
tiba-tiba saat ketiga wanita itu masih khawatir dengan Lin Tian, tanpa mereka sadari Lin Tian telah sadar. Saat Lin Tian bangun, dia benar-benar bingung dengan kegelapan yang dia lihat.
Berusaha membuka matanya, Lin Tian merasakan sakit yang terbakar membuat dia langsung berteriak kesakitan. Dan teriakan itu juga mengagetkan semua wanitanya yang ada di samping dirinya itu.
"Ah!"
"Suami" teriak ke empat wanita Lin Tian dengan cemas.
"Ha....ha..." Lin Tian mencoba menenangkan dirinya lalu mengingat apa yang terjadi sebelumnya, hal yang dia rasakan itu benar-benar menyakitkan. Dan dia tidak mengerti apa yang terjadi kepadanya saat itu.
"Huf..." Lin Tian kembali tenang, dia mencoba mengedarkan kekuatan jiwanya untuk merasakan semua yang ada di sekitar dirinya itu.
Dia dapat melihat dengan kekuatan jiwanya, tapi tiba-tiba saat dia baru saja bahagia kekuatan jiwanya juga langsung di butakan oleh cahaya aneh. Hal itu langsung membuat dia memuntahkan darah ke pakaian Mu Xuanyin tanpa dia sadari.
"Ugh!".
"Suami! apa yang terjadi?" tanya Mu Xuanyin yang tidak khawatir dengan pakaian penuh darahnya itu.
"Aku tidak apa-apa, aku hanya mencoba menggunakan kekuatan jiwaku untuk melihat. Tapi tidak aku sangka bahkan kekuatan jiawaku seperti di tolak oleh energi disini" jawab Lin Tian menghela nafas dengan lembut.
"Tidak mungkin! bagaimana bisa kekuatan jiwamu di blokir oleh dunia ini" ucap Mu Xuanyin tidak percaya.
"Huf... Tidak masalah, sekarang bawa aku ke tempat ayah" ucap Lin Tian duduk sembari akan berdiri meminta para wanitanya membawa dia ke tempat Lin Dong berada.
"Tidak!" jawab semua wanitanya dengan tegas.
"Eh? kenapa?" tanya Lin Tian bingung.
"kamu!" untuk pertama kalinya Sheng Chu'er menunjuk Lin Tian dengan marah dan tidak memanggilnya suami. Tapi, Sheng Chu'er tidak melanjutkan ucapannya karena dia kembali sadar kalau tidak pantas baginya yang memarahi Lin Tian langsung.
__ADS_1
"Kenapa kamu hanya memikirkan orang lain? kenapa kamu tidak memikirkan dirimu sendiri? lihat keadaanmu yang sekarang! kamu kehilangan matamu, kamu juga tidak bisa menggunakan kekuatan jiwamu. Dan sekarang masih saja memikirkan orang lain, cobalah fikirkan dirimu sendiri dulu sebelum kamu memikirkan orang lain" ucap Lan Jingyi dengan marah.
"Benar! jika kamu terus begini, kamu nanti nanti pasti mengorbankan dirimu bagi orang lain!" tambah Ling Xu'er.
"Jika itu perlu aku siap mengorbankan diriku" jawab Lin Tian tenang.
Plaakkk....
Tiba-tiba Sheng Chu'er tidak tahan dengan jawaban santai Lin Tian dan menampar dia dengan keras, Lin tuan yang di tampar kaget. Meskipun dia tidak bisa melihat ataupun kekuatan jiwanya tersegel, tapi dia masih bisa merasakan aura orang-orang yang berada di sekitarnya. Jadi, dia kaget dengan Sheng Chu'er yang tiba-tiba saja menamparnya tanpa dia pernah duga.
"Kenapa? kenapa kamu selalu memikirkan diri orang lain? kenapa kamu tidak melihat kekhawatiran kami? kenapa? apakah harus begitu seorang pemimpin?" tanya Sheng Chu'er.
"Itu sudah tugasku sebagai pemimpin tapi .." Lin Tian sadar kalau apa yang dia katakan tadi juga salah.
"Maafkan aku telah membuat kalian semua khawatir" ucap Lin Tian dengan lembut meminta maaf kepada semua wanitanya.
"Baiklah, aku mengikuti semua nasehat kalian" ucap Lin Tian kembali merebahkan dirinya di tempat tidur.
Dia sadar kalau dia tidak akan bisa memaksa ke empat istrinya ini untuk membawa dirinya ke tempat Lin Dong, malah jika dia terus memaksa hanya akan membuat ke empatnya marah. Jadi, lebih baik menuruti je empat istrinya itu, karena dia juga salah telah membuat mereka khawatir.
"Aku berjanji kepada kalian, suatu saat aku akan menghabiskan waktu hanya untuk bersama kalian" janji Lin Tian yang hanya dia simpan di dalam hatinya. Tapi dia pasti akan menepati janjinya itu, apalagi untuk ke empat istri-istri yang mencintainya ini.
"Apakah ada sesuatu hal besar terjadi selama aku tidak ada?" tanya Lin Tian kepada Mu Xuanyin.
"Tidak, hanya saja dewa takdir mengatakan sesuatu yang bahkan membuatku tidak percaya" jawab Mu Xuanyin.
"Apa itu? sampai-sampai nona bulan tidak percaya dengan ucapan dewa takdir". Lin Tian sembari menggoda istrinya.
"Sedikit buruk jika kamu menggodaku seperti itu" ucap Mu Xuanyin mengejek Lin Tian.
__ADS_1
"Saudari, suami bukan pria yang romantis tentu saja dia tidak bisa terlalu berkata manis kepada kita" ucap Ling Xu'er tersenyum juga memandang Lin Tian, meskipun hatinya sakit melihat Lin Tian yang tidak bisa melihat tapi dia tetap mencoba untuk terlihat baik di hadapan suaminya itu.
"Ayolah, aku memang bukan pria seperti itu tapi setidaknya aku pria yang selalu bersikap jujur kepada istri-istriku ini" jawab Lin Tian membela diri.
"Oh iya? apakah yakin? aku sedikit ragu dengan ucapanmu suamiku. Jika aku dan Sheng Chu'er tidak ada, entah berapa lagi wanita yang akan kamu tarik ke pelukanmu. Meskipun aku tahu bukan suami yang menarik mereka, tapi suami tetap bersalah karena penampilan suami yang membuat mereka tertarik." ucap Lan jingyi.
Mendengar ucapan Lan jingyi, Lin Tian terdiam langsung. Dia sedikit berfikir lalu perlahan menghela nafas, memang benar juga apa yang di katakan oleh Lan Jingyi. Jika kedua istrinya ini tidak ada, mungkin beberapa Dewi di alam langit akan mengejarnya tanpa henti. Untuk beberapa alasan Lin Tian bersyukur dengan dua istrinya ini, jelas kalau mereka berdua yang telah mengusir para Dewi agar tidak mendekatinya.
"Hm, tapi menurutku suami tidak akan tergoda. Apalagi suami pria yang acuh terhadap orang luar" ucap Sheng Chu'er dengan polos.
"Adik, apakah kamu terlalu polos atau bodoh?" tanya Mu Xuanyin menghela nafas.
"Eh?".
"Kakak, Chu'er tidak akan mengerti tentang itu. Bagaimanapun dia wanita polos dan bersih sebelum suami menghancurkannya" ucap Lan Jingyi sambil bercanda.
"Hm, ada benarnya juga. Sepertinya suami kita telah ternodai oleh para berandalan" ucap Ling Xu'er juga menambahkan ucapan Mu Xuanyin.
"Oi! apakah kalian pikir aku pria jahat yang suka mengambil kepolosan wanita polos begitu? Jangan samakan aku dengan berandalan itu!" tanya Lin Tian tidak terima disamakan dengan semua berandalan.
"Hahahahaah".
Hari itu, semua wanita Lin Tian menemani di kamar itu hingga besok harinya. Mereka bercanda dan kadang menceritakan beberapa pengalaman hidup mereka secara terbuka. Kehidupan harmonis seperti ini membuat Lin Tian semakin bertekad untuk menyelesaikan seluruh masalah yang ada di alam langit. Sehingga dia dapat hidup tenang bersama dengan seluruh keluarganya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1