Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
356. Kemunculan Huang Sheng


__ADS_3

"Paman, terima kasih" keduanya langsung memberi hormat tulus kepada naga kecil yang telah mengingatkan mereka kalau ada Dewi bunga yang dapat mengendalikan Bai kecil.


"Tidak masalah, kita semua keluarga" jawab naga kecil tanpa sadar telah mengkhianati kakaknya sendiri.


BOOMM..


"Ugh!" singa perak terpental jauh dengan pendaratan pantat jatuh terlebih dahulu.


"Kamu! berdiri lagi!" teriak Bai kecil dengan marah.


Meteor perak menatap Bai kecil dengan kebencian, pria itu nendang dan memukul dirinya dengan begitu kejam. Bahkan pantat dan adik kecilnya tidak terhindari dari serangna Bai kecil. Untung dia memiliki keamanan yang cukup terjaga jadi dia tidak merasakan sakit di bagian adik kecilnya.


"Sial! pengorbanan darah!" teriak Singa perak dengan marah. seketika itu kekuatan singa perak naik lagi dan tangannya yang hilang kembali tumbuh dengan sendirinya.


BOOMM...


"Ugh!" sayangnya saat dia mulai menyerang Bai kecil, dia malah terhempas kembali dengan menyedihkan. Belum sampai disitu saja, sebelum dia mendarat bersih di tanah Bai kecil sudah muncul lagi di belakangnya bersiap memberi pukulan keras ke wajah singa perak.


"Pukulan mematikan!" ucap Bai kecil.


"Aku bisa menahannya!" ucap singa perak saat melihat pukulan Bai kecil, dia langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangan yang dia punya.


Hal yang tidak terduga adalah Bai kecil bukannya memukul wajah singa perak, dia malah menggunakan tendangan keras tepat di ************ singa perak. Tendangan mendarat wajah singa perak benar-benas kesakitan, dia di terbangkan lagi ke langit dengan kecepatan yang sangat cepat.


"Naga kecil!" teriak Bai kecil.


"Oh! kakak memanggilku, aku pergi dulu" ucap naga kecil menghilang.


"Aku datang!" naga kecil muncul di atas langit tepat tidak jauh dari singa perak. Dia melayangkan pukulan tepat di perut singa perak membuat singa perak merintih kesakitan dan jatuh dengan kecepatan cepat juga ke tanah.


"Ah!".

__ADS_1


"Ini akhirnya" ucap Bai kecil membuka mulut bayangan kepala harimau bersiap untuk menelan Singa perak.


"Terlalu kasar!" suara pria muncul tepat sebelum singa perak masuk ke mulut Bai kecil.


Di depan Bai kecil tiba-tiba singa perak hilang begitu saja, Lin Dong yang diam-diam mengamati melihat ke sisi langit yang lain. Dia melihat sosok pria berjubah biru sedang menggendong singa perak yang sekarat.


"Kamu siapa?" tanya Lin Dong dengan suara dingin menatap pria jubah biru.


"Hei, paman Lin tidak perlu menanyakan hal yang sudah pasti" ucap Bai kecil memandang pria jubah biru dengan tatapan marah.


Lin Dong diam, dia tentu mengetahui siapa pria jubah biru itu sebenarnya. Tapi, dia ingin memastikan apakah itu benar dia atau orang yang berbeda. Pria jubah biru itu tersenyum, dia melepas penutup kepalanya dan memperlihatkan wajah yang sangat di kenal oleh para leluhur ataupun orang-orang yang telah lama hidup.


"Ti..tidak mungkin!" ucap salah satu Leluhur menatap pria jubah biru yang tidak lain adalah kaisar langit terdahulu.


"Bagaimana ini terjadi? kenapa bisa kaisar?".


"Hahaha, kenapa kalian begitu kaget? apa karena wajahku yang mirip dengan kaisar kalian? tapi yah, dia juga sebagian dari diriku. Sayang sekali dia mengkhinati perintahku, jadi aku dengna terpaksa menghapus ingatan dan mengendalikan tubuhnya sendiri" ucap Huang Sheng.


"Tidak, pemimpin kami bernama Huang De dan aku hanya setengah dari bawahan orang itu" jawab Huang Sheng santai.


"Ugh!" singa perak membuka matanya, dia berfikir kalau dirinya akan mati tapi dia merasa seperti ada seseorang yang sedang menggendongnya. Dan saat dia melihat itu adalah Huang Sheng, dia tidak berbicara apapun karena dia sadar kalau tuannya telah memerintahkan Huang Sheng untuk menyelamatkan dia.


"Kamu terlalu ceroboh!" ucap Huang Sheng sedikit marah.


"Iya, aku memang ceroboh! aku tidak menyangka kalau ada orang kuat di dunia dewa ini. Jika aku tahu tidak mungkin akan menyerang mereka membabi buta seperti ini" jawab Singa perak dengan lemah.


"Selama kamu sadar itu baik-baik saja" ucap Haung Sheng.


Huang Sheng memandang Lin Dong dengan senyum, dan perlahan dia melihat kalau kakinya sudah mulai menghilang sedikit. Dia sadar kalau waktunya di dunia dewa tidak bisa terlalu lama, dan yang datang juga hanyalah tubuh palsu atau klon dari dirinya saja. Sebab, dengan kekuatan yang dia miliki tidak mungkin baginya untuk datang ke dunia dewa tanpa melewati saluran dimensi yang telah di hancurkan oleh Lin Tian.


"Sepertinya waktuku tidak lama" ucap Huang Sheng menatap Lin Dong.

__ADS_1


"Jadi kamu bukan lagi Tian Sheng?" tanya Lin Dong.


"Aku adalah dia dan dia adalah aku, bedanya namaku adalah Huang Sheng. Dan nama Tian Sheng sebenarnya bukanlah nama yang aku sengaja berikan, tapi itu di berikan oleh orang tua angkatnya" jawab Huang Sheng tanpa sedikitpun malu untuk menjawab.


"Ha! ternyata kamu hanya klon, jika itu tubuh aslimu yang datang aku pasti akan menghajarmu!" ucap Bai kecil.


"Hahaha, teman lama ternyata masih belum berubah".


"Siapa temanmu!" teriak Bai kecil marah.


"Hahaha, baiklah! aku pergi dulu, maaf aku harus membawa orang ini kembali. Sampai bertemu lagi" ucap Huang Sheng akhirnya menghilang dari pandangan Lin Dong dan Bai kecil.


"Sial! kekuatan orang ini setidaknya berada di puncak" ucap Bai kecil dengan marah.


"Iya, kita tidak punya waktu! sepertinya pria yang dia selamatkan itu sangat berarti bagi suku meteor perak. Kalau tidak dia tidak akan datang sendirian menyelamatkan pria itu" ucap Lin Dong setelah dia melihat sikap Huang Sheng yang hanya datang mengambil Singa perak.


"Aku tidak tahu seberapa banyak pasukan orang ini, semoga saja kita masih sempat".


Naga kecil menghela nafas berat saat memikirkan pasukan di belakang Huang Sheng, jika itu lebih banyak dari ap yang mereka fikirkan. kemungkinan saat perang terjadi, sisi mereka pasti akan sangat menderita. Memikirkan hal itu saja membuat Bai kecil dan Lin Dong merasa tertekan, bukan karena kekuatan mereka tapi karena pasukan alam langit dan juga dunia dewa tidaklah sekuat meteor perak itu.


Di tambah lagi selama mereka menelan makhluk hidup kekuatan mereka akan terus meningkat, yang membuat mereka menjadi musuh terbesar bagi seluruh makhluk hidup yang ada.


"Sudahlah! kakak, kamu mendapatkan beberapa meteor perak bukan? dan aku juga mendapatkan beberapa. Jadi, mari kita temukan tempat untuk menyerap mereka, jika masih ada sepuluh tahun lagi mungkin untukku menerobos kembali ke setenga dewa kaisar tingkat tinggi" ucap naga kecil sembari menepuk pundak Bai kecil.


"Tch! aku tahu tempat yang cocok untuk kita berlatih, tapi sebelum itu aku harus menyelesaikan satu masalah yang terjadi di dalam keluargaku" ucap Bai kecil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2