
"Aku tidak tahu siapa yang menyerang kaisar langit maupun diriku dulu, tapi yang aku tahu adalah orang itu bukan ingin mengejar kekuasaan alam langit tapi lebih dari itu" jawab Ayah Bai kecil.
Lin Tian dan Bai kecil terdiam, dia benar-benar tidak mengerti apa maksud ayah Bai kecil yang mengatakan kalau orang misterius itu sebenarnya tidak menginginkan alam langit tapi ada hal lebih dari itu yang dia inginkan.
"Dulu aku Bai Wutian adalah salah satu dewa kuat yang menguasai alam, di zamanku hanya ada enam dewa dan dua Dewi yang berkuasa saat itu" lanjut Bai Wutian kepada keduanya yang lebih kaget dengan ucapan Bai Wutian.
"Lalu, siapa lima dewa dan dua Dewi lainnya?" tanya Bai kecil yang lebih kaget dengan siapa ayah dia yang sebenarnya, sejal dia kecil ayahnya adalah orang yang lebih lembut dari ibunya bahkan dia sangat jarang memperlihatkan kekuatan dia kepada dunia luar.
Karena itulah tidak ada yang tahu sampai batas mana kekuatannya, tapi Bai kecil pernah sekali melihat ayahnya mengeluarkan aura yang sangat kuat bahkan dia yang saat itu masih di alam dewa pun dapat merasakan kalau kekuatan ayahnya itu tidak terduga.
"Kalian pasti sudah mengenal salah satunya dengan baik" jawab Bai Wutian.
"Siapa?" ucap Bai kecil dan Lin Tian yang bingung, mereka masih tidak tahu siapa dewa lain yang di maksud oleh Bai Wutian itu. Tapi, tiba-tiba Bai kecil dan Lin Tian ingat seseorang yang sangat dekat dengan mereka dan langsung saja mereka berdua menatap kembali ke arah Bai Wutian lagi.
"Iya, memang dia" ucap Bai Wutian memastikan fikiran mereka.
Lalu dia menceritakan sedikit yang dia ingat tentang lima dewa itu, dewa naga langit, dewa ruang waktu atau sering disebut dewa takdir, dewa harimau suci, dewa kura-kura hitam dan dewa kematian dan dewa iblis kuno lalu Dua Dewi adalah dewi kehidupan dan dewi Phoenix.
__ADS_1
Ayah Bai kecil sendiri adalah dewa kaisar harimau suci, Meskipun hanya ada delapan dewa Dewi saat itu tapi masih ada makhluk yang sebanding dengan mereka, contohnya adalah leluhur segala roh lalu ada kaisar laut dan beberapa keberadaan lainnya.
Hampir di zaman ayah Bai kecil tidak ada masalah yang terjadi sampai saat itu salah satu dari delapan dewa Dewi ingin menghancurkan dunia untuk memulai peradaban baru karena hal itulah terjadi perang yang luar biasa dan untuk mencegah orang itu, ke enam dewa Dewi bergabung bersama. Sayangnya ayah Bai kecil yang di katakan paling kuat di antara enam dewa suci malah terjebak dan terperangkap oleh dewa tersebut. Untung dia berhasil keluar dari perangkap yang di pasang oleh dewa tersebut tapi.....
Dia kehilangan ingatannya, karena itulah dia dapat bertemu dengan ibu Bai kecil dan hidup dengan bahagia tanpa tahu masa lalunya sedikitpun. Hal itu pun berubah saat dia dijebak lagi oleh dua orang misterius yang mana salah satunya adalah jenderal Dong dan yang lainnya dia tidak bisa melihat wajah orang itu dengan jelas.
Dan saat dia hampir mati, dia pun merobek ruang lalu membuat ilusi kalau dia telah meledak dan mati di dalam jebakan keduanya. Sejak dia mengingat semuanya dia pun mulai mencari jejak di saat zamannya dan dia baru tahu kalau dewa ruang waktu yang jarang terlibat dalam dunia saat itu malah mengorbankan hidupnya untuk menciptakan dunia dan alam saat ini.
Bahkan dia mengunci dewa naga langit ke dalam pintu takdirnya, dia juga tahu kalau tidak ada lagi di antara delapan dewa dan para kaisar saat itu yang masih hidup selain dia, dewa naga langit dan leluhur roh.
Tapi meskipun begitu kejadian saat kaisar langit mati dan mengunci alam langit membuat dia penasaran kenapa kaisar langit sangat ingin mengunci alam langit, barulah setelah sekian lama dia sadar, kalau orang yang menyerang dia serta mencoba membunuh Bai kecil dan kaisar langit saat itu mengiginkan sesuatu yang lebih dari alam langit.
"Ehem! tenanglah nak, ayahmu ini benar-benar belum bisa mengerti apa tujuan orang ini dan apa yang dia cari tapi ayahmu bisa menebak sedikit kalau orang itu mencari sesuatu yang berkaitan dengan zaman ayahmu" jawab Bai Wutian dengan malu.
"Cih, Sekarang aku tidak peduli dengan itu! apa kamu akan ikut kembali denganku atau tidak? jika ibu tahu kamu masih hidup maka mungkin beban di hatinya benar-benar akan hilang" ucap Bai kecil yang telah berubah menjadi mode serius menjadi mode anak yang marah terhadap ayah yang menyia-nyiakan ibunya yang mencintai Bai Wutian.
Mendengar Bai kecil menanyakan hal seperti itu, Bai Wutian agak diam untuk sementara waktu. Bukan dia tidak ingin kembali tapi dia masih harus terus mencari tujuan dari orang-orang ini apalagi di tambah dengan monster aneh yang muncul sekarang membuat dia lebih yakin kalau tuan dari monster ini ada hubungannya dengan orang misterius itu.
__ADS_1
"Bisakah ayahmu ini meminta waktu lagi?" tanya Bai Wutian.
"Berapa lama lagi? setidaknya temui dia sebentar saja! aku tahu kau tua Bangka bisa bolak balik alam langit maupun keluar dari alam langit dengan bebas jadi kenapa begitu berat untukmu melakukan hal itu?" jawab Bai kecil dengan marah.
Lin Tian di satu sisi tidak berbicara lagi, dia memang belum mengerti tujuan dari orang misterius itu tapi bagaimanapun sekarang dia telah sedikit mengetahui kemana arah dari tujuan orang-orang misterius tersebut.
Akhirnya Lin Tian disana melihat dua pria yang satu mencoba membujuk dan yang lain dengan marah meneriaki yang lainnya, melihat dua orang yang terlihat berkompromi itu membuat Lin Tian tersenyum. Meskipun Bai kecil tidak mengatakan kalau dia merindukan ayahnya tapi tetap saja sebagai seorang anak mana mungkin dia tidak merindukan sosok seorang ayah.
"Baiklah, ayahmu berjanji akan menemui ibumu untuk sebentar saja! setelah semua hal selesai yakinlah, keluarga kita akan berkumpul lagi tentu dengan cucu dan juga dua menantumu yang cantik-cantik" ucap Bai Wutian yang terlihat menyetujui permintaan Bai kecil pada akhirnya setelah cukup lama berdebat.
Mendengar janji ayahnya Bai kecil sedikit mengangguk puas, dia yakin ayahnya tidak akan berbohong karena dia sangat mengerti sikap ayahnya yang selalu menepati janjinya berbeda dengan ibunya yang kadang bisa berubah fikiran tergantung suasana hatinya.
"Aku akan pergi dulu, lain kali kita akan bertemu kembali!" ucap Bai Wutian.
"Kemana ayah akan pergi?" tanya Bai kecil dengan cemas memandang Bai Wutian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...