Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
65. Kecemburuan


__ADS_3

Pada akhirnya Pill Lin Tian di jual dengan harga yang sangat tinggi melebihi senjata yang di beli Lin Tian untuk Sheng Chu'er.


"Tuan ini semua hasil dari penjualan tiga Pill anda, dan kami juga sudah memotong untuk pembelian pedang itu juga, kami hanya mengambil lima puluh juta sebagai diskon untuk anda" ucap Manager itu dengan hormat ke arah Lin Tian.


Lin Tian menghasilkan sampai dengan Lima ratus juta kristal dewa tingkat tinggi, dan manager itu hanya mengambil enam puluh juta kristal Dewa tingkat tinggi nya, bisa di anggap manager itu tidak buruk.


"Baiklah! terima kasih kalau begitu, aku akan pergi dulu" ucap Lin Tian.


"Baik tuan!" ucap Manager itu dengan hormat.


Lalu Lin Tian membawa yang lain keluar dari rumah lelang itu, dia pun berencana kembali ke ibukota untuk menunggu hari pembukaan alam rahasia itu tapi...


"Hm? kenapa kamu menghalangi jalan ku?" ucap Lin Tian dengan wajah cemberut melihat pria di depan nya itu.


"Serahkan benda yang kau beli tadi di lelang, jika tidak...!" ucap pria itu dengan marah, tentu dia adalah Anak dari dewa angin yang beradu di lelang dengan Lin Tian.


"Hooo? jika tidak?" ucap Lin Tian dengan wajah tenang.


"Mati!" ucap Pria itu menyerang Lin Tian secara tiba-tiba dengan pedangnya.


CLANG.....!


tiba-tiba sebuah pedang putih muncul menghalangi pedang pria tersebut, dan saat dia melihat siapa itu wajah nya langsung kaget.


"Nona Sheng kenapa kamu menghalangi ku?" ucap Tuan muda Alam angin itu.


"Apakah kamu berfikir aku akan membiarkan mu begitu saja melukai Cucu dari Dewi kehidupan kami?" ucap Sheng Chu'er.


"Apa!" semua orang yang mendengar hal itu kaget, mereka melihat ke arah pemuda yang masih tenang berdiri itu tanpa ada rasa takut sedikitpun.


Mereka tidak menyangka kalau pria itu adalah Cucu dari Dewi kehidupan, bukan kah itu sama saja kalau tuan muda alam angin ini mencari kematian? meskipun Dewi kehidupan jarang keluar dan banyak Orang-orang berfikir dia lemah tapi tidak sedikit yang berfikir kalau dia juga kuat.


Dan sekarang tuan muda alam angin ingin membunuh cucu Dewi kehidupan, juga pantas pria ini sangat marah saat anak dari alam Ying menghina Dewi kehidupan sebelumnya.


"Nona Chu'er! kita kembali, nenek menunggu ku" ucap Lin Tian tenang.


"Baik saudara Tian" ucap Heng Chu'er dengan tenang kembali menyarungkan pedang nya.

__ADS_1


Dia tahu kalau Lin Tian bisa dengan mudah mengalahkan pemuda itu tapi untuk saat ini itu tidak diperlukan karena lebih bagus orang berfikir Lin Tian lemah sampai dia masuk ke alam rahasia.


"Sial!" ucap pria tersebut dengan marah, dia tidak menyangka kalau pemuda itu memiliki status yang juga tinggi di alam ini.


Dan juga dia bisa melihat kalau pedang yang di beli oleh pria tersebut berada di tangan Sheng Chu'er jelas kalau dia merasa Lin Tian membelinya untuk Sheng Chu'er.


"Wanita jalang, dan kau pria sialan! saat alam rahasia terbuka dan itulah saat kematian mu dan untuk mu wanita jalang aku punya hadiah untuk mu nanti" ucap tuan muda alam angin itu.


Dia pun pergi dengan wajah penuh dengan kemarahan, tapi dia tahu tidak dapat berbuat apapun di alam kehidupan ini apalagi ayahnya pernah memeringati dia untuk tidak membuat masalah di sini.


"Ternyata dia adalah cucu dari Dewi kehidupan! apa dia yang harus kita ikuti?" ucap Tuan muda kedua alam kegelapan.


"Tidak! aku dengar pria itu masih memulihkan diri di dalam kolam kehidupan" ucap Wanita Zu.


Mendengar itu tuan muda kedua tersebut mengangguk, dia juga mendengar hal yang sama dari tetua yang mewakili alam nya kesini.


Di istana kehidupan....


Terlihat Lin Tian sedang duduk diam sambil melihat wajah marah nenek nya, dia tidak menyangka kalau hal tentang masalah nya sampai di telinga nenek nya secepat itu.


"Orang-orang ini berfikir kalau aku diam dan aku lemah? sepertinya dia lupa siapa aku" ucap Sheng Lien dengan wajah Menakutkan.


Lin Tian sekarang tahu kalau baik ibu nya dan neneknya sangat mirip saat marah, sama-sama menakutkan tentu bedanya jika itu ibunya pasti semua orang yang membuat dia tidak senang akan menjadi beku.


Kalau neneknya dia belum melihat tapi mungkin lebih dari apa yang di lakukan ibunya sendiri, karena dia tahu wanita yang pendiam seperti nenek nya kalau marah itu akan membuat semua orang panik.


"Ne..nenek bagaiman jika kamu lupakan, aku punya hadiah untukmu" ucap Lin Tian mencoba menenangkan Sheng Lien.


Dia mengeluarkan sebuah kotak berisi Pill dan saat Sheng Lien melihat Pill itu dia tidak tahu apa itu, jadi dia sedikit bingung.


"Nek! ini Pill kecantikan, jika nenek menelan nya wajah nenek akan terlihat cantik, dan juga stamina nenek akan lebih kuat dan berenergi" ucap Lin Tian dengan santai menjelaskan.


"Wah! benarkah? kalau begitu nenek bisa kembali saat-saat nenek masih baru menikah?" tanya Sheng Lien kepada Lin Tian.


"Em! nenek bisa mencobanya setelah menelan Pill itu" ucap Lin Tian dengan santai.


"Ho.. kalau begitu baiklah! nenek akan mencobanya dan besok mungkin kakeku datang, jadi nenek ingin lihat apa yang akan dia katakan besok kepada nenek" ucap Sheng Lien dengan gembira.

__ADS_1


Lalu dia bersiap meninggalkan Lin Tian tapi dia ingat akan sesuatu jadi dia berbalik melihat ke arah Lin Tian dengan senyum manis.


"Oiya, bagaimana menurut mu tentang Sheng Chu'er?" ucap Sheng Lien.


"Hm... dia wanita yang baik dan juga lembut" ucap Lin Tian setelah berfikir sesaat.


"Kalau begitu bagus" ucap Sheng Lien dengan senyum puas dan pergi dari san meninggalkan Lin Tian dalam penuh kebingungan.


"Kenapa nenek terlihat lebih bahagia begitu?" ucap Lin Tian bingung.


"Oh.. kakek ku maafkan aku! ini demi keselamatan alam lain jadi besok semoga kamu bisa bertahan" ucap Lin Tian sambil berfikir tentang kakeknya yang malang.


Di alam es..


"Wachuu...!"


Mu Chao tiba-tiba bersin membuat dia agak aneh, badannya juga sedikit menggigil saat itu.


"Apa yang terjadi? kenapa aku merasa kalau besok adalah hari buruk untukku?" ucap Mu Chao.


Tapi wajah nya pun lupa dan kembali memilih beberapa barang yang akan dia beriman kepada Lin Tian besok dengan bahagia, dan juga dia akan menemui istrinya yang cantik jadi dia harus memilih pakaian yang cocok untuknya.


Setelah satu Minggu lagi berlalu...


BOOMM.....


BOOMM...


Sebuah petir menyambar di langit alam kehidupan, hal itu membuat semua orang-orang yang melihatnya penuh dengan semangat.


"Sudah saatnya kah?" ucap Lin Tian dengan senyum di dalam kamarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2