
Tentu itu di karenakan peti mati itu berisi mayat dari anak keduanya yang telah mati di alam kehidupan sebelumnya, dan makam itu sudah jelas makam tuan muda kedua dari alam angin.
"Letakan peti itu!" teriak dewa angin dengan marah memandang pria tersebut.
"Tidak, tidak, tidak! kamu tahu? kalau anakmu ini adalah sebuah percobaan setengah berhasil dari orang itu, dan ini sangat berguna bagiku walaupun bagi orang itu mayat anakmu tidak berguna lagi" ucap pria bertopeng dengan wajah tenang.
Baginya mayat dari tuan muda kedua adalah sebuah kunci untuk kesuksesan dia dalam melaksanakan rencananya, karena itulah dia datang kesini dan mengambil mayat tuan muda kedua ini.
Walaupun dia tahu kalau bagi kelompok itu mayat tuan muda alam angin ini tidak berguna lagi tapi berbeda bagi dirinya, dia dan kelompok itu meskipun dulu pernah bekerja sama tapi tentu saja bukan teman, karena dia pun juga ingin memusnahkan kelompok tersebut.
"Kamu! jangan sentuh anakku!" teriak dewa angin melemparkan serangan terkuatnya ke arah pria tersebut dengan marah.
Pria bertopeng tersenyum lalu melempar peti mati ke arah serangan pedang angin dari dewa angin itu, yang membuat peti itu pun hancur langsung di bawah serangan dewa angin.
BOOMM..
"Tidak!" melihat peti mati hancur wajah dewa angin ketakutan, bagaimanapun itu adalah mayat anaknya dan dia tidak akan mengizinkan siapapun menyakitinya.
Setelah asap menghilang, dewa angin melihat mayat anaknya yang terbang di samping pria bertopeng itu, dan pria itu tersenyum sambil mengangguk puas melihat mayat tersebut.
"Bagus,bagus..! mayat ini tidak terlalu mengecewakan diriku!" ucap pria bertopeng dengan wajah gembira.
Mayat dari tuan muda kedua ini benar-benar sempurna, apalagi darah yang ada di dalamnya masih utuh tentu saja darah yang dia maksud adalah darah dari monster yang ada di dalam tubuh tuan muda ini.
"Baiklah, aku suka dengan mayat ini! maafkan aku, tapi aku akan pergi" ucap pria itu dengan wajah tersenyum.
Perlahan dia menghilang dari pandangan dewa angin yang marah, menyerang dia dengan membabi buta di segala arah disana tapi semua itu sia-sia.
"Terima kasih untuk mayat anakmu, aku akan kembalikan setelah aku selesai! aku juga memberimu hadiah sebelum pergi, jaga dirimu dewa angin, hahaha" suara pria tawa pria itu membuat api kemarahan di hati dewa angin.
__ADS_1
"Aaaaa! aku pasti akan membunuhmu!" teriak dewa angin dengan marah.
Akibatnya angin topan besar menyelimuti seluruh wilayah alam angin, bahkan hal itu membuat ngeri semua orang yang melihat badai itu, dan mereka tahu kalau dewa angin sedang marah saat ini.
Bahkan dua istri yang telah muncul di belakang dewa angin ikut merasakan kesdihan di hati mereka melihat dewa angin yang marah bercampur sedih, mereka berdua jelas bagaimana perasaan seorang ayah yang bahkan tidak dapat melindungi mayat dari putranya sendiri.
Anak tertua dewa angin pun ikut disana melihat ayahnya yang selalu ceria tapi sekarang sudah terlihat lebih tua dari biasanya, meskipun dia membenci sikap adik keduanya yang telah membunuh adik ketiganya tapi bagaimanapun dia masih adik kandungnya, tentu dia juga merasa marah melihat itu.
"Puff...!"
Tiba-tiba dewa angin memuntahkan seteguk darah karena tidak dapat menahan rasa sakit dan juga kesedihan di hatinya, dia pun jatuh dari langit karena tidak sadarkan diri saat itu.
"Dewa angin!" teriak para tetua keluarga angin.
"Suami!" teriak dua istrinya segera menangkap dewa angin.
"Ayah!" teriak seorang wanita dan juga anak pertama dewa angin saat melihat ayah mereka jatuh dan pingsan itu.
"Racun serangga biru!" ucap tetua pertama melihat perubahan wajah dewa angin.
Wajah semua orang disana langsung menjadi jelek, karena racun serangga biru bukan lah racun biasa bahkan seorang alkimia saint tingkat menengah pun kesulitan untuk menyembuhkan racun tersebut.
Wajah dua istri dan anak dewa angin menjadi sedih dan ketakutan, mereka segera pergi membawa kembali dewa angin ke istana untuk mencoba mencari cara mengobati dewa angin.
......................
Di dalam ruang yang terlihat tenang, sosok pria bertopeng disana terus melewati ruang tersebut dengan wajah tenang dan puas.
Apa yang dia inginkan telah di dapatkan sekarang dia hanya selangkah dari keberhasilan rencananya, melihat ke dalam cincin spacial yang ada di jari tangan telunjuknya, wajah pria bertopeng itu sangat puas.
__ADS_1
"Kamu lihat saja, cepat atau lambat kelompokmu pasti akan Ku musnahkan!" ucap pria bertopeng di dalam hatinya.
Saat dia akan keluarmelewati ruang itu, di depannya dia melihat sosok yang berdiri seperti sedang menunggunya disana, wajah pria bertopeng berubah saat melihat sosok yang berdiri di depan lubang keluar itu.
"Kamu benar-benar bertindak dengan sangat cepat, sesuai dengan prediksiku!" ucap sosok itu dengan senyum di wajahnya.
"Kau! bagaimana bisa ada disini?" ucap pria bertopeng tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Pria itu berambut hitam, dengan bola mata biru di dalam matanya lalu pakaian hitam putih membuat dia terlihat seperti pria yang tampan, tapi jika ada seseorang atau penguasa lain yang ada disana maka pasti para penguasa itu bisa tahu siapa pria itu.
Apalagi jika ada Bai kecil, Lin Tian dan Bai Yu disana, mereka pasti akan cukup terkejut dengan kemiripan pria tersebut, atau mungkin benar-benar hampir mirip hanya mata dan rambutnya saja yang membedakan pria itu.
"Aku? apakah dua alam berfikir aku sudah mati? sayang sekali, apa yang kamu dan kelompok itu rencanakan dulu tidak membunuhku, malah aku yang sekarang sangat penasaran apa tujuan kalian berdua" ucap pria itu dengan senyum di wajahnya.
Mendengar perkataan pria tersebut wajah pria bertopeng menjadi gemetar, dia sangat jelas kekuatan pria di depannya ini dan sekarang bahkan dia pun tidak dapat merasakan apa kekuatan dari pria itu.
"Kau.. apakah sudah mencapai alam itu?" tanya pria bertopeng dengan wajah ketakutan.
"Tentu saja belum, siapa yang dapat mencapai alam itu di dua alam ini? tidak usah banyak bicara, aku ingin kamu mati dulu baru aku akan bicara kepada mayatmu" ucap pria itu.
Dia menyerang pria bertopeng dengan cepat, saat pria bertopeng itu masih dalam ketakutan di hatinya. Dan saat pria bertopeng itu tersadar dia melihat pria itu telah dengan cepat mendekatinya.
Di dengan cepat menggunakan kekuatan penuhnya menangkis serangan pria tersebut, tapi tetap saja hal itu membuat dia terluka parah melebihi saat dia bertarung dengan dewa angin.
"Ugh!" pria bertopeng memuntahkan darah dan terlempar jauh di dalam ruang tersebut.
"Bahkan tidak dapat menahan kurang setengah dari kekuatanku, sayang sekali! kamu tidak ada perkembangan!" ucap pria itu degan sengum di wajahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...