
Semua berfikiran sama dengan jenderal muda itu, entah kenapa mereka bingung dengan niat terburu-buru dari dewa laut darah yang ingin menjadi kaisar langit.
Setau mereka, meskipun dewa laut menjadi penguasa negeri langitpun dia tidak akan pernah bisa menjadi kaisar langit yang asli seperti kaisar langit sebelumnya. Itu di karenakan kaisar langit yang sebenarnya harus bisa masuk ke dalam pintu istana langit dimana selama ini pintu itu tidak ada yang bisa membukanya.
Hanya seseorang yang benar-benar menerima atau menjadi penerus kaisar langit dapat masuk ke dalamnya dan melihat apa yang ada di dalam istana itu.
"Jangan fikirkan itu sekarang, kita harus memikirkan apa yang harus kita lakukan untuk membantu alam langit" ucap dewa angin.
"Kaisar tidak ada disini, dan kita juga tidak bisa bertindak seenaknya tanpa perintah" ucap Jenderal Nan Mo dengan serius, dia tidak akan membiarkan orang-orang ini bertindak sesuka hatinya selama Lin Tian tidak ada.
Bahkan jika disini sekarang mereka meminta kembali dulu untuk membantu peperangan di negeri langit dia akan mencoba yang terbaik menghalangi mereka semua.
"Kami mengerti itu, sebenarnya kaisar sudah tahu kalau akan ada masalah besar terjadi di alam langit maka dari itu dia memerintahkan aku untuk mengirimkan pesan kepadanya jika ada sesuatu yang terjadi di alam langit" ucap dewa angin, dia tentu mengerti apa yang ingin di lakukan oleh jenderal Nan Mo.
Karena dia juga berfikiran sama dengan Jenderal Nan Mo selama Lin Tian tidak memberi dia perintah dewa angin tidak akan mengirimkan pasukan ke alam langit, sebenarnya dia sudah mengirimkan pesan kepada Lin Tian tapi anehnya tidak satupun pesan yang dia kirim di jawab oleh Lin Tian.
Dan sekarang dia lebih mencemaskan keadaan Lin Tian yang tidak kunjung kembali ke ibukota sampai saat ini, jadi alasan lain dia mengumpulkan mereka juga membahas masalah Lin Tian juga.
"Apa Kaisar sudah membalas pesan itu?" tanya jenderal yang lain kepada dewa angin.
Dewa angin hanya bisa menggelengkan kepala sebagai jawaban, melihat dewa angin menggelengkan kepalanya membuat semua yang ada disana merasa cemas dan juga gugup. Jika kaisar semakin lama memberikan perintah kepada mereka maka semakin parah alam langit akan berdampak akibat perang itu.
"Apa yang terjadi dengan kaisar langit? apa dia terjebak di jembatan takdir?" tanya tetua yang ada disana dengan wajah cemas.
__ADS_1
"Haaa! kalian tenang saja, kakak masih baik-baik saja" ucap Bai kecil yang entah darimana muncul di hadapan mereka semua.
"Salam kaisar harimau".
Semuanya berdiri dan memberi hormat kepada Bai kecil, mereka sudah tahu siapa kucing kecil ini sebenarnya dan bisa di pastikan jika Bai kecil adalah saudara dari kaisar mereka. Jika mereka fikirkan Bai kecil bisa di bilang pemimpin kedua selama Lin Tian tidak ada, karena dari apa yang mereka dengar baik Lin Tian dan Bai kecil selalu bersama untuk melakukan apapun kecuali kenakalan Bai kecil yang belum mereka ketahui sampai sekarang.
"Tidak perlu sopan denganku! katakan apa yang terjadi sampai kalian cemas tidak jelas seperti itu?" tanya Bai kecil, dia baru kembali dari tempat bermainnya dan tentu berencana untuk mencari mangsa baru tapi saat dia mendengar kalau semua orang berkumpul disini, dia pun menjadi mengubah arah perjalanannya yang dari timur ke barat.
Dewa angin menceritakan informasi yang ia dapat dari jenderal Zao dan dewa kegelapan, mendengar itu Bai kecil menjadi Dian dan dia langsung mengambil wujud manusianya di hadapan semua orang disana.
Sambil berjalan ke tempat Lin Tian duduk, dia terus memikirkan sesuatu di fikirannya lalu barulah dia duduk di tahta alam bawah dengan pandangan serius menatap semua yang ada disana.
"Aku ingin menanyakan satu hal kepada kalian, dan aku ingin kalian semua jujur" Ucap Bai kecil dengan wajah tenangnya.
Semua yang ada disana seketika itu langsung diam, mereka terkejut dengan pertanyaan yang di berikan oleh Lin Tian itu dan bukan mereka tidak mengerti apa yang sedang di katakan oleh Bai kecil meskipun pertanyaan Bai kecil akan terlihat bodoh tapi mereka adalah orang-orang yang sudah lama hidup jadi mereka lebih paham apa maksud pertanyaan Bai kecil itu.
"Tentu kalian paham apa maksudku bukan?".
"Kaisar Harimau, aku akan selalu mengikuti kaisar tidak peduli dia kaisar atau siapapun tapi dia orang yang membantuku membalas dendam atas anakku, dan dia juga yang telah menyembuhkan diriku saat aku di racuni, jadi aku akan mengikuti Kaisar tidak Kaisar Lin Tian!" jawab dewa angin dengan tulus kepada Bai kecil .
Melihat betapa jujurnya dewa angin semua orang yang ada disana terdiam, jelas kalau dewa angin memilih mengikuti Lin Tian bukan Lin Tian yang menjadi seorang kaisar.
"Dia sepupuku, tentu aku dan alam es selalu berada di sisinya" ucap Mu Jing'er sambil tersenyum.
__ADS_1
"Dia adalah adik dari pria yang aku cintai jadi aku sebagai kakaknya tentu harus melindungi adik ipar ku, jadi tentu aku juga akan mengikutinya, dan perkataanku juga sama dengan niat alam tombak serta alam bintang." ucap Xing Xing'er mengedipkan matanya ke arah Mu Jing'er.
"Hais, aku sudah tua dan sedikit tidak mengerti apa yang anda maksud tapi yang jelas aku disini untuk mengikuti tuan muda kami bukan kaisar langit, jadi tentu aku akan mengikuti Perintah tuan muda kami" jawab tetua kedua dari alam elemen, sejak Lin Guang tidak ada dialah yang mengambil alih pengaturan pasukan dari alam elemen.
"Dia keponakan kecil kami, jadi Bai kecil jangan fikirkan hal lain untuk kami! katakan saja apa yang harus kami lakukan maka alam kehidupan siap membantumu dan juga keponakan kecil kami itu" ucap Sheng Mi menatap Bai kecil dengan senyum percaya dirinya.
Setelah hal itu satu persatu dari mereka bahkan tiga keluarga jenderal negeri langit memberikan keyakinan mereka kalau yang mereka ikut adalah Lin Tian bukan kaisar langit, walau tiga keluarga itu tidak bisa berjanji untuk mewakili keluarga mereka tapi menurut Bai kecil sepertinya ini cukup bagus.
"Bagus! aku menyukai gaya kalian, maka dengan begitu aku bisa sedikit lega dengan rencana yang telah aku buat" ucap Bai kecil berdiri sambil tersenyum ke arah mereka dengan senang.
"Apakah kaisar harimau telah memiliki rencana untuk masalah ini?" tanya dewa angin.
"Tentu saja, menurutmu aku tidak sepintar kakakku? hei.. asalkan kalian tahu yah, akulah orang yang selalu mengajari kakak tentang taktik dan strategi" jawab Bai kecil dengan bangga.
"Hoo, kalau begitu apa rencananya?" tanya Jenderal Nan Mo.
"Tentu saja siapkan pasukan, berangkat datang dan bunuh semua pengkhianat itu" jawab Bai kecil dengan tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1