
"Datang juga ternyata!" ucap Bai kecil berdiri memandang cahaya putih yang muncul di langit.
Dewi bunga juga berdiri setelah mendengar suara yang memanggil dia kakak ipar itu, dan perlahan cahaya itu berubah menjadi sosok pria muda yang tampan melihat sosok yang muncul itu Dewi bunga tersenyum.
Karena sosok itu adalah Lin Tian yang sebelumnya pergi dari alam kehancuran dengan sembunyi-sembunyi dari ketiga wanitanya, dan kebetulan selama beberapa hari ini dia pergi ke beberapa alam untuk melihat situasi di alam tersebut.
Dan juga karena dia tiba-tiba tidak bisa menahan kekuatannya lagi yang membuat dia akhirnya maju ke alam dewa penguasa tingkat menengah secara mendadak dalam beberapa hari ini, itulah sebabnya dia terlambat ke alam bunga untuk menemui Bai kecil.
"Apa yang di katakan Bai kecil tentang ayahku itu sebenarnya ada benar dan ada salahnya saudari, jadi itu tergantung orang lain untuk menilai apakah yang di lakukan ayah dan keluarga ku itu benar atau tidak" ucap Lin Tian sambil tersenyum kepada Dewi bunga.
"Aku mengerti, hanya aku kaget betapa kuatnya dewa elemen saat itu pantas saja dia bisa mempunyai anak seperti mu sekarang" jawab Dewi bunga.
Lin Tian tidak menjawab memang benar semua kekuatannya murni dari ayah dan ibunya, dan dia lahir juga berkat ayah serta ibunya jadi dia sangat menghormati mereka sebagai orang tuanya.
"Apakah sudah saatnya bermain?" tanya Bai kecil.
"Iya, saatnya berkunjung ke beberapa tempat dan bermain" jawab Lin Tian santai memandang Bai kecil.
Mungkin jika orang lain yang tidak mengerti mereka maka akan berfikiran kalau keduanya mau bermain atau melakukan sesuatu hal yang tidak serius, tapi satu hal yang di ketahui oleh orang-orang yang mengenal Lin Tian dan Bai kecil.
Di saat mereka bersama maka kemungkinan mereka akan melakukan sesuatu yang melebihi dari perkiraan orang lain saat itu, bahkan mungkin mereka tidak akan menduga apa yang telah di rencanakan keduanya secara diam-diam.
Seperti sekarang meskipun Dewi bunga mengerti kemana keduanya pergi tapi dia benar-benar tidak dapat mengerti apa yang akan di lakukan oleh suaminya dan juga Lin Tian di alam bawah setelah semua yang terjadi disana.
"Apakah kita perlu ke alam angin dulu?" tanya Bai kecil.
"Tidak perlu! mereka orang yang setia kita membutuhkan mereka nanti." jawab Lin Tian dengan santai.
__ADS_1
Bai kecil mengangguk dia lalu perlahan menjadi cahaya menuju ke atas kepala Lin Tian, perlahan sosok mungil kecil duduk dengan mulus di kepala Lin Tian.
"Saudara ipar jika kamu pergi ke dalam pertemuan itu nanti katakan kalau kamu tidak pernah melihatku! dan juga bantu aku untuk sedikit memojokan dewa kegelapan!" ucap Lin Tian kepada Dewi bunga.
"Baiklah, aku akan membantu alammu di saat pertemuan itu!" ucap Dewi bunga dengan tenang.
Lin Tian mengangguk lalu dia perlahan mengeluarkan sebuah token yang di berikan oleh jenderal Zao kepadanya dulu, dia memberikan energi kepada token itu dan lubang hitam muncul di hadapan Lin Tian.
"Baiklah, saudari ipar jaga dirimu! kami pergi dulu" ucap Lin Tian lalu masuk ke dalam lubang hitam itu bersama dengan Bai kecil yang seperti tertidur di kepalanya.
"Berhati-hatilah terhadap dewa laut darah dan juga empat jenderal!" ucap Bai kecil sebelum dia dan Lin Tian menghilang.
Saat Dewi bunga mendengarkan peringatan Bai kecil wajahnya menjadi serius dancdia kebingungan apa yang di maksud Bai kecil dengan berhati-hati terhadap dewa laut darah? apakah dia termasuk dalam kelompok yang sama dengan empat jenderal?, saat dia memikirkannya tidak ada satu hal pun yang dapat dia temukan untuk jawabannya.
"Aku hanya harus mencoba untuk berhati-hati bila waktunya tiba, karena suamiku dan saudaranya tidak akan mengatakan sesuatu yang salah selama ini" ucap Dewi bunga setelah memikirkan semua tindakan dan juga kelakuan aneh dari Lin Tian dan Bai kecil selama ini.
"Kakak, apakah kita langsung ke tempat inti dari cermin reinkarnasi atau jalan-jalan dulu?" tanya Bai kecil.
"Mari kita melihat situasi di dunia bawah dulu!" ucap Lin Tian memasang topeng wajahnya dan mengubah wajahnya menjadi sedikit lebih tua.
Bai kecil yang mendengar perkataan Lin Tian mengangguk dan melanjutkan tidur di atas kepala Lin Tian selama masih dalam lorong ruang menuju alam bawah itu.
"Kak, apakah naga kecil sehat selama ini?" tanya Bai kecil.
"Ehem, sehat tapi tidak lebih baik darimu jika sekarang" jawab Lin Tian dengan agak kaku.
Dia dan Bai Yu sudah meminta naga kecil untuk tinggal di kamarnya setelah dia pergi dan dia tahu sekarang kalau naga kecil kemungkinan sedang di kejar oleh ketiga istrinya dengan wajah kesal, dan juga ini pertama kalinya dia menjebak naga kecil sejak dia bertemu dan menjadi saudara dengannya.
__ADS_1
"Hm? orang itu hidup dengan baik di saat aku benar-benar tersiksa" ucap Bai kecil kesal.
"Ehem! apa kamu mau menggantikan dia sekarang?" ucap Lin Tian secara tiba-tiba.
"Hm?" melihat wajah Lin Tian yang agak kaku Bai kecil seperti mengetahui sesuatu, lalu perlahan dia tertawa di sana karena sadar kalau sekarang mungkin naga kecil telah jatuh ke jebakan Lin Tian dan ibunya.
"Hahaha, kakak aku mengerti sekarang! jadi kamu menjadikan naga kecil kambing hitam? hahaha, sungguh naga yang malang, aku tidak tahu kakak ipar Mu akan melakukan apa padanya, setidaknya mungkin dia menjadi Sop daging naga" ucap Bai kecil tertawa senang dan bahagia.
Kenapa dia tidak senang setelah semua saat dia di gantung oleh Mu Xuanyin bersama dengan tiga saudaranya yang lain, naga kecil itu berhasil kabur yang membuat Bai kecil ingin menghukumnya sayangnya dia di bawa oleh Dewi bunga kembali ke alam bunga dengan paksa dan menerima hukuman disana.
"Iya, aku hanya bisa berdoa kalau dia masih akan hidup sampai kita kembali" ucap Lin Tian dengan berharap.
"Kakak, sebentar lagi kita akan keluar! coba kamu gunakan energi kematian mu dan sembunyikan nafas kehidupan mu setelah kita masuk ke alam bawah!" ucap Bai kecil tiba-tiba saat di merasakan kalau mereka akhirnya akan sampai di alam bawah.
"Iya, aku mengerti" jawab Lin Tian lalu dia menyembunyikan energi kehidupan serta nafasnya, dan mengubahnya menjadi energi kematian.
"Baiklah, kita harus berhati-hati setelah masuk kak" ucap Bai kecil.
"Iya!"
Swish...
Perlahan Lin Tian keluar dari lorong ruang itu dan dia melihat penampakan tanah merah yang semuanya berbeda dengan alam yang ada di alam langit, dimana dia berada hanya ada tanah merah dan berbagai lava atau lahar yang luar biasa panasnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...