
Lin Tian yang tadi melihat semuanya dari jauh tidak bisa terus melihat kesedihan Sheng Chu'er maka dari itu dia muncul untuk mencoba menghibur Sheng Chu'er.
"Sa.. suami" ucap Sheng Chu'er agak gugup dan mencoba mundur saat melihat Lin Tian mendekatinya.
Sekarang tubuhnya kotor penuh Debu karena latihan tadi jadi dia menghindari Lin Tian agar tidak mengotori pakaian Lin Tian, tapi jelas Lin Tian tidak peduli dengan hal sekecil itu karena dia terus mendekati Sheng Chu'er.
"Su..suami aku masih kotor, bagaimana jika aku kembali dan membersihkan diriku dulu" ucap Sheng Chu'er yang sudah terus mundur dan sampai di ujung puncak itu.
Tapi sebelum Lin Tian akan berbicara Sheng Chu'er tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan jatuh dari puncak bukit itu, Lin Tian juga melompat dan mencoba menangkap Sheng Chu'er.
"Ah...!"
Sheng Chu'er yang tadi bingung dan terus menghindar tidak dapat berfikir jernih dan lupa akan mengaktifkan energinya untuk terbang, Lin Tian berhasil menangkap istri kcilnya itu lalu dengan sengaja Lin Tian dan Sheng Chu'er jatuh ke dalam danau di bawah puncak itu.
BOOMM...
"Uhuk.. uhuk..!" Sheng Chu'er terbatuk karena ada air yang masuk ke dalam mulutnya, Lin Tian hanya mengambang di danau itu bersama Sheng Chu'er.
Dia memandangi wanita yang dia peluk itu dengan penuh kelembutan lalu dia dengan sengaja menjentik hidung manis Sheng Chu'er dengan lembut.
"Aduh!" Sheng Chu'er menutup hidungnya yang di jentik oleh Lin Tian tersebut, Lin Tian yang melihat wajah malu Sheng Chu'er tersenyum manis.
"Apa yang kamu fikirkan? sampai-sampai bisa lupa untuk mengaktifkan energimu sendiri" ucap Lin Tian.
"Maaf." Sheng Chu'er tentu merasa bersalah, dia tentu tidak bermaksud melakukan hal seperti itu tapi tadi dia bingung sesaat karena kemunculan mendadak Lin Tian.
Sheng Chu'er yang masih dalam pelukan Lin Tian tidak berani melihat wajah Lin Tian, dia menundukan kepalanya karena dia tahu kalau dia memang salah tadi.
__ADS_1
"Huf, apa yang kamu fikirkan? ceritakan padaku" ucap Lin Tian dengan lembut.
Sheng Chu'er masih saja diam dan tidak berbicara, dia menundukan kepalanya dan tidak berani melihat Lin Tian secara langsung.
"Istri kecilku, aku suami mu! jika kamu ada masalah maka mari ceritakan padaku" ucap Lin Tian agak keras kepada Sheng Chu'er.
Mata Sheng Chu'er merah dia benar-benar tidak tahu bagaimana cara untuk mengatakannya tapi pada akhirnya dia mengatakan semua hal yang membuat dia sedih dan merasa bersalah kepada Lin Tian, sambil menangis dia memeluk Lin Tian dengan erat di dalam danau itu.
Lin Tian yang mendengarkan keluhan di hati Sheng Chu'er merasa sedih juga, dia tentu tahu apa yang ada di fikiran istri kecilnya ini tapi dia juga hanya ingin istri kecilnya menceritakan semua dengan jujur kepadanya agar tidak membuat dia kecewa saat Lin Tian sendiri yang mengatakannya.
"Hanya itu? kamu tahu aku tidak pernah meminta kalian untuk menjadi kuat, cukup kalian bersama aku itu sudah membuat diriku bahagia! Dan masalah untuk melindungi kalian biarkan aku yang melakukannya, itu sudah tugas ku sebagai kepala keluarga di keluarga kita!" ucap Lin Tian dengan lembut.
Sheng Chu'er tetap tidak bisa menerima hal tersebut karena menurutnya jika dia tidak bisa membantu Lin Tian sama saja dia hanyalah wanita yang tidak berguna.
"Aku hanya tidak ingin tertinggal terlalu jauh dari kalian" ucap Sheng Chu'er dengan sedih.
"Baiklah, mari kita coba besok untuk membantu mu mendapatkan kekuatan roh lagi, dalam sebulan ini aku akan melatih mu sendiri" ucap Lin Tian setelah berfikir beberapa saat.
Awalnya dia akan berangkat setelah tiga hari tapi karena melihat Kesedihan di mata istri kecilnya, Lin Tian membuat keputusan untuk pergi dalam satu bulan setelah mengajari istri kecilnya ini.
"Benarkah?" tanya Sheng Chu'er dengan wajah bersinar, jika Lin Tian mengajarinya mungkin dia bisa memiliki kemajuan dan ada kemungkinan untuk dia mendapatkan roh lagi saat itu.
"Iya, apakah suami mu terlihat seperti berbohong?" tanya Lin Tian dengan senyum.
"Hm! tapi kata kak Xuanyin, suami kadang suka berbohong" jawab Sheng Chu'er dengan polos kepada Lin Tian.
Tentu Lin Tian yang mendengar jawaban Sheng Chu'er mengertikan kening, dia lalu berfikir kalau mungkin Mu Xuanyin telah mengatakan sesuatu yang tidak enak kepada Sheng Chu'er.
__ADS_1
Karena itu Lin Tian memutuskan setelah dia menemukan dua wanita itu maka saat itulah dia menghukum mereka degan agak keras, tentu apa yang di fikirkan Lin Tian Sheng Chu'er tidak tahu.
"Suami, kenapa kita harus mulai besok? kenapa tidak sekarang?" tanya Sheng Chu'er dengan wajah masih polos.
"Tentu saja karena hari ini, istri kecilku harus di hukum dulu karena apa yang dia lakukan tadi" jawab Lin Tian dengan senyum jahat di wajahnya.
"Sua.. suami bagaimana kamu tidak adil begitu? bukankah ada kakak Xuanyin dan Jingyi? pergilah ke mereka aku sudah ter..." belum selesai dia berbicarain Tian sudah mencium bibirnya disana dengan mendadak.
Sheng Chu'er menjadi kaku untuk sementara waktu sebelum dia dengan terpaksa pasrah dengan keadaannya, kemungkinan kalau dua saudarinya telah lari duluan sebelum Lin Tian datang kepada mereka, tentu Sheng Chu'er tahu akan isi fikiran dua saudarinya itu.
"Baiklah, anggap saja bayaran ku untuk melatih mu dalam sebulan ini" ucap Lin Tian menggendong Sheng Chu'er keluar dari danau itu, dan pergi mengarah ke dalam istana dimana kamar mereka berada.
Di dalam sebuah ruang rahasia restoran bayangan, terlihat tiga wanita sedang duduk dengan memasang wajah serius disana, tentu tiga wanita itu adalah Feng Yin, Lan Jingyi dan Mu Xuanyin.
"Saudari Feng, apakah berita ini benar?" tanya Lan jingyi dengan serius.
"Iya, menurut informasi yang di dapat kalau pria bertopeng itu mengambil mayat tuan muda kedua alam angin" jawab Feng Yin yang juga terlihat serius disana, dia bahkan saat mendapat kabar ini sangat terkejut.
Karena butuh keberanian yang luar biasa untuk melawan alam angin sendirian, dan bahkan orang yang mengambil mayat tuan muda kedua itu pun berhasil kabur tanpa luka yang parah di tubuhnya, hal yang terjadi malah sebaliknya.
Yaitu Dewa angin malah terkena racun yang berbahaya dan sekarang nyawanya pun telah terancam begitu seriusnya.
"Huf, ternyata musuh suami kita lebih dari apa yang kita bayangkan" ucap Lan Jingyi menghela nafas berat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...