
"Begitukah? jika itu benar maka dia yang melakukannya" ucap Lin Tian setelah memikirkan semua yang terjadi pada Mu Xuanyin.
Dia mengingat kalau leluhur roh pernah mengatakan kalau dia juga memberikan hadiah kepada Lin Tian, kemungkinan maksud dari hadiah itu adalah Mu Xuanyin yang naik ke alam langit.
Hal ini benar-benar di luar dugaannya karena dia berfikir tidak akan ada yang bisa naik ataupun masuk ke dalam alam langit ini, tapi yang tidak dia sangka adalah leluhur roh ternyata bisa mengirim orang masuk ke alam langit.
Lin Tian benar-benar bingung apa sebenarnya leluhur roh itu? dan apa maksudnya dengan semua makhluk sudah memiliki takdir mereka sendiri sejak di lahirkan.
Mu Xuanyin bingung melihat wajah Lin Tian yang mengerutkan kening itu, meskipun dia tahu apa yang terjadi selama ini kepada Lin Tian sejak naik ke alam langit tapi dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Lin Tian di alam rahasia sebelumnya.
Dia menyentuh tangan Lin Tian dengan lembut takut kalau Lin Tian benar-benar dalam keadaan yang buruk, Lin Tian melihat Mu Xuanyin tersenyum lembut dia merasa senang dengan adanya Mu Xuanyin di sisinya tapi dia tahu meskipun dia memiliki keluarga sekarang.
Dia tidak akan dapat dengan mudah untuk hidup bahagia dengan keluarganya ini, selama masih ada musuh dan kekuatan yang dia punya masih rendah tidak akan ada kata bahagia untuknya, apalagi dia mempunyai tanggung jawab besar untuk alam langit ini.
"Malam ini temani aku" ucap Lin Tian kepada Mu Xuanyin.
"Em!".
Mu Xuanyin menganguk setuju dan juga mereka adalah suami istri, jadi tidak ada salahnya mereka tidur sekamar disini dan juga mereka memang sudah lama tidak bertemu yang membuat mereka ingin melepaskan kerinduan mereka.
"Kapan kamu akan memulai membuat Pill untuk saudari Chu'er?" tanya Mu Xuanyin.
"Setelah beberapa hari lagi, setelah aku menstabilkan kekuatanku maka aku akan mulai membuat Pill untuknya" jawab Lin Tian yang tidak lupa masalah Sheng Chu'er tersebut.
"Tapi roh matanya telah hilang, mungkin kekuatan tempurnya akan berkurang, apa suami punya cara?" tanya Mu Xuanyin.
Lin Tian masih tidak tahu kalau masalah tersebut, dia hanya dapat menggelengkan kepala karena memang mata takdir Sheng Chu'er sudah hilang sekarang mungkin kekuatan tempurnya juga menurun akibat kehilangan mata itu.
__ADS_1
"Mungkin besok aku harus menanyakan ini pada ibu" ucap Lin Tian setelah memikirkannya, Bai Yu adalah penjaga alam binatang dan dia yakin mungkin saja Bai Yu mempunyai cara untuk membantu Sheng Chu'er dalam menghadapi masalah nya.
Mu Xuanyin mengangguk, memang benar mungkin saja Bai Yu memiliki cara untuk membantu mereka dalam masalah ini jadi dia sedikit lebih tenang dari masalah Sheng Chu'er sebelumnya.
Melihat Mu Xuanyin yang begitu tenang dan juga memiliki hati yang baik menerima wanita lain untuknya Lin Tian agak merasa bersalah kepada Mu Xuanyin.
"Aku yang memutuskannya, jadi jangan begitu terhadap kedua saudari itu! karena mereka berdua adalah wanita yang baik" ucap Mu Xuanyin menegur Lin Tian.
Sebagai seorang istri pertama tentu dia memiliki hal yang harus dia lakukan dalam keluarga, seperti menjadi pemimpin wanita Lin Tian yang lain serta menjaga keharmonisan keluarga mereka.
Juga Mu Xuanyin bukan wanita bodoh karena dia pun dapat membedakan mana yang tulus kepada Lin Tian mana yang hanya tertarik dengan kekuasaan Lin Tian.
Lin Tian tersenyum ke arah Mu Xuanyin yang mana dia mengerti, dan dia juga telah menerima Sheng Chu'er dan Lan Jingyi sebagai istrinya.
Apalagi dia tentu merasa bersalah dengan Lan jingyi yang selama ini memberikan waktu untuk membantunya dalam berbagai hal di alam kehancuran selama dia tidak ada, bahkan sekarang pun Lan jingyi masih membantunya sehingga dia dapat beristirahat seperti sekarang.
"Baiklah! mari kita mulai hari ini, sudah lama sekali bukan Sayang?" ucap Lin Tian kepada Mu Xuanyin.
Lin Tian menggerakan tangannya lalu formasi tersebar di sekitar kamarnya tersebut, tanpa ragu lagi Lin Tian akhirnya menggendong Mu Xuanyin ke tempat tidur langsung.
Hari itu Lin Tian dan Mu Xuanyin tidak keluar dari kamar mereka, mereka jelas terus melakukan hal untuk melepaskan rasa rindu mereka di dalam kamar tersebut.
"Hm! formasi?" Bai Yu melihat formasi di depan kamar anaknya ini sedikit tersenyum menggelengkan kepalanya.
Dia yang saat itu ingin membicarakan sesuatu dengan Lin Tian akhirnya memutuskan untuk tidak mengganggu Lin Tian dan Mu Xuanyin yang berada di dalam kamar tersebut.
"Memang enak menjadi muda" ucap Bai Yu sambil berbalik pergi.
__ADS_1
Setelah beberapa jam kemudian, dua wanita cantik juga akan pergi ke kamar Lin Tian untuk mengunjungi keduanya, tapi Lan Jingyi terdiam saat melihat pintu kamar Lin Tian berdiri formasi yang kuat disana.
Fikiran Lan Jingyi jadi tidak karuan karena seperti dia sudah menebak apa yang Lin Tian dan Mu Xuanyin lakukan di dalam, dia hanya terpana sebelum mendengar suara Sheng Chu'er yang membangunkan nya dari kebingungannya.
"Saudari Lan? apa yang saudara Lin lakukan di dalam? kenapa aku merasa ada formasi di depan kamarnya?" tanya Sheng Chu'er.
"Itu... mungkin saudara Lin sedang ada beberapa pembicaraan dengan saudari Mu" jawab Lan Jingyi agak malu.
Sheng Chu'er yang tidak dapat melihat dan seperti wanita polos itu pun mengangguk mengerti, dia tidak curiga atau merasa aneh jika Lin Tian dan Mu Xuanyin sengaja memasang formasi ini agar tidak ada yang mengetahui apa yang mereka bicarakan.
"Aduh! sepertinya Saudari Chu'er masih wanita yang belum tahu semua itu, tapi lebih baik kami pergi dari sini karena jika tidak..." Lan Jingyi malu saat memikirkan apa yang terjadi jika Lin Tian tahu mereka berdua ada disini.
Jadi dia langsung membawa Sheng Chu'er untuk pergi dari depan kamar Lin Tian takut kalau Lin Tian menyadari mereka ada disana, tapi bagaimana bisa Lin Tian tidak tahu kalau keduanya ada disana.
Formasi terbuka dan sebuah tangan energi menangkap keduanya seketika itu, yang langsung menarik mereka masuk ke dalam kamar Lin Tian tersebut.
"Mau kemana kalian?" ucap Lin Tian yang berada di dalam kamar.
"A..aku ada urusan dengan masalah kekaisaran kita jadi aku harus pergi dulu, bisakah aku pergi?" tanya Lan jingyi dengan cemas memandang Lin Tian.
Lin Tian tersenyum melihat kedua wanita yang tampak ketakutan itu, hanya saja Sheng Chu'er masih tidak tahu apa yang terjadi disana.
"Baiklah! jingyi kamu selanjutnya, dan Chu'er akan ku lepaskan kali ini" ucap Lin Tian.
"Tu..tunggu.. saudari Mu? ahh!" panggil Lan jingyi kepada Mu Xuanyin yang terlihat berbaring lemah di kasur, tapi dia pada akhirnya tidak dapat melawan Lin Tian yang membuat dia menjadi pasrah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...