
Semua dewa penguasa yang tidak menyukai Lin Dong sama-sama menekan Lin Dong. Melihat hal itu keluarga Lin Dong ingin membantu tapi Lin Dong mengangkat tangannya untuk menghentikan mereka.
"Apa? kenapa kalian sangat marah begitu?" tanya Lin Dong masih santai meskipun tekanan bertubi-tubi diberatkan padanya.
"Kenapa? apa kamu tidak sanggup? ayo turun dari kursi itu, dasar penguasa lemah!" ucap pria tersebut dengan keras.
Lin Dong masih diam dan dia tidak bergerak sedikitpun dari tempat duduknya bahkan mereka yang melihat itu merasa kalau Lin Dong sudah tidak tahan dengan tekanan yang mereka berikan padanya.
Hanya Mo Gui dan Zi Yanling tahu kalau para penguasa bodoh ini akan menderita di saat Lin Dong sudah bangun. Lin Dong mirip dengan singa yang tidur, sekali di bangunkan maka akan lebih liar daripada harimau yang bertingkah sombong.
"Masih terlalu lemah! dan ini kalain sebut dengan kekuatan? bahkan anakku lebih kuat dari kalian! jika kalian ingin tahu yang disebut kuat itu seperti ini!" ucap Lin Dong berdiri lalu mengeluarkan tekanan jauh melampaui yang dapat diterima oleh para penguasa disana.
Baam...
"Ugh!"
Semua penguasa yang memberikan tekanan tadi pun langsung jatuh muntahkan darah dengan wajah penuh ketidakpercayaan saat mereka melihat Lin Dong.
"Hei! kalau begitu aku ikut bergabung" ucap Lin Xiao berdiri memberikan tekanan kepada mereka juga. Lin Diao yang selalu diam juga dengan kejam menambah tekanan kepada mereka semua hingga membuat mereka tidak bisa sedikitpun bergerak.
Padahal jika mereka semua tahu kalau Lin Dong dan dua lainnya mengeluarkan kurang dari setengah kekuatan mungkin mereka semua akan lebih baik bunuh diri karena malu oleh sikap sombong mereka tadi.
"Anakku kamu.!" Lin Sang meskipun tidak tertekan tapi dia juga sadar kalau kekuatan Lin Dong sudah jauh melampaui dia dan yang lainnya.
Bahkan Sheng Lien berdiri menatap Menantunya itu dengan tidak percaya. Dia teringat perkataan Lin Dong dulu, mengatakan kalau dia tidak terlalu peduli dengan kekuatan. Sekarang jelas kalau Lin Dong yang selalu diam dan bersikap tenang selama ini, mau menunjukan kekuatannya sepenuhnya itu karena Lin Tian.
"Sepertinya disini sangat ramai" ucap suara yang juga muncul dari pintu masuk.
__ADS_1
Tidak berselang lama semua penguasa yang masih kaget dengan kekuatan Lin Dong berdiri dengan tubuh mereka semakin gemetar saat melihat beberapa sosok yang masuk.
Di tengahnya ada pria yang terlihat masih muda dengan empat sosok yang mengikuti di belakang pria itu. Dan ada empat sosok yang terlihat cukup tua berjalan menigkuti lima sosok itu dari belakang mereka.
"Su..suami?" ucap Bai Yu kaget saat melihat sosok yang tidak lain adalah Bai Wutian.
"Istriku, apa kabarmu selama ini?" tanya Bai Wutian yang berdiri di depan di ikuti dengan Lin Long dan tiga saudaranya yang lain.
"Suami" ucap Bai Yu memeluk pria yang dia cintai itu dengan erat.
"Hei.. Nanti reuninya, disini masih perlu hal penting yang harus kita lakukan" ucap Bai Wutian menepuk lembut punggung istrinya itu.
"Em" Bai Yu terlihat sangat patuh dan kembali berdiri di samping Bai Wutian.
"Salam bibi Bai" ucap Lin Long dan tiga yang lainnya dengan penuh hormat.
Tiga dari mereka sudah di anggap anak bagi Bai Yu dan juga Lin Qi termasuk saudara Lin Tian yang jelas juga di anggap anak oleh Bai Yu semenjak dia tahu kalau ada Qilin yang bergabung dengan alamnya kembali.
"Salam Wanita suci" ucap empat pria yang di belakang mereka.
"Para leluhur masih sehat ini sungguh berkah untuk alam kita".
Bai Yu juga tidak lupa menyapa Empat leluhur binatang suci yang ikut kesana dengan Bai Wutian. Bai Wutian menatap Lin Dong dengan tenang sebelum mengangguk ke arahnya.
"Saudara Bai, silahkan duduk! aku sudah menunggu kedatangan kalian" ucap Lin Dong sambil tersenyum.
"Hahaha! aku tidak berharap bahwa saudara Lin bahkan lebih gila lagi dibandingkan dengan anak angkat istriku" ucap Bai Wutian memuji kekuatan Lin Dong yang sekarang.
__ADS_1
"Itu hanya kebetulan dan juga ini tidak luput berkat anakku" jawab Lin Dong tenang.
Bai Wutian tersenyum lalu duduk di tempat yang kosong bersama dengan yang lainnya. Setelah duduk Bai Wutian tidak berbicara sedikitpun dan hanya menatap ke semua penguasa yang tergeletak di tanah tidak berdaya tersebut.
"Jadi? apakah mereka orang yang berani menentang perintah anak angkatku?" tanya Bai Wutian dengan mata tanpa ekspresi kepada penguasa-penguasa tersebut.
"Begitulah saudara Bai, memurutmu bagaimana kita harus menghadapi mereka?" tanya Lin Dong yang terlihat satu fikiran dengan Bai Wutian.
Zi Yanling dan juga Mo Gui sudah berkeringat dingin melihar dua sosok yang terlihat tersenyum tanpa ekspresi itu. Terlebih Mo Gui yang lebih tahu siapa Bai Wutian sesungguhnya, walaupun itu dia ketahui dari Lin Tian sendiri tapi itu tetap membuat seluruh badannya menggigil saat tahu siapa Bai Wutian.
"Dewa elemen! kamu tidak berhak menghukum kami, karena hanya kaisar langitlah yang berhak menghukum kami. Jadi ku harap kamu tidak melampaui batasanmu meskipun kamu lebih kuat dari kami!" ucap salah satu penguasa.
Dia sudah terlihat sangat marah dan membenci Lin Dong tapi dia juga tahu kalau dirinya harus selamat dari masalah ini dulu sebelum melakukan tindakan selanjutnya. Jadi dia mencoba mencari alasan untuk membuat Lin Dong tidak mempermasalahkan kelakuan dia serta para penguasa sebelumnya.
"Ho? Apa aku tidak memberitahumu kalau anakku telah memberikan hak penuh maslaah negeri langit kepadaku? dan aku juga memiliki token negeri langit sebagai buktinya, bagaimana menurutmu sekarang?"
Wajah para penguasa langsung tegang saat mereka melihat di tangan Lin Dong, sedang asyik mempermainkan sebuah token yang sangat dikenal oleh seluruh para penguasa disana. Wajah penguasa tadi pun sangat jelek bahkan sudah mulai ketakutan saat tahu kalau token negeri langit ada pada Lin Dong.
"Hahaha, ternyata anak angkatku memang tahu apa yang terjadi disini dan memberikan token itu kepadamu bukan saudaraku?" ucap Bai Wutian dengan suara bebas di hadapan para penguasa yang ada disana.
Tiba-tiba setelah ucapan Bai Wutian selesai dia ucapkan wajah para penguasa menjadi lebih dingin. Mereka tanpa sadar memandang Lin Dong dengan wajah ngeri untuk menunggu jawaban Lin Dong.
"Iya! anakku sudah mengetahui hal ini akan terjadi jadi dia memberiku token ini untuk jaga-jaga" jawab Lin Dong tanpa menyembunyikan apapun dari para penguasa tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...