
Lin Dong melihat Lin Tian tidak lagi memiliki mata hatinya terasa sakit. Ia sangat ingin menghancurkan raksasa emas itu dan mengambil mata raksasa itu untuk anaknya.
"Ho? jadi kamu Lin Tian?" tanya raksasa emas menatap Lin Tian dengan senyum dingin.
"Iya? apakah ada masalah?" tanya Lin Tian mendengar suara raksasa.
"Hahaha, tidak! aku hanya ingin kamu pergi ke pintu surgawi menerima warisanku. Tapi orang yang aku perintahkan untuk menjemputmu malah di hadang oleh orang-orang bodoh ini, jadi menurutmu apa yang harus aku lakukan untuk mereka?".
"Oh! ada apa Sang pencipta sampai ingin membawaku ke pintu surgawi? apakah ada sesuatu di dalam yang sangat menarik untukku? jika tidak ada mungkin aku minta maaf tidak bisa mengikutimu" jawab Lin Tian santai.
"Tenang saja, kamu akan puas saat berada di dalamnya nanti" jawab Raksasa emas itu.
"Kalau begitu, aku ikut denganmu!" Lin Tian langsung setuju dengan raksasa emas tanpa ragu sedikitpun.
Lin Dong dan yang lainnya agak tidak dapat bertahan tapi mereka mengerti kalau Lin Tian memiliki rencananya sendiri untuk mengikuti Raksasa emas pergi ke pintu surgawi tersebut. Lin Tian menepuk pundak Mu Xuanyin pelan, dia mengerti kalau Mu Xuanyin mengkhawatirkan keadaannya.
"Hahaha, kalau begitu ayo sekarang ikut denganku" ucap raksasa bermata emas dengan gembira menatap Lin Tian.
Lin Tian mendengar suara raksasa itu hanya tersenyum, dia meminta Mu Xuanyin membawanya ke hadapan Lin Dong. Setelah itu Lin Tian menyerahkan apa yang ingin ia berikan kepada Lin Dong dengan masih tersenyum hangat. Lin Dong yang telah kembali ke wujud manusianya sedih memandang Lin Tian, tapi dia masih tetap menerima apa yang diberikan kepadanya.
"Apakah ini?"
"Ayah, aku percaya denganmu! bawa mereka kesana dan hancurkan semua meteor perak itu" ucap Lin Tian pelan yang hanya dapat dia dan Lin Dong mendengar.
Lin Dong terdiam untuk sementara waktu, dia akhirnya mengangguk setuju dengan rencana Lin Tian. Bagaimanapun Lin Tian anaknya, tentu dia harus membantu apapun yang ingin dilakukan Lin Tian.
"Ayah, ajak paman Chu dan Yang untum berlatih dengan ayah. Aku yakin mereka berdua pasti akan sangat membantu nantinya" ucap Lin Tian.
"Iya, ayah akan pergi sendiri menemui mereka" jawab Lin Dong.
__ADS_1
Lin Tian akhirnya mengangguk, dia meminta Mu Xuanyin membawanya ke raksasa emas itu. Meskipun Mu Xuanyin tidak mau, dia hanya bisa membawa Lin Tian dengan berat hati. Semuanya adalah keinginan Lin Tian, dan dia sebagai istri hanya bisa menuruti keinginan Lin Tian.
Meskipun berbahaya untuk Lin Tian, tapi Mu Xuanyin masih ingin tetap yakin kalau Lin Tian pasti akan baik-baik saja. raksasa itu membuka tangannya dan memerintah Lin Tian untuk naik ke tangannya, Lin Tian pada akhirnya di bawa naik oleh Mu Xuanyin.
"Kalau begitu, kita pergi sekarang" ucap raksasa emas kepada Lin Tian.
"Jika sesuau terjadi kepada anakku, aku akan menemuimu meminta tanggung jawabmu!" ucap Lin Dong dengna suara dingin.
"Hahaha, Dewa Naga kuno! dia yang ingin mengikutiku, dan itu bukan terserhamu untuk menentukan apakah dia mati atau tidak" jawab Raksasa emas dengan senyum sombong.
"Sial! apa kamu ingin mati!" teriak Bai kecil dengan marah.
"Hei bocah! dulu aku tidak memberikanmu kesempatan untuk masuk kesana karena kamu tidak cocok dengan warisanku. Tapi, pria ini sangat cocok dengan warisanku karena itulah aku berusasah payah keluar dari pintu surgawi" jelas raksasa emas kelada Bai kecil.
"Apakah kamu fikir aku peduli dengan warisanku? tidak! dimataku itu hanyalah sampah! ingat! jika terjadi sesuatu terhadap kakakku, aku akan membuatmu!" teriak Bai kecil dengan marah.
"Hitung aku juga!" naga kecil juga menatap raksasa emas dengan tatapan membunuh.
"Tenang saja, aku pasti memberikan tontonan menarik untukmu". Lin Dong tiba-tiba tersenyum ke tempat dimana raksasa emas itu menghilang.
"Semuanya, kembali ke ruang bawah tanah! Hunhu, kamu mengatur yang lainnya untuk berlatih. Dua saudaraku kalian juga bantu mereka" ucap Lin Dong kepada Lin Diao dan Lin Xiao.
"Apakah anak dan menantumu juga harus ikut?" tanya Lin Diao.
"Bawa saja mereka" jawab Lin Tian santai.
"Baiklah, kami pergi dulu. Kembalilah dengan cepat" ucap Lin Diao membawa Lin Xiao pergi dari tempat itu. Semua penguasa juga di bawa pergi oleh Tian Hunhu kembali ke dimensi buatan itu.
"Ayah, apa kamu kembali ke dunia dewa?" tanya Mu Xuanyin.
__ADS_1
"Iya, aku pergi sementara untuk membawa semua orang-orang jenius kesini untuk berlatih" jawab Lin dong.
"Bagaimana dengan suami?" tanya Mu Xuanyin.
Lin Tian tersenyum dan menepuk pundak menantunya itu, dia meyakinkan Mu Xuanyin kalau Lin Tian pasti akan baik-baik saja. Dia juga meminta Mu Xuanyin untuk tidak terlalu khawatir karena bagaimanapun dia lebih mengetahui seberapa kuatnya Lin Tian meskipun telah kehilangan matanya
"Baiklah, aku pergi ke dimensi untuk melatih yang lainnya. Ayah, kamu harus berhati-hati" ucap Mu Xuanyin dengan lembut setelah mencoba untuk meyakinkan dirinya tidak ada yang akan terjadi dengan Lin Tian.
"Iya, ayah pergi dulu" jawab Lin Dong menghilang dari pandangan Mu Xuanyin.
Mu Xuanyin meneteskan air mata setelah tidak ada orang disana, hatinya terasa sakit dan sedih setelah melihat kepergian Lin Tian. Bagaimanapun lawan Lin Tian adalah Sang pencipta, orang yang menciptakan mereka semua makhluk hidup.
"Aku berharap kamu baik-baik saja, jika Sang pencipta mencelakai mu aku Mu Xuanyin Tidak akan pernah tinggal diam! meskipun harus mengorbankan nyawaku, aku pasti akan menyelamatkanmu" ucap Mu Xuanyin memandangi langit biru.
......................
"Hahahaha! apakah ini Dunia dewa? udara yang sangat segar" ucap sosok yang tiba-tiba muncul di lautan terlarang.
Sosok itu tidak lain adalah singa perak, di belangnya ada ratusan meteor perak yang telah memiliki wujud sendiri-sendiri. Dan ranah mereka semua terendah hanya di dewa penguasa tingkat menengah, pasti dengan kekuatan seperti itu, dimanapun mereka pergi hanya kehancuran yang mereka dapatkan.
"Hahaha, jenderal! apakah kita berangkat sekarang?" tanya Salah satu meteor yang telah memiliki wujud manusia.
"Hahaha, tentu saja harus pergi! makanan menunggu kita disana" jawab singa perak menunjuk ke arah pulau yang sangat jauh. Dimana tempat itu adalah perbatasan benua, dan disana sudah di pastikan banyak makhluk yang hidup.
"Hahaha, ayo pergi! saatnya mengisi perut" ucap Singa perak terbang membawa pasukannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...