Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
336. Pill roh kehidupan


__ADS_3

Lin Tian tidak ingin meminta hal lain kepada mereka, karena jika dia meminta hal yang besar kepada keluarga Tian ini, pasti mereka akan menolak bantuannya mentah-mentah. Karena itulah dia hanya ingin mereka bergabung dalam melawan musuh mereka bersama, yang jelas tidak ada maksud untuk mencoba mengkhianati tuan mereka sendiri. Dan hal itu bisa di terima oleh mereka tanpa sedikitpun keberatan.


"Boleh! kalau hanya itu kami setuju denganmu, karena bagaimanapun tulang tuaku ini ingin membalas dendam kepada orang itu" jawab salah satu tetua keluarga Tian dengan serius memandang Lin Tian.


"Kalau begitu bagus! aku dan putri kaliannbisa di bilang kenalan jadi aku juga harap kalian juga melindungi dia di saat dalam keadaan genting" ucap Lin Tian.


"Tentu, dia adalah garis keturunan terkahir keluarga kami. Tentu saja kami akan melindunginya sekuat tenaga kami, meskipun harus mengorbankan hidup kami sendiri" jawab salah satu tetua wanita disana.


Lin Tian tersenyum puas dengan perasan tulus mereka yang ingin melindungi Tian Hunhu, jadi dia tidak banyak berbicara lagi dan mengeluarkan sebuah Buah kehidupan yang pernah dia berikan dulu kepada dewa takdir. Sebenarnya, dia telah membuat ladang sendiri untuk buah sepert ini di dalam dunia yang dia ciptakan dalam tubuhnya.


Bisa di bilang, dia berhasil dalam mengembangkan buah tersebut. Jadi, sekarang dia memiliki banyak buah seperti itu di dalam dunia atau dimensi kehidupannya yang di gunakan untuk menyimpan berbagai tanaman berharga.


"Buah apa itu? kenapa aku merasakan dari buah itu adanya energi kehidupan yang sangat murni?" tanya tetua Tian kepada Lin Tian sambil menatap buah di tangan Lin Tian.


"Ini adalah buah kehidupan! tapi berbeda dengan buah kehidupan di alam kehidupan, karena fungsi dari buah ini adalah murni untuk menghidupkan kembali roh yang telah mati" jelas Lin Tian kepada mereka semua.


"Apa? buah roh kehidupan?".


"Aku tidak pernah mendengar buah seperti itu, dimana kamu mendapatkan buah itu?" tanya tetua Tian dengan penasaran.


"Tentu di dunia sekarang tidak ada lagi tapi lain jika di zaman kuno" jawab Lin Tian santai.

__ADS_1


"Begitu, aku ingat kamu pernah ke masa lalu dan disana kamu mengenal putri. Pantas saja kamu lebih banyak mengetahui hal ini daripada kami semua yang telah hidup jutaan bahkan ratusan juta tahun" ucap Tetua wanita keluarga Tian dengan menghela nafas.


"Potong buah ini menjadi setengah, dan itu cukup untuk menghidupkan kalian" ucap Lin Tian memotong buat itu dan melemparkan ke arah dua tetua yang dekat dengannya.


Tetua itu menerima buah Lin Tian, dia melihat ke arah tetua Tian atau tetua agung dari keluarga Tian meminta persetujuannya. tetua agung itu mengizinkan mereka untuk mencoba menelan buah tersebut. Mendapat persetujuan tetua agung, mereka berdua menelan buah roh kehidupan itu.


Dalam sekejap energi kehidupan yang kuat tiba-tiba tersebar di dalam tubuh mereka, perlahan kulit pucat mereka kembali seperti kulit orang hidup. Dan juga energi mayat mereka entah kenapa perlahan juga menghilang secara perlahan.


Setelah beberapa menit, mereka bisa merasakan jantung dan organ tubuh mereka kembali bergerak seperti orang yang hidup. Wajah mereka kaget tidak percaya, tetua yang di sampingnya itu mencubit kulit tetua yang juga menelan buah roh kehidupan dengannya saat itu.


"Ah!" tiba-tiba di cubit begitu membuat tetua itu merasakan sakit.


"Ini benar-benar nyata! aku hidup kembali, dan sekarang entah kenapa aku merasakan tidak enak di tempat ini" ucap tetua tersebut dengan gembira.


"Saudara, aku hanya menguji apakah kulitmu benar-benar bisa merasakan sakit. Jika tidak sakit bukankah berarti kita masih mayat hidup?" jawab tetua itu dengan alasan serampangan.


"Sial! aku tidak tahan disini, tetua agung aku harus keluar dari tempat ini segera" ucap salah satu tetua dengan gelisah karena tidak bisa menahan korosi energi mayat di tempat itu.


"Kalian boleh keluar dari sini, nanti kita berkumpul setelah semua di hidhpkan kembali". Tetua agung itu tidak melarang mereka berdua pergi dari tempat itu.


"Terima kasih kaisar langit, kami akam berbicara lagi nanti denganmu setelah keluar dari sini" ucap kedua tetua itu lalu tanpa menunggu jawaban Lin Tian, mereka langsung melesat melewati tangga yang menuju ke markas atas.

__ADS_1


"Paman, aku memiliki Pill yang dibuat dari buah itu. Bagikan ini semua kepada mereka, dan biarkan mereka langsung keluar dari sini setelah kembali hidup" ucap Lin Tian memberikan banyak botol kepada tetua agung itu.


"Kenapa tidak menggunakan pill ini tadi?" tanya tetua agung menatap Lin Tian.


"Ehem! bukan aku tidak mau, tapi pill yang ada mungkin tidak cukup untuk yang lainnya. Jadi aku mencoba dua buah tadi apakah efeknya sama saat dibagi menjadi dua untuk bisa dibagi nanti jika pill-pill ini kurang" jelas Lin Tian yang teihat meyakinkan.


"Jadi mereka berdua telah menjadi tikus percobaan mu bukan?" tanya tetua wanita itu dengan senyum main-main kepada Lin Tian.


"Ehem, begitulah! meskipun jika buah itu tidak ada efeknya kepada mereka, aku akan tetap memberikan Pill ini kepada keduanya. Tapi aku tidak menyangka kalau setengah dari buah itu akan berfungsi dengan baik." jawab Lin Tian santai.


Semua keluarga Tian menggelengkan kepala mereka menatap Lin Tian, pria muda ini ternyata sedikit licik. Entah apakah dia pernah melakukan hal yang sama dengan orang lain, mereka tidak tahu tapi yang jelas jika tiba-tiba ada hal bagus dari pria muda ini lebih baik membiarkan orang lain mencobanya dulu sebelum mereka.


Tetua agung membagikan semua Pill yang ada di botol itu kepada semua keluarga Tian. Lin Tian juga mengeluarkan kotak yang cukup besar berisi Pill roh kehidupan, sebenarnya dia dulu juga iseng-iseng membuat Pill ini di zaman kuno dulu. Dia tidak menyangka kalau Pill yang tidak pernah ada yang mencobanya dulu akan berguna sekarang.


Lin Tian hanya bisa mengetahui Pill itu dapat menghidupkan orang lain tapi tidak terlalu mengetahui fungsi sebenarnya dari Pill roh kehidupan itu.


"Semoga saja Pill ini berfungsi dengan baik, jika itu gagal bisa-bisa aku di kuliti oleh Mu Xuanyin di saat Hunhu mengeluh kepada istriku itu" ucap Lin Tian dalam fikirannya.


Mereka tidak sadar kalau sebenarnya yang dijadikan bahan percobaan bukanlah dua orang tadi tapi mereka sendirilah yang telah menjadi tikus percobaannya. Jika Semua keluarga Tian itu sadar kalau diri mereka digunakan sebagai percobaan oleh Lin Tian mungkin memuntahkan seteguk darah atau mereka akan benar-benar mati di saat itu juga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2