Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
330. Kekonyolan


__ADS_3

Tangan kecil Lang kecil tiba-tiba berhenti tepat di kening jenderal yang sudah berkeringat dingin. Jika suara tuannya terlambat sedikit mungkin dia sudah mati sekarang dan menjadi mayat.


Lang kecil melihat ke arah suara yang datang, tapi dalam sekejap dia merasakan bahaya dari depannya yang membuat dia secara reflek langsung mundur menjauh dari sisi jenderal itu. Lang kecil melihat sosok jubah hitam yang sudah berdiri di depan si jenderal itu.


"Tu..tuan". jenderal menatap malu kepada dewa penghancur, dia sebenarnya tidak menyangka kalau kekuatan orang-orang ini jauh lebih kuat darinya. Itu jelas kecerobohan dirinya sendiri, dan harus membuat tuannya berdiri melindungi dia sekali lagi.


"Mundurlah, orang-orang ini bukanlah lawan kalian!" ucap dewa penghancur dengan suara tenang.


"Iya tuan". semua jenderal mundur menjauh dari dewa penghancur. Mereka mengerti kalau Dewa penghancur ingin bertarung dengan nyaman tanpa harus melindungi mereka saat sedang bertarug.


"Ho? dewa penghancur? aku tidak menyangka kamu begitu peduli dengan bawahanmu" ucap Lang kecil dengan senyum menakutkan dari wujud anjing kecil yang perlahan mengeluarkan aura kuatnya.


"Kamu bukannya penjaga neraka Cerberus? kenapa kamu ada disini?" tanya dewa penghancur menatap Lang kecil.


"Kenapa aku tidak bisa ada disini?".


Pertanyaan balik Lang kecil membuat dewa penghancur sedikit mengerutkan keningnya. Dia memandang ke belakang lalu menatap sosok Lin Tian yang berdiri paling depan. Pria itu begitu tampan, dia juga memiliki ketenangan yang luar biasa, yang pasti dia sudah mengetahui kalau Lin Tian adalah kaisar langit baru di alam langit.


"Aku tidak menyangka kalau kaisar langit akan datang berkunjung ke tempatku, jadi ada keperluan apa kaisar menemuiku?" tanya dewa penghancur menatap Lin Tian dengan serius.


"Ini tidak baik bukan? kalau kamu ingin mempertanyakan seseorang harusnya kamu membuka jubahmu lalu memperlihatkan sopan santun yang baik kepada orang itu, tapi kamu jelas menutup wajahmu yang berarti kamu adalah orang yang tidak sopan". Ucap Lin Tian menatap dewa penghancur dengan tenang.


Dewa penghancur menatap Lin Tian dengan kesal, tangannya juga terkepal erat dengan tingkah sombong Lin Tian kepadanya itu. Lin Tian melihat perubahan dari tubuh dewa penghancur lalu menebak dengan benar sesuatu yang telah lama mengganjal di fikirannya.

__ADS_1


"Hei! aku tidak tahu, apa kamu pernah melihat sosok mayat wanita di istana langit dengan tubuh sudah mengering? lalu ada beberapa tubuh pria dan wanita lainnya yang memiliki nasib yang sama disana. Dan ada juga mayat seorang wanita yang di pelukannya ada bayi, sayangnya keduanya mati dengan menyedihkan di istana itu. huf!" Lin Tia. menghela nafas berpura-pura menceritakan hal yang dia pernah dengar dari Dewa neraka.


Dewa Penghancur entah kenapa tiba-tiba menjadi semakin gelisah, dia semakin menatap Lin Tian dengan mata yang sudah merah. Jelas kalau hal yang dikatakan Lin Tian menyinggung hatinya. Lin Tian yang semakin penasaran dengan dewa penghancur, semakin menjadi-jadi bahkan dia dengan berani mengejek keluarga yang mati di istana itu. Wajah dewa penghancur semakin memerah dan hampir lepas kendali, tapi dia masih mencoba untuk menahan semua itu agar tidak termakan dengan ucapan Lin Tian.


"Hei kakak, orang ini hanyalah anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Jadi, apapun yang kamu katakan tidak akan berguna untuknya! lupakan saja masalah keluarga yang menyedihkan itu, Ais! sungguh keluarg yang malang". ucap Bai kecil menghela nafas.


Dewa penghancur melihat kalau Bai kecil juga ikut berbicara tidak tahan lagi dan langsung tanpa ucapan sedikitpun menyerang ke arah Lin Tian serta yang lainnya. Lin Tian tersenyum dan melangkah maju dengan cepat juga, di sana keduanya bertabrakan dengan keras. Lin Tian sudah beradu pukulan dengan dewa penghancur selama beberapa menit, tapi pukulan mereka bukanlah pukulan yang mampu diterima oleh Dewa penguasa tingkat tinggi biasa.


BOOMM..


"Sungguh kekuatan yang luar biasa, dewa oenghancur! tidak, atau mungkin aku harus memanggilmu putri?". Ucapan Lin Tian sontak membuat Bing Zhao dan yang lainnya terkejut.


"Kamu!"


Dewa penghancur terkejut dengan ucapan Lin Tian, dia tidak mengerti dari mana Lin Tian tahu kalau dia seorang wanita dan juga dia tidak mengerti bagaimana Lin Tian bisa tahu identitas aslinya. Lin Tian hanya menunjuk ke arahnya dengan santai, dewa penghancur tiba-tiba merasakan kepalanya tidak ada lagi yang menutuoi wajahnya.


Lin Tian tersenyum melihat wanita yang ada di depannya itu, setelah itu dia menghilang dan muncul di depan dewa penghancur yang sudah cemas itu.


"A..apa yang ingin kamu lakukan?" tanya dewa penghancur.


"Tergantung dengan penjelasan mu!" ucap Lin Tian membentak dewa penghancur.


"Kenapa kamu yang marah? Aku tidak melakukan apapun yang membuatmu marah bukan?" dewa Penghancur dengan marah juga melawan Lin Tian tanpa takut sedikitpun.

__ADS_1


"Gadis nakal! apa kamu masih bermain kuat di depanku?" tanya Lin Tian dengan senyum dingin.


"Lalu apa? apa kamu berani memukul pantatku? ayo! aku ingin lihat seberapa besar keberanianmy" jawab dewa penghancur, hampir membuat Lang kecil dan yang lainnya membelalakkan matanya menatap semua itu.


Semua bawahan dewa penghancur juga kaget dengan tingkah aneh yang di perlihatkan oleh dewa penghancur itu. Jelas, sikap itu menandakan kalau mereka berdua telah saling kenal, tapi kenapa tuan masih harus berperang dengan alam langit selama ini jika mereka berdua saling kenal?.


"Gadis bodoh! apa kamu fikir aku takut? ayo, perlihatka pantatamu padaku!" ucap Lin Tian kesal yang langsung meraih tangan dewa penghancur lalu menariknya ke pangkuannya sendiri. Setelah itu Lin Tian dengan kejamnya menampar pantat wanita itu tanpa mempedulikan ekspresi aneh dari orang-orang sekitarnya.


"Ah! sakit, lepaskan aku pria mesum!" ucap dewa penghancur yang berusaha melarikan diri dari cengkraman Lin Tian, tapi dia baru sadar kalau Lin Tian telah melampaui dia. Karena dia bahkan tidak dapat melarikan diri dari cengkraman Lin Tian.


"Apa kamu fikir aku akan melepaskanmu? tidak ada kakakmu disini jadi aku benar-benar ingin melihat siapa yang bisa menolongmu!" ucap Lin Tian dengan wajah masih kesal.


Plakkkk...


"Ah! ampun, aku salah".


Dewa Penghancur merintih kesakitan akibat tamparan Lin Tian itu, dan wajah semua orang disana sudah hampir bukan wajah lagi. Mereka tidak menyangka akan menyaksikan kejadian konyol seperti ini antara Lin Tian dan Dewa penghancur, yang adalah tuan mereka sendiri.


"Baiklah! mari bicara berdua dengan baik, jika kamu tidak dapat menjelaskan semuanya aku akan membuat kakakmu menghukummu!" ucap Lin Tian menatap wanita yang sedang dia pangku itu.


"Apa maksudmu kakakku? apakah dia masih hidup?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2