Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
172. Menemukan hal yang sama lagi


__ADS_3

"Apakah ada yang tahu kemana jembatan ini menuju?" tanya Lin Tian lagi dengan penasaran.


Nan Yong Benar-benar tidak tahu kemana sisi jembatan ini mengarah karena sejak dewa neraka mengkhianati alam langit tidak ada lagi yang tahu, jika ada maka itu hanya kaisar langit, dan empat saudara dari dewa neraka yang berhak tahu masalah jembatan ini.


Jadi sampai sekarang bahkan empat jenderal alam langit pun tidak pernah bisa mengetahui kemana arah lain dari jembatan tersebut, Lin Tian sedikit merasa sedih saat mendengar kalau tidak ada yang tahu kemana tujuan dari sisi lain jembatan tersebut mengarah.


"Hm, baiklah kalau begitu bisakah aku mengetahui bagaimana sifat dan juga cara memimpin dari tiga jenderal muda lainnya dari saudara Nan?" tanya Lin Tian lagi.


"Eh? tentu saja saudaraku, itu tidak masalah karena kamu juga telah menyelamatkan aki dan saudara-saudara yang lain sebelumnya itu hanya sedikit masalah saja untukku" jawab Nan Yong dengan cepat, dia merasa sangat berterima kasih karena Lin Tian datang tepat waktu menyelamatkannya saat itu dan karena dia juga semua saudaranya yang lain masiu bisa di selamatkan walau masih tetap dia kehilangan banyak saudara saat itu.


Nan Yong menjelaskan tentang tiga jenderal lainnya kepada Lin Tian, jenderal muda dari keluarga Bei adalah seorang kultivator dewa penguasa tingkat rendah tahap puncak dan dia bisa di bilang berada di atas Nan Yong, namanya Bei We anak laki-laki satu-satunya dari Jenderal Bei.


Di kota yang sedang di jaga oleh Bei We memiliki Beberapa orang jenderal tingkat tinggi yang mendukungnya, dengan bawahannya juga memiliki banyak orang-orang di dewa penguasa tingkat rendah saat ini.


Sedangkan dua lainnya jenderal muda Dong Tu dan jenderal wanita Zao Bi yang sama-sama kuat di dewa penguasa tingkat menengah tahap rendah saat ini, dan pasukan mereka juga tidak kalah kuatnya dengan jenderal muda Bei bahkan lebih kuat.


Tapi berbeda dengan keluarga Nan, mereka adalah orang pertama yang mengirim pasukan dan keluarga pertama yang banyak kehilangan sebelum datangnya bantuan dari tiga jenderal lainnya. Bahkan sekarang yang tidak di ketahui oleh orang lain adalah beberapa jenderal tingkat tinggi yang sebanding dengan dewa penguasa tingkat tinggi sedang terluka parah sekarang.


"Bagaimana bisa dewa penguasa tingkat tinggi terluka parah? mereka paling banyak hanya dewa surgawi!" teriak Lin Tian kaget.


"Itu..." wajah Nan Yong tidak sedikitpun baik sekarang saat dia mengingat kejadian yang terjadi satu bulan yang lalu, dan karena hal itu pula banyak dewa penguasa tingkat menengah, dan tinggi mereka terluka.

__ADS_1


Sebenarnya di antara para jenderal tidak ada pasukan yang paling lemah karena ke empatnya benar-benar sama kuatnya dalam hal kekuatan tapi sekarang karena banyaknya pasukan yang mati saat pertama datang kesini jadi membuat kekuatan di bagian timur berkurang.


"Sebenarnya jika para dewa penguasa tingkat menengah dan tinggi dari keluarga Nan kami tidak terluka maka ini tidak akan terjadi" ucap Nan Yong sangat sedih.


Jika para jenderal tingkat rendah, menengah dan tinggi tidak terluka maka mereka pasti tidak akan kerepotan lalu memakan banyak korban dari sisi mereka, penyerangan oleh orang berjubah hitam satu bulan yang lalulah membuat bagian timur menjadi lemah.


"Racun lagi? seperti apa gejalanya?" tanya Lin Tian benar-benar tidak berfikir kalau disini kelompok itu akan muncul, meskipun belum pasti apakah di kelompok yang sama tapi Lin Tian yakin kalau kelompok ini sama dengan yang menyerang dewa angin sebelumnya.


"Ayahku mengirimkan lebih dari lima puluh jenderal tingkat tinggi kesini tapi semuanya di racuni oleh orang-orang itu, jika saudara ingin melihatnya dan bisa membantuku maka aku benar-benar berterima kasih kepada saudara" ucap Nan Yong dengan wajah penuh harapan.


"Aku ingin melihat gejalanya dulu jika itu benar racun yang sedang aku fikirkan maka aku bisa membantumu" ucap Lin Tian dengan pasti.


Keduanya pergi ke tempat dimana para jenderal tingkat tinggi terbaring lemah, saat Lin Tian masuk pun dia dapat melihat kalau gejala yang di timbulkan oleh racunnya kemungkinan sama dengan yang membuat dewa angin terbaring lemah sekarang.


"Tuan muda? kamu masih disini? kamu harus kembali ke negeri langit jangan berada disini karena anda adalah generasi penerus kekuarga Nan kita" ucap seorang pria setengah baya yang bila Lin Tian rasakak dia lah yang terkuat disana, karena itulah dia masih bisa sadar untuk saat ini.


"Paman Yun aku tidak akan meninggalkan kalian, aku adalah jenderal muda dan jika ada saat aku meninggalkan kalian iya itu hanya di Medan perang" jawab Nan Yong dengan wajah sedih memandangi pria paruh baya yang terbaring lemah itu.


Dia adalah jenderal yang berada di bawah ayahnya dan jenderal Yun juga adalah orang yang selama ini selalu melindungi serta mengajarkan dia banyak hal tentang dunia ini, karena itulah bagi Nan Yong pria yang di sebut paman yun ini sudah seperti ayah kedua baginya.


"Uhuk..uhuk! Yong'er, kami harus mengerti keadaan kita benar-benar sudah semakin parah! berbeda dengan tiga tempat lainnya yang masih memiliki kekuatan lebih dari kita" jawab Jenderal Yun dengan serius.

__ADS_1


Nan Yong tidak menjawab dia hanya diam sambil mengepalkan tangannya karena marah, dia tahu kalau keadaan alam bawah sudah semakin parah apalagi sejak satu bulan yang lalu di tambah hari ini dia melihat sendiri monster darah raksasa ynag kekuatannya lebih kuat dari yang sebelumnya.


"Saudara Tian, bisakah mereka di sembuhkan?" tanya Nan Yong dengan penuh harap kepada Lin Tian.


"Tentu saja, aku kebetulan seorang alkimia master dan aku pernah mendengar tentang racun ini juga jadi tidak masalah untuk menyembuhkan mereka semua" jawab Lin Tian yang telah memastikan kalau semuanya terkena racun serangga biru.


"Bagus! kalau begitu kapan saudara Tian bisa menyembuhkan mereka?" tanya Nan Yong.


"Sebenarnya bisa sekarang tapi..." Lin Tian lalu tersenyum dan melihat ke arah lain yang tidak jauh dari tempat itu.


"Tapi apa?" tanya Nan Yong tidak sabar.


"Mari bersihkan beberapa serangga dulu" jawab Lin Tian, mendengar perkataan Lin Tian wajah Nan Yong berubah serius dia tentu mengerti dan juga merasakan hal sama dengan Lin Tian.


Lin Tian memegang pundak Nan Yong lalu menghilang bersamanya disana tepat di depan jenderal Yun yang akan bicara tapi mereka berdua sudah hilang duluan.


"Siapa pemuda itu?" fikir Jendral Yun dengan serius.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2