
Tidak masalah ayah! serahkan padaku. saudara, aku serahkan disini kepadamu! Lindungi pria ini apapun yang terjadi" ucap Lin dong kepada dua saudaranya.
"Pasti! pergilah" jawab Lin Diao dengan yakin.
Lin Dong hanya mengangguk lalu menghilang di depan banyak pasang mata yang memandang dia dengan kagum. Mereka tidak menyangka kalau dewa yang mereka anggap lemah ini benar-benar sudah berada di level yang sama dengan para dewa di zaman kuno.
Bahkan beberapa penguasa yang menentang Lin Dong sebelumnya juga ikut kaget dan kagum. Mereka akhirnya sadar kalau sebelumnya Lin Dong telah menahan kekuatannya untuk mereka.
"Ternyata kitalah yang lemah" ucap salah satu dewa penguasa dengan suara lemah.
"Ayahnya saja seperti ini, apalagi anaknya? di tambah dengan kekuatan keluarganya yang lain membuatku tidak tahu apa ranah kaisar langit baru sekarang? mungkin kaisar langit bisa membuat alam langit lebih baik dari sebelumnya" ucap dewa kegalapan dengan lemah. Ucapan dewa kegelapan disetujui oleh semua penguasa yang ada disana, semua yang mereka lihat sekarang menyadarkan mereka kalau masih ada langit di atas langit. Kekuatan yang mereka lihat sekarang bukanlah batasan dari kekuatan itu sendiri.
Keluarga Lin Dong ersenyum bangga mendengar pujian dari setiap penguasa tersebut. Meskipun mereka juga terluka tapi mereka tetap merasa bangga terlebih Ying Huanhuan sebagai ibu Lin Tian sangat bangga dengan anaknya itu.
BOOMM...
"Bai Wutian! apakah kamu masih berani menghentikanku?" ucap naga kecil dengan marah.
"Mari hentikan ini! kekuatanmu memang telah pulih tapi aku juga sama jadi meskipun kita terus bertarung selama bertahun-tahun tidak ada yang akan menang di antara kita".
Bai Wutian yang sadar jika mereka terus bertarung seperti ini tidak akan ada hasilnya. Mereka hanya menyebabkan kehancuran dimanapun merema bertarung jadi lebih baik dia menghentikan pertarungan ini untuk mencegah kehancuran itu.
"Tidak, kamu harus minggir! Bola langit!".
Naga kecil mengeluarkan serangan seperti bola dari mulutnya dan sinar kberearna biru menyerang ke arah Bai Wutian.
Bai Wutian juga tidak menahan dan memgekuarkan serangan yang sama dengan naga kecil yang berwarna berbeda dengan serangan naga kecil. Di saat kedua serangan itu akan bertabrakan, seolah waktu melambat sosok pria muncul di tengah kedua serangan tersebut.
"Tombak melahap, telan untukku!" teriak pria yang tidak lain ada Lin Dong tersebut.
Mengangkat tombaknya, dua lubang hitam yang besar muncul di sisi kiri dan kanan dimana kedua serangan itu akan bertabrakan. Dua lubang hitam itu mengeluarkan tangan hitam besar yang mencoba menahan kedua serangan dari naga kecil dna Bai Wutian tersebut.
BOOMM....
Ledakan keras sekali lagi di ikuti dengan gempa besar terjadi di negeri langit yang membuat banyak rakyat yang tidak tahan jatuh pingsan karena tekanan berlebihan tersebut. Di langit para penguasa yang melihat dua tangan hitam menahan serangan tadi berbenturan menjadi lebih kagum dengan kekuatan Lin Dong.
__ADS_1
Dan baru saja mereka akan memuji Lin dong lagi dalam hati mereka, Lin Dong membalikan tombaknya ke bawah dan seperti mengetuk ujung tombak ke tanah bunyi gentungan kecil di dengar oleh naga kecil dan Bai Wutian.
Saat mereka kaget, mereka hanya melihat dua tangan hitam itu dimana semula hanya menahan serangan mereka malah mencengkram kedua serangan yang mustahil untuk dilakukan. Dan mereka lenih kaget saat melihat tangan hitam itu menarik kedua serangan mereka masuk ke dalam lubang hitam tersebut.
"Teknik telapak tangan hitam, Melahap surga!" ucap Lin Tian dengan mata tenang.
"Tidak! energiku?". Naga kecil langsung mengubah wajahnya merasakan serangan darinya semakin melemah bahkan energi yang dia keluarkan untuk membuat serangan telah menghilang secara perlahan.
"Hm?"
Begitu juga yang di rasakan oleh Bai Wutian, dia tidak menyangka kalau Lin Dong jauh lebih kuat dari apa yang dia bayangkan. Perlahan serangan itu semakin kecil sebelum menghilang di hadapan mata para penguasa yang melihatnya.
Dua tangan hitam setelah merasakan energi menghilang kembali masuk ke dalam lubang hitam itu sebelum menghilang di bawah dua pasang mata ynag tidak percaya dengan apa dilihat mereka.
"Kamu! bagaimana bisa?" tanya Bai Wutian.
"Salah satu teknik melahap yang aku buat menggunakan elemen melahapku. Telapak tangan hitam, melahap surga! dapat melahap seluruh enegi apapun yang ada di langit bahkan jika itu di surga sekalipun" jawab Lin Dong santai.
"Kamu.. Paman Lin?" Naga kecil yang sadar kalau orang di depannya adalah ayah Lin Tian langsung kaget.
Dengan ucapan Lin Dong langsung membuat naga kecil sadar dengan tindakannya. Meskipun Bai Wutian dan yang lainnya berbicara dia tidak akan peduli, tapi jika ada yang menyangkut dengan masalah Lin Tian dia akan berhenti seberapapun dia marah.
"Maafkan aku paman Lin".
"Tidka masalah! sekarang kalian harus tenang karena pria itu datang sedang membantu anakku" ucap Lin Dong drngan serius.
"Apa?".
"Kakak dalam masalah?".
Naga kecil kaget mendengar kalau dewa takdir datang karena Lin Tian dalam masalah langsung cemas. Dia memandang dewa takdir yang tidak bergerak bahkan sedikitpun dari tadi, sekarang dia mengerti kalau orang Ini sedang berusaha untuk mencari keberadaan kakaknya.
"Sial! harusnya bilang jika kakak dalam masalah" ucap naga kecil dengan kesal.
"Jika kami mengatakannyapun kamu tidak akan percaya bukan? apalagi kamu sedang emosi seperti itu tadi" jawab Bai Wutian agak mendesah.
__ADS_1
Naga kecil sadar, memang meskipun dia diberitahu oleh Bai Wutian dia tidak akan percaya karena sudah sangat emosi. Dan jika kalau Lin Dong tidak menghentikan mereka maka dia pun tidak akan percaya juga meskipun di katakan oleh orang-orang di bawah.
"Maaf" ucap naga kecil dengan menyesal menatap Lin Dong, sambil kembali menjadi wujud naga keiclnya yang imut.
"Tidak masalah! sekarang kita harus.."
"Agh!" dewa takdir memuntahkan seteguk darah di saat Lin Dong akan mengatakan sesuatu.
ketiganya kaget melihat dewa takdir muntha darah, mereka langsung mendekatinya dan menanyakan keadaan dewa takdir sekarang.
"Bangsat! apa kau tidak apa-apa? jangan mati sebelum menemukan kakakku" ucap naga kecil dengan tidak sedikitpun sopan santun.
"Mulutmu itu..!" dewa takdir menghela nafas mendengar ucapan yang keluar dari mulut naga kecil.
"Apa yang terjadi?" tanya Lin Dong.
"Aku perlu bantuan kalian, salurkan energiku kepada kalian agar bisa membantu dia keluar dari ruang kacau" ucap Dewa takdir serius.
"Tch!" meskipun tidak mau tapi untuk Lin Tian naga kecil tanpa ragu menyalurkan energinya di ikut dengan Bai Wutian dan juga Lin Dong.
"Ditemukan!" ucap dewa takdir setelah menerima banyak energi dari ketiganya.
"Robek!" ucap dewa takdir merobek ruang yang di depannya.
Swishh...
"Apakah anakku bisa keluar?" tanya Lin Dong yang berhenti menyalurkan Energinya kepada dewa takdir.
"Terus pertahankan energi kalian!" ucap dewa Takdir serius.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1