahu semua tentang diri dewa penghancur dan dia sudah lama tahu kalau orang ini sangat bernafsu dengan yang namanya kekuatan.


Bahkan dia tidak segan untuk mengorbankan orang-orang terdekatnya hanya untuk mencapai tujuannya, tapi bagaimanapun dia tidak bisa menyalahkan orang ini karena dia tahu siapa penyebab dari perubahan dewa penghancur.


"Kalau begitu aku akan mengikuti rencanamu, dan kamu harusnya bersiap-siap karena kemungkinan hal yang kita fikirkan tersebut lebih dari apa yang kita fikirkan selama ini".


Pria itu dengan serius mengingatkan dewa penghancur tentang apa yang dia lakukan bagaikan pedang bermata dua, jika itu berhasil maka dia bisa menjadi apa yang dia mau tapi jika dia gagal maka hidupnya sudah pasti akan berakhir di saat itu juga.


"Aku tahu, bagaimanapun kita telah setengah jalan dan tidak bisa mundur lagi" jawab dewa penghancur menghela nafas berat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2