
"Aku tidak tahu, tapi aku akan tetap mencoba mencari sisa-sisa dari zamanku dulu untuk menemukan petunjuk" jawab Bai Wutian dengan tenang.
"Apakah paman Bai membutuhkan bantuan kami?" tanya Lin Tian.
Bai Wutian menggelengkan kepalanya, baik Lin Tian maupun Bai kecil tidak akan bisa melakukan seperti apa yang dia lakukan sekarang, apalagi keluar dari alam langit ini itu tidak mungkin untuk mereka hanya dia saja yang dapat melakukan bolak balik memecah ruang disini.
Jika ada maka hanya dua orang lagi yang bisa melakukannya tapi satu di antara mereka telah kehilangan kekuatan masa lalunya dan satu lagi telah terikat janji untuk menjaga pintu.
"Paman, apakah kamu sudah mencapai kultivasi yang lebih dari dewa penguasa tingkat tinggi?" tanya Lin Tian dengan penasaran.
"Oh! kultivasi yang lebih tinggikah? sebenarnya apa yang kalian fikirkan tentang kultivasi di luar dewa penguasa itu adalah kultivasi yang sama dengan delapan dewa Dewi asli atau itu adalah tingkatan dari seorang dewa yang sesungguhnya" jawab Bai Wutian atas pertanyaan Lin Tian.
"Tapi sebenarnya tidak ada batas dari kultivasi di hidup kita ini, karena semakin tinggi kekuatan kita maka semakin tinggi juga keinginan kita dalam mencari kekuatan yang tiada akhir itu" tambah Bai Wutian.
Mendengar ucapan serta penjelasan Bai Wutian yang singkat itu, Bai kecil dan Lin Tian mengerti dengan jelas apa yang terjadi jika seseorang benar-benar gila dalam mencari kekuatan yagn lebih tinggi. Mungkin untuk mereka melakukan peperangan, pengorbanan, pembunuhan bahkan percobaan seperti yang di lakukan oleh jenderal Dong.
"Jalan kultivasi itu tiada akhir, benar dan salah itu kita yang menentukannya. Untuk apa kekuatan itu digunakan juga hanya kita yang bisa menentukannya, jadi dayunglah perahu kecil kalian dengan pelan tapi pasti tujuannya daripada kalian dayung perahu kalian dengan cepat tapi tujuan tidak tahu kemana arah dari tujuan kalian yang membuat kalian pada akhirnya tenggelam ke dasar lautan" ucap Bai Wutian seperti sedang mengingatkan Bai kecil dan Lin Tian.
"Aku mengerti ayah".
"Aku mengerti nasehat paman Bai".
Keduanya langsung mengerti apa yang ingin di katakan Bai Wutian kepada mereka, melihat keduanya mengerti Bai Wutian cukup puas lalu dia menjetikan empat cahaya putih ke arah yang berbeda.
__ADS_1
Lalu dari empat jembatan yang masih di penuhi kabut darah setelah cahaya putih itu datang membuat kabur darah benar-benar menghilang sepenuhnya, lalu jembatan itupun terlihat seperti jembatan biasa.
"Aku telah melakukan tugasku disini, dengan begini alam bawah akan tetap berjalan sesuai prinsipnya lagi setelah ini" ucap Bai Wutian.
"Paman, bisakah kamu membuka formasi yang menutupi alam bawah ini?" tanya Lin Tian.
"Tentu, tapi apakah kamu yakin inign aku membukanya sekarang? bukankah kamu juga bisa?" jawab Bai Wutian.
Lin Tian terdiam dengan pertanyaan Bai Wutian, memang dia agak ragu dalam membuka alam bawah ini kembali karena ada beberapa alasan yang membuat dia masih ragu membuat keputusan tersebut.
"Kakak, lebih baik untuk sementara kita tidak membuka alam bawah dulu dan meskipun ayah tidak ada kita masih bisa membukanya nanti setelah alam bawah kembali seperti semula" ucap Bai kecil.
Lin Tian mengerti dengan perkataan Bai kecil, akhirnya dia tidak jadi meminta Bai Wutian untuk membuka alam bawah, setelah mereka yakin tidak ada lagi yang ingin dibicarakan Bai Wutian membuat portal di belakangnya.
Lin Tian dan Bai kecil mengangguk, setelah itu Bai Wutian akhirnya tersenyum puas dengan semuanya karena dia telah bertemu lagi dengan anaknya bahkan mengobrol untuk sementara waktu dengan anaknya itu.
"Jika kamu tidak sibuk, maka cobalah untuk pergi ke seberang dari jembatan takdir itu! mungkin kamu bisa menemukan sesuatu yang dapat membantumu menguasai alam langit nantinya" ucap Bai Wutian sebelum portal atau lubang hitam itu menghilang sepenuhnya dari hadapan Bai kecil dan Lin Tian.
"Ke ujung dari jembatan itu? sebaiknya aku juga kesana untuk melihat-lihat" fikir Bai kecil memutuskan untuk pergi ke jembatan itu, sebenarnya dia juga ingin tahu apa yang ada disana dan juga bagaimana jembatan takdir itu berfungsi dalam keadaan normalnya.
Setelah Bai Wutian pergi Bai kecil dan Lin Tian muncul di hadapan Lin Guang serta yang lainnya, Bai kecil yang telah kembali menjadi pemalas berubah menjadi bentuk kucing lalu duduk di atas kepala Lin Tian lagi.
Lin Tian lalu memandang jenderal Dong yang terlihat sekarat, jenderal Dong juga memandang Lin Tian dengan wajah tenang. Tidak ada rasa penyesalan dengan apa yang dia lakukan bahkan di matanya pun tidak ada rasa takut saat memandang Lin Tian.
__ADS_1
"Aku akan menjelaskan sesuatu kepadamu, mungkin akan membantu dirimu suatu saat nanti memecahkan masalah alam langit ini. Walaupun aku tahu orang tadi telah mengatakan banyak hal kepada kalian" ucap jenderal Dong.
Tanpa menunggu jawaban dari Lin Tian dia menjelaskan semua yang terjadi dulu, bagaimana dia bekerja sama dengan orang misterius untuk membunuh kaisar langit dan melakukan banyak hal agar bisa duduk di kursi kaisar langit.
Sayangnya semua yang dia lakukan gagal, lalu karena tujuan dia dan orang misterius itu berbeda maka dia memilih berpisah dan menjalankan rencananya sendiri saat itu. Apa yang tidak dia sangka setelau selama ini dia merencanakan semuanya dan hampir saja dia berhasil tapi malah di hancurkan dalam sekejap oleh Lin Tian dan yang lainnya.
"Apakah hanya itu? dan juga kenapa aku harus percaya denganmu?" tanya Lin Tian.
"Kami tidak perlu percaya padaku, tapi ada satu hal lagi yang harus kalian tahu terkait kematian dari seluruh keluarga Tian" ucap jenderal Dong.
"Bukankah itu ulahmu?" tanya Dewa angin dengan wajah tidak senang.
"Tidak! bahkan aku pun tidak pernah berencana untuk membunuh seluruh keluarga kaisar langit! tujuanku hanya ingin membunuh kaisar langit lalu mengambil alih kekuasannya dan tidak ada sedikitpun rencanaku untuk menghancurkan keluarga Tian!" jawab Jenderal Dong dengan serius.
"Maksud kamu adalah kamu pun tidak tahu kenapa keluarga Tian di hancurkan?" tanya Dewa angin lagi yang bahkan terkejut, dia bisa yakin kalau jenderal Dong tidak berbohong kepadanya dari ekspresi seriusnya itu.
"Aku mungkin tahu siapa pelakunya tapi apa tujuannya aku tidak tahu, karena saat itu aku tidak lagi bekerja sama dengannya apalagi saat aku melihat sendiri mayat Permaisuri, selir dan anak-anak kaisar langit merasakan ada yang janggal dengan kematian tidak wajar mereka" jelas Jenderal Dong dengan serius, bahkan dia sendiri tidak mengerti kenapa orang itu juga membunuh seluruh keluarga Tian saat itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1