Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
310. Aku tidak akan membiarkanmu mati!


__ADS_3

Lin Dong yang mendengar ucapan Dewa takdir tidak berani lalai dan kembali menyalurkan energinya. Naga kecil juga langsung terus menerus menyalurkan energi untuk terus membuka robekan ruang itu tetap besar seperti sekarang.


Di dalam ruang tempat Lin Tian berada, terlihat ketiganya benar-benar sudah kelelahan. Meskipun mereka telah mengkonsumsi Pill dan mencoba bergantian untuk keluar dari ruang kacau itu tetap saja mereka belum menemukan hasil dari perjuangan mereka.


"Sial! apakah aku akan mati disini tanpa membalas dendam saudaraku?" ucap dewa neraka dengan sedih.


Lin Tian tidak terlihat lebih baik karena dia yang bertugas merobe ruang itu secara terus menerus membuat dia yang paling kelelahan disana. Padahal mereka bertiga adalah setengah dewa kaisar tapi bagaimanapun ruang dimana mereka merobeknya adalah tempat yang jauh lebih besar dari dunia mereka tinggal.


Apalagi keadaan mereka sebelumnya juga telah cukup terluka jadi membuat mereka tidak dapat memulihkan diri sepenuhnya di ruang kacau seperti sekarang.


"Tetap bertahan! jangan sampai kehilangan kesadaran" teriak dewa kaisar Kematian dengan suara serak kepada keduanya yang terlihat kelelahan itu.


Lin Tian dan dewa neraka dengan keras kepala menelan kembali Pill di tangan mereka lalu menggigit lidah mereka sedikit agar tidak jatuh pingsan disana. Karena bisa gawat kalau mereka tidak sadarkan diri di ruang kacau itu.


Tiba-tiba Lin Tian yang berusaha keras keluar dari ruang kacau itu merasakan tiga energi yang sangat dia kenal. Dan saat dia mencoba menggunakan mata kaisarnya, dia melihat cahaya yang cukup besar dimana dia juga melihat ada dewa takdir yang mencoba terus membuka robekan ruang tersebut.


"Itu...! Ayo cepat!" ucap Lin Tian setelah tahu kalau itu benar adalah dewa takdir.


Dia dan dua lainnya berusaha sekuat tenaga mereka untuk terbang saling melindungi satu sama lain menuju robekan ruang hasil dewa takdir.


Dari luar, dewa takdir merasakan dua aura yang dia kenal juga ikut senang. Dia langsung terus menyalurkan energinya agar dapat membuat Lin Tian dan yang lainnya keluar dari ruang tersebut juga.


"Apakah ada?" tanya Lin Dong cemas.


"Iya! mereka sedang terbang kesini, tapi situasi mereka tidak baik! aku tidak tahu apakah mereka bisa sampai kesini" jawab dewa takdir khawatir dengan keadaan Lin Tian sekarang.


"mereka? apa anakku juga bersama orang lain?" tanya Lin Dong.

__ADS_1


"Iya! dan salah satu orang yang bersama dia adalah kenalan lama kami" jawab Dewa takdir memandang Bai Wutian dan juga naga kecil.


Mendengar ucapan dewa takdir, naga kecil dan Bai Wutian mengerutkan kening mereka. Orang yang mereka kenal? siapa itu? sambil kebingungan mereka Memandang dewa takdir untuk mendapatkan jawaban jelas dari dia.


"Dia adalah... tidak! mereka telah hampir kehabisan energi" ucap dewa takdir yang merasakan kalau energi di tubuh ketiganya semakin melemah.


"Apa?" Lin Dong dan dua lainnya kaget. Mereka langsung cemas, meskipun keluarga Lin Tian tidak tahu apa yang dimaksud oleh Dewa takdir tapi entah kenapa hati mereka tiba-tiba ikut cemas.


"Suami siapa yang kehabisan energi? kenapa kalian terlihat serius dan begitu cemas?" tanya Ying Huanhuan.


"An'er dalam masalah! dia berada di dalam ruang yang sangat kacau, dan kami sedang mencoba membuka ruang itu agar dia dapat keluar dari sana. Tapi..." Lin Dong dengan cemas memandang ke dalam ruang itu.


dia ingin sekali masuk, sayangnya dia jelas tidak bisa masuk karena ruang yang ada di depannya adalah tempat yang belum pernah dia lalui atau datangi. Bahkan naga kecil dan juga Bai Wutian ingin mencoba, sayangnya mereka dapat merasakan kalau ruang itu menolak mereka.


Dan jika dewa takdir yang masuk itu sama saja membuat Lin Tian dan orang bersamanya mati. Karena hanya dewa takdir yang bisa merobek ruang seperti ini, jika dia masuk maka dia juga akan ikut mati di dalamnya.


"Tidak akan bisa! jika bisa kami bertiga telah masuk dari tadi" ucap Lin Dong dengan hati berat.


Mendengar ucapan Lin Dong semua keluarganya langsung menjadi cemas, Sheng Lien yang biasanya tenang menjadi gemetar dan berdiri di depan ruang kacau tersebut mencoba masuk tapi dia di dorong oleh ruang itu.


"An'er! berjuanglah!" teriak Sheng Lien dengan suara cemas.


"Nenek?" Lin Tian yang mendengar suara Sheng Lien tiba-tiba berjuang keras kembali dengan menarik dewa neraka dan dewa kaisar Kematian bersamanya menuju robekan tersebut.


"Tinggalkan kami! kamu harus tetap hidup" ucap Dewa kaisar kematian.


"Iya! kamu harapan kami semua jika kamu mati karena menolong kami, hati kami akan merasa bersalah".

__ADS_1


Dewa neraka juga membujuk Lin Tian meninggalkan dia disana, sayangnya Lin Tian tidak peduli karena dia terus terbang sambil terus menelan Pill penyembuh untuk mempertahankan sedikit energi di dalam tubuhnya.


"Kenapa kau begitu keras kepala?" tanya Dewa kaisar kematian dengan wajah bingung.


"Jika aku meninggalkan kalian disini sama saja aku gagal sebagai pemimpin masa depan yang kalian harapkan! dan aku juga ingin kalian melihat dimana aku menciptakan dunia yang lebih baik dengan cara berbeda seperti yang kalian berdua lakukan" jelas Lin Tian dengan tatapan keras kepala melihat ke depan.


"Apa kalian fikir dengan pengorbanan atau mati begitu saja akan menyelesaikan masalah? itu hanya fikiran naif seorang anak kecil! jika kalian masih hidup, jika kalian masih ingin terus berjuang dan tidak melupakan ketetapan hati kalian. Pasti akan ada jalan yang lebih baik daripada dengan jalan yang kalian ambil!".


Ucapan Lin Tian membuat keduanya bingung untuk sementara waktu sebelum mereka sadar kalau apa yang mereka lakukan dulu sedikit terlalu berlebihan. Meskipun mereka bisa di bilang memiliki tujuan sama tapi mereka terlalu terobsesi dengan tujuan yang cepat tanpa perlu usaha keras. Dan mereka selalu memikirkan kalau sedikit pengorbanan itu sebanding dengan kehidupan damai yang akan tercipta.


"Sepertinya aku melakukan kesalahan besar".


"Aku juga!" keduanya menertawakan diri mereka masing-masing atas tindakan mereka dulu.


Lin Tian disana juga mulai kehilangan kesadaran, tapi karena tekadnya dia masih terus menarik dua orang itu dengan susah payah. Di jari tengahnya benang merah tiba-tiba muncul dan terlihat di tangan Lin Tian, penampakan benang merah itu seperti akan putus kapan saja.


Di dalam ruangan istana langit...


Sosok wanita yang di selimuti elemen es duduk diam menutup matanya. Tiba-tiba dari jarinya benang merah juga muncul tapi benang itu tidak seperti biasa karena terlihat semakin menegang yang menandakan kalau benang itu bisa kapan saja putus. Membuka matanya wanita itu memandang ke luar istana langit sambil berdiri dia mengucapkan kalimat yang sangat lembut.


"Aku tidak akan membiarkanmu mati! dan aku juga tidak akan meninggalkanmu lagi".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2