
"Menyerahlah! dan kalian bisa mati dengan tenang!" ucap wanita di depan Pria yang mana dia adalah tuan muda kedua dari alam kegelapan
"Apakah kamu pikir kalau aku ini tuan muda Hei Son akan menyerah begitu saja?". ucap Hei Son dengan wajah tenang.
Di sekitar tubuhnya terlihat ada energi kegelapan berputar seperti lingkaran, dan juga sebuah tombak hitam yang juga bukan senjata biasa ada di tangannya.
"Haha! apa kamu fikir bisa mengalahkan kami berempat hanya dengan kamu sendiri?" ucap pria berpaiakan naga.
Hei Son mengerutkan kening dia tentu tidak akan bisa menang melawan ke emaptnya tapi jika dia benar-benar tidak ada pilihan mungkin dia harus benar-benar menghancurkam token nya dan meminta yang lain juga melakukan hal sama dengan dirinya.
Orang-orang di depan dia ini benar-benar sangat berbahaya dan dia pun tidak tahu apakah akan masih ada perangkap yang telah di siapkan oleh mereka untuk rencana cadangan mereka.
Sedangkan dia melihat kalau wanita Zu dair alam bunga masih sibuk melawan orang-orang misterius yang lainnya, sedangkan yang lain dari alam bunga sudah mulai membuat formasi pertahanan karena tidak mampu melawan mereka yang terlalu banyak ini.
"Bagaimana bisa sampai seratus orang ini masuk kesini?" fikir Hei Son dengan serius.
BOOMM..
BOOMM...
"Orang-orang ini sungguh merepotkan!" ucap wanita Zu dengan wajah kesal.
Dia melihat kalua masih banyak orang-orang misterius yang mencoba membunuh saudari nya yang telah memasang formasi pertahanan itu.
BOOMM..
"Hahaha.. wanita cantik mari tidur dengan ku dan aku buat ku puas!" ucap pria yang sedang menyerang Wanita Zu.
"Jangan bermimpi!" teriak wanita Zu.
BOOMMM...
BOOMM...
"Sial!" teriak Hei Son yang terlempar karena serangan gabungan lawannya.
Ada darah yang keluar di bibirnya karena terkena serangan gabungan dari orang misterius tersebut.
"Hahaha... Mati lah!" teriak pria yang tiba-tiba muncul di belakang Hei Son, pedang nya tepat menusuk ke jantung Hei Son.
"Gawat! tidak dapa menghindar!" ucap Hei Son dengan cemas.
Clang...!
"Apa?" pedang dari pria misterius itu terpental oleh sesuatu benda yang membuat pria itu kaget.
Dan kesempatan itu langsung di gunakan Hei Son untuk membunuh pria yang menyerang nya dari belakang itu.
BOOMM....
__ADS_1
Tubuh pria itu di lahap oleh kegelapan sebelum meledak menjadi kabut darah, melihat teman mereka mari tiga lainnya terdiam dan dengan marah berteriak disana.
"Siapa itu? keluar!" teriak salah satu dari mereka dengan wajga marah.
Swishh....!
Dua sosok muncul tak jauh dari Hei Son dan lawannya itu, melihat dua sosok yang muncul Hei Son kaget.
"Tian Lin? Sheng Chu'er?" ucap Hei Son dengan kaget.
Dia perlahan menjadi aneh melihat Sheng Chu'er yang selalu menempel di tangan Lin Tian yang membuat dia berfikir aneh tentang Lin Tian.
"Ehem! tuan muda kedua jangan berfikir aneh seperti itu, ada suatu alasan kenapa Chu'er bisa begini, dan juga saatnya bukan untuk berfikiran aneh mari selesaikan mereka dulu" jelas Lin Tian mencoba membela diri.
Mendengar itu Hei Son baru ingat kalau dia masih berada dalam pertempuran dia mengangguk setuju ke arah Lin Tian.
Lin Tian juga dengan serius menatap tiga dewa surgawi tingkat menengah puncak di depa Hei Son, tapi bukan itu yang membuat dia menjadi serius.
Itu karena ada sesosok yang sedang bersembunyi tak jauh dari ketiga sosok tersebut dan kultivasi nya pun sama dengan kultivasi Lin Tian sekarang.
"Tuan muda kedua, telan ini!" ucap Lin Tian sambil melemparkan sebuah Pill kepada Hei Son.
Menerima Pill itu Hei Son tanpa ragu menelannya dan perlahan energi Hei Son terisi penuh seperti semula, hal itu membuat Hei Son tersenyum dan mengnagguk ke arah Lin Tian.
Lin Tian juga mengangguk ke arah Hei Son, seperti mengerti satu sama lain Lin Tian langsung menghilang dari pegangan Sheng Chu'er.
Swish..
Di belakang punggung nya tertempel sebuah jimat yang membuat Sheng Chu'er tidak bergerak dan membuatnya diam disana sambil terbang.
BOOMM...
"Ugh!" ketiga orang misterius itu terpukul mundur akibat serangan gabungan Lin Tian dan Hei Son.
BOOMM..
BOOMM..
"Ugh!"
ketiganya terus mundur yang membuat mereka semua kewalahan akibat serangan gabungan Lin Tian dan Hei Son itu.
"Mari habisi!" ucap Hei Son.
"Iya! teknik seribu pedang hancurkan!" ucap Lin Tian.
Banyak pedang muncul dan menyerang ke arah ketiganya, ketiganya tak bisa menahan dan membuat tubuh mereka di tembus oleh banyak pedang.
Tapi itu belum berakhir Hei Son muncul dan menyerang dengan teknik pedang kegelapan yang membuat ketiganya di telan langsung oleh kegelapan.
__ADS_1
"kapten tolong aku!" teriak salah satu dari mereka.
Swissh...
BOOMM..
Sebuah serangan kuat mencoba menghancurkan kegelapan milik Hei Son tapi itu gagal malah serangan kuat itu langsung menghancurkan ketiganya menjadi kabut darah dalam sekejap.
"Hm? kekuatan ini?" wajah Hei Son kaget saat merasakan kekuatan yang muncul.
Swishh..
Sosok yang kultivasinya berada di dewa surgawi tingkat tinggi tahap puncak muncul di hadapan Lin Tian dan Hei Son, hal itu membuat Hei Son menjadi mengerutkan keningnya.
Dia tidak bisa mengalahkan orang dengan kutivasi sekuat ini, tapi dia tidak mundur dan melihat ke arah Lin Tian yang masiht tenang sejak tadi.
"Kalian memang hebat dapat dengan mudah mengalahkan para bawahanku!" ucap pria tersebut dengan tenang.
Lin Tian maju kedepan Hei Son lalu dia berbalik dan berkata dengan wajah tenang sambil menatap Hei Son.
"Tuan muda kedua kamu pergi bantu yang lainnya, orang ini serahkan padaku!" ucap Lin Tian.
Mendengar hal itu Hei Son merasa kalau dia salah dengar, tapi dia lalu sadar kalau itu bukan lah salah dengar.
"Apa kamu yakin?" tanya Hei Son.
"Iya! dan setelah selesai tolong kamu jaga Sheng Chu'er dia dalam keadaan yang sulit sekarang" jelas Lin Tian.
"Baiklah! kami hati-hati!" ucap Hei Son berbalik pergi dan segera membantu yang lain.
Entah kenapa dia merasakan sesuatu yang membuat dia yakin kalau Lin Tian akan menang melawan orang misterius itu.
Karena itulah dia dengan berani meninggalkan Lin Tian untuk melawan orang itu, tapi dia berhenti sebentar dan berteriak kepada Lin Tian.
"Cobalah bertahan, setelah kami semua mengalahkan musuh maka kami akan membantumu!" teriak hei Son.
Lin Tian hanya tersenyum mengagguk, setelah itu dia menatap pria di depannya dengan wajah tenang.
"Dia cocok untuk mengasah kekuatan tubuhku!" fikir Lin Tian.
"Nak! kamu yakin ingin bertarung sendirian?" tanya pria tersebut
"Iya! kamu lebih baik berhati-hati atau..." ucapan Lin Tian berhenti sementara.
"Atau apa?" tanya pria itu sambil tersenyum.
BOOMM...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...