
Di sebuah halaman terlihat ada sesosok yang masih saja di ikat dengan hanya menggunakan pakaian dalam saja disana, di sana juga terlihat ada dua wanita yang sedang duduk sambil menikmati teh dan tidak memperdulikan teriakan dari pria tersebut.
"Ibu, Xing'er, aku salah! lepaskan aku, aku mohon" ucap Bing Zhao yang benar-benar menyedihkan.
Dia tidak menyangka kalau Xing Xing'er dan ibunya bisa semarah itu padanya, dan bahkan lebih parah daripada Mu Xuanyin hukan yang mereka berikan padanya.
"Tinggal lima hari lagi, dan aku akan melepaskan mu" ucap Ibu Bing Zhao atau istri dewa tombak itu.
Mendengar itu Bing Zhao hanya bisa menangis pasrah menerima keadaannya, di sini benar-benar membuat dia ketakutan apalagi setiap kali dalam beberapa jam dia akan di masukan ke dalam kolam yang benar-benar dingin.
Di penuhi dengan ikan-ikan yang kadang terlihat menghinanya di dalam air itu membuat Bing Zhao tambah kesal.
"Sial! lihat saja nanti setelah aku lepas kalian semua akan ku bakar!" ucap Bing Zhao di dalam hatinya saat menatap kolam yang berisi banyak ikan tersebut.
"Xing'er, apa kamu ingin sesuatu? baru-baru ini ada toko yang menjual beberapa pakaian yang bagus, bagaimana jika kita kesana?" tanya Istri dewa tombak untuk mengundang Xing Xing'er belanja.
"Benarkah bibi? hm..! kalau begitu besok saja sekalian aku mengajak ibu juga" jawab Xing Xing'er yang juga tertarik dengan toko pakaian tersebut.
"Bagus! maka sudah di putuskan" ucap istri dewa tombak mengangguk puas.
Semua yang terjadi disana sudah di perhatikan oleh dewa tombak dari jauh, dia hanya bisa berdoa dengan keadaan anaknya sekarang itu.
"Huf...! itu karma mu juga nak, akibat kamu mengerjai ayahmu sebelumnya sekarang kamu mendapatkan karmanya sendiri, hahaha" ucap dewa tombak dari jauh.
Dia malah merasa senang dengan hukuman Bing Zhao, karena sebelumnya juga ulah anaknya membuat dia menjadi di hukum oleh istrinya dan lebih parah lagi dia sampai tidak boleh menyentuh istrinya selama beberapa bulan saat itu.
Dan sekarang saat dia melihat Bing Zhao yang di hukum juga tentu dia puas dengan semua itu, saat dia masih dalam kesenangannya tiba-tiba dia mendapatkan sebuah pesan.
Di dalam pesan itu menjelaskan hal yang sama dengan yang di jelaskan di dalam surat yang sama kepada Dewi bunga, wajah Dewa tombak berubah saat membaca pesan tersebut.
Swish....!
"Xing'er, bisakah kamu menanyakan kepada ayah mu, apakah dia juga mendapatkan berita yang sama denganku?" ucap Dewa tombak yang secara langsung muncul di hadapan dua wanita dengan wajah serius.
__ADS_1
"Eh? paman, kenapa kamu terlihat seserius itu?" tanya Xing Xing'er.
"Ini darurat, coba tanyakan apa yang paman katakan tadi apda ayahmu" ucap dewa tombak.
Melihat wajah serius dewa tombak, Xing Xing'er langsung menghubungi ayahnya dan benar saja dewa bintang ternyata mendapatkan berita yang sama dengan dewa tombak.
Setelah mendengar hal itu wajah dewa tombak berubah, jika ini masalahnya maka alam bawah akan mungkin lenyap atau akan membuat dampak buruk untuk alam langit dan dunia lainnya.
"Apa yang terjadi? kenapa wajah mu terlihat tidak baik begitu?" tanya Istri dewa tombak.
Dewa tombak menjelaskan apa yang terjadi di alam bawah kepada istrinya, dan apa yang sedang di rencanakan oleh empat jenderal alam langit tersebut.
Istri dewa tombak dan Xing Xing'er juga mengubah wajah mereka, ini benar-benar masalah yang cukup merepotkan bagi alam langit.
"Sial! mereka ingin menggunakan adik kecilku? lepaskan aku! biarkan aku memukul pantat empat jenderal itu!" teriak Bing Zhao yang juga mendengar semua setiap kalimat yang di katakan ayahnya tersebut.
"Tenanglah! apa kamu fikir begitu muda membujuk adik kecil mu itu? bukankah kamu lebih tahu bagaimana sifat adik mu itu bukan?" ucap dewa tombak kepada Bing Zhao.
Bing Zhao langsung diam, memang benar meskipun ke empatnya datang ke alam kehancuran untuk membuat adiknya bergerak tentu saja tidak akan muda, apalagi mereka ingin menggunakan adik nya untuk membuat empat alam lainnya bergerak membantu mereka.
"Apakah kamu yakin kalau Dewi bunga akan mengatakannya kepada kita informasi seperti itu?" tanya Dea tombak.
"Sialan! tentu saja, karena kaisar harimau adalah suadaraiu! dan juga kalian harus mencoba menghubungi alam air, dan Elf tentang masalah ini" jelas Bing Zhao.
Penjelasan dari Bing Zhao membuat dewa tombak setuju, tentu istrinya juga setuju dengan apa yang di rencanakan oleb Bing Zhao.
meskipun mereka tahu kalau anak mereka ini nakal, tapi jika di dalam saat yang penting anak mereka ini dapat di andalkan daripada orang-orang yang hanya bisa mencari muka dengan mengatakan rencana bodoh di depan mereka.
"Kalau begitu aku akan kembali untuk mengatakan hal ini juga kepada ayahku, agar dia dapat berdiskusi dengan paman" ucap Xing Xing'er yang juga setuju dengan rencana Bing Zhao.
"Bagus! kalau begitu bagaimana jika aku di lepaskan?" tanya Bing Zhao.
"Tidak!" jawab kedua wanita tersebut secara serentak.
__ADS_1
"Ayolah kenapa kalian begitu kejam? aku sudah memberikan rencana bagus kepada kalian" jelas Bing Zhao mencoba membujuk mereka.
"Itu adalah hal lain dan ini juga berbeda dari yang kamu katakan, terima saja hukuman mu! masih ada lima hari lagi" ucap istri dewa tombak.
Dea tombak menahan tawanya melihat wajah sedih anaknya itu, sekarang dia mengerti kenapa dia harus secara sembunyi-sembunyi jika ingin pergi ke tempat hiburan tersebut.
"Aku harus menyamar jika pergi kesana lain kali" fikir dewa tombak, jelas kalau kenakalannya hampir sama dengan bong Zhao.
......................
"Ah!"
Di alam elf teriakan menyedihkan terdengar di dalam pohon yang besar dimana tempat tinggal Dewi Elf dan Su Kun berada sekarang.
Tentu saja teriakan itu adalah berasal dari Su Kun yang sekarang terbaring lemah di tempat tidurnya dengan pantatnya sudah merah akibat di pukul oleh Dewi Elf.
"Aku salah sayang, ayolah jangan pukuli aku lagi." ucap Su Kun dengan suara yang lemah.
"Baiklah! kali ini aku maafkan kamu, tapi lain kali jika kamu mengulanginya lagi hukumannya dua kali lipat dari ini" jawab Dewi Elf kepada Su Kun.
Su Kun hanya dapat mengangguk lemah kepada Dewi Elf yang sekarang adalah istirnya itu, dalam beberapa hari ini pantatnya di pukuli habis oleh Dewi Elf jadi dia benar-benar merasakan apa yang di rasakan di saat pantat kerbau atau kuda di pukuli.
"Baiklah! selanjutnya mari kita membuat anak" ucap Dewi Elf dengan senyum menggoda.
"Tu..tunggu beri aku istirahat dulu".
......................
Kakak semua, maaf misalkan saya tidak bisa update besok, di karenakan memang bandang saya masih kurang sehat untuk sekarang.
Saya minta maaf sebesar-besarnya untuk kakak semua.🙇🙇🙏🙏
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...