
"Ikut aku, kamu harus di hukum juga" ucap Lin Niao dengan wajah masih tersenyum, tapi bagi naga kecil senyuman Lin Niao adalah neraka bagi dirinya.
"Apa salahku? kenapa aku juga di hukum?" tanya naga kecil dengan wajah sedih memandangi Lin Niao.
"Salahmu? tentu saja banyak, kamu kembali bahkan tidak menemui ku! katakan padaku apakah kamu tidak ingin melihat aku lagi?" tanya Lin Niao.
"Tentu saja aku ingin, siapa yang tidak ingin melihat wanita secantik kamu? hanya aku sedikit mengingat beberapa hal di masa lalu" ucap naga kecil dengan sedih memandangi Lin Niao.
Jika dia ingat dulu wanitanya mati karena takdir bodoh tersebut, dan sekarang jika dia mengingat hal tersebut naga kecil takut kalau Lin Niao akan bernasib sama dengan wanita itu jika mendekati dia makanya dia menjauhi Lin Niao.
"Kamu tidak percaya kepada ku ataukah kamu tidak menyukaiku karena aku tidak cantik?" tanya Lin Niao dengan serius.
"Tentu saja bukan begitu hanya saja aku takut kamu...".
Naga kecil terlihat agak ragu menjawab pertanyaan dari Lin Niao tersebut karena bagaimanapun dia tidak ingin kehilangan orang yang dia sayangi lagi, itu benar-benar menyakitkan bagi dirinya.
"Apa kamu takut?". tanya Lin Niao.
"Jangan takut, jika kita bersama menghadapi semua masalah maka aku yakin apapun itu semuanya pasti bisa di atasi, bukankah kamu juga melihat bagaimana kakak berhasil melalui semuanya bersama dengan kita?".
Lin Niao mencoba meyakinkan naga kecil agar tidak perlu khawatir dengan masa lalunya dan meminta dia untuk percaya akan masa depan bersama dengan keluarganya yang baru sekarang.
Hanya dengan menghadapi semua bersama maka mereka bisa melalu hal yang paling terburuk dengan percaya diri, naga kecil yang mendengar itupun diam apa yang di katakan Lin Niao tidak salah.
Dia pun juga sudah melihat semua keajaiban yang di buat oleh Lin Tian dan saudara-saudaranya itu, dia memandangi Lin Niao dengan tatapannya yang lembut untuk pertama kalinya.
"Baiklah aku akan percaya" jawab naga kecil.
"Bagus kalau kamu percaya." ucap Lin Niao sambil tersenyum manis karena melihat wajah naga kecil terlihat lebih percaya diri sekarang.
__ADS_1
"Tapi bisakah aku di lepaskan dulu?" tanya naga kecil dengan nada memohon.
"Tidak semudah itu, ibu Bai Yu mengatakan agar membawa kamu kembali sekarang, jadi aku tentu akan membawamu kembali dulu" jawab Lin Niao.
Wajah naga kecil seketika berubah, dia sadar akan nasibnya sekarang jika sampai jatuh ke tangan Bai Yu, dia dengan cepat mencoba melepaskan rantai itu.
"Tidak...!".
Naga kecil hanya dapat berteriak saat dia di seret kembali ke istana kehancuran oleh Lin Niao, tentu paus tanduk yang melihat naga kecil di bawa pergi langsung masuk ke dalaman lautan.
Paus itu membuat dirinya yakin kalau dia tidak akan ke atas laut lagi jika tidak ada keperluan yang mendesak atau dia tidak akan memprovokasi orang lain dengan mudah nantinya saat dia bertemu atau bahkan bisa di bilang dia tidak akan memprovokasi lagi binatang kecil yang mirip dengan naga kecil.
......................
Di dalam gerbang alam kehancuran, beberapa sosok keluar dan muncul di depan para penjaga alam kehancuran, para penjaga itupun terlihat bersiaga tapi saat mereka tahu siapa yang datang akhirnya mereka membiarkan mereka lewat.
Saat beberapa orang yang tadi melihat penjaga yang sangat tenang bahkan tidak takut sedikitpun terhadap mereka membuat mereka sedikit kaget, katena biasanya dengan status mereka kesini pasti akan di sambut atau di takuti oleh orang-orang ini.
"Jenderal ini, kenapaku lihat para penjaga itu bahkan tidak takut dengan kita? bahkan jika kita tidak mengeluarkan aura kultivasi kita, setidaknya mereka pasti akan tertekan dengan tingkatan kita sekarang".
Seseorang pria bertanya ke arah pria di depannya yang mana dia adalah jenderal Zao sendiri, Jenderal Zao yang mendengar hal tersebut juga agak terkejut dengan sikap para penjaga tersebut.
Bagaimana bisa dia tahu apa yang terjadi disini, bahkan dia juga tidak mengerti kenapa sikap penjaga itu melebihi sikap dari pasukannya sendiri.
"Aku pun tidak mengerti, sekarang kita akan bertemu dengan pemuda itu jadi kalian harus jaga sikap" jawab jenderal Zao dengan serius.
"Kenapa begitu? dia hanya seorang pemuda biasa saja yang mendapatkan keberuntungan disini, kenapa kita harus repot-repot..."
Belum dia selesai berbicara jenderal Zao sudah melihatnya dengan wajah marah, hal itu pun menakuti pria tersebut dan langsung diam tidak berani berbicara lagi.
__ADS_1
Tapi di hati pria tersebut dia merasa kalau pemuda yang akan mereka temui itu tidak seharusnya di perlakukan seperti ini, kenapa harus jenderal sendiri yang pergi menemuinya? dan juga siapa pemuda itu sampai-sampai membuat jenderal datang sendiri ke sini.
"Kamu harus menahannya, dari informasi yang kita dapat pemuda itu bukan lah orang yang mudah juga, jadi aku hanya berharap agar kamu benar-benar menjaga sikap mu, kamu harusnya tahu bagaimana jenderal kan?" ucap teman si pria tersebut.
"Apakah pria itu benar-benar luar biasa?" tanyanya lagi.
"Aku pun tidak tahu, tapi berita yang aku dapatkan iya emmang begitu" jawab pria tersebut.
Mendengar penjelasan temannya pria itu tidak lagi berbicara lagi, dia hanya tidak suka dengan pemuda yang akan di temui jenderal tersebut, itu saja! dan mana mungkin pemuda itu punya cara untuk membantu mereka dalam masalah alam bawah juga.
Tidak berselang lama mereka sampai di gerbang ibukota, sayangnya mereka tidak boleh terbang di atas ibukota atau di anggap sebagai musuh.
"Kenapa mereka boleh?" tanya pria yang memang kurang suka dengan Lin Tian tersebut.
Saat itu ada satu kapal yang sedang terbang di langit ibukota, hal itu di lihat oleh mereka dan menjadi kekesalan dari pria tersebut.
"Itu adalah kapal yang di gunakan untuk berpergian antar pulau, biasanya akan ada penerbangan tiga kali dalam sehari di atas langit ibukota ini, dan pangkalannya juga tidak jauh dari ibukota" jawab penjaga dengan tenang tanpa rasa takut sedikitpun.
Mendengar jawaban penjaga itu, pria tersebut diam dan tidak bisa menjawab lagi tapi dia merasa aneh karena kapal sebesar itu dan sebagus itu bahkan di pakai untuk sesuatu yang boros, dan itu juga terlalu bodoh apalagi kalau kapak semahal dan sekuat itu di gunakan oleh orang-orang biasa.
Hanya jenderal Zao yang terlihat serius mendengar penjelasan penjaga tersebut, memang benar kapal itu terlihat mewah dan juga mungkin di mata Orang-orang dia hal itu adalah tidak Baik.
Tapi juga dengan melakukan itu pendapatan negara akan bertambah dan bisa menjadi penghasilan tetap bagi negara itu sendiri.
"Sepertinya dia memang luar biasa".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...